1.000 Lebih Buruh di Jombang Kena PHK

JOMBANG – Pandemi Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Jombang mulai memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Tercatat lebih dari 1.000 pekerja dirumahkan karena ambruknya usaha tempat mereka bekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Purwanto mengatakan iklim perusahaan di wilayahnya telah terpukul oleh wabah corona. Saat ini saja tercatat 1.060 pekerja telah mengalami pemutusan hubungan kerja selama pandemi berlangsung. “Kebanyakan perusahaan ini mengaku sepi order sehingga pemasukannya berkurang banyak,” ujar Purwanto kepada Jatimplus.ID, Kamis 16 April 2020.

Data yang dihimpun Dinas Tenaga Kerja Jombang menyebutkan sektor usaha yang terpuruk ini adalah jasa perhotelan, pabrik sepatu, dan beberapa perusahaan yang melakukan ekspor impor ke negara terdampak. Saat ini Dinas Tenaga Kerja masih melakukan pemantauan kepada pemilik usaha agar tetap memberikan hak pekerja yang dirumahkan.

Namun dia juga berharap kepada pekerja untuk sama-sama memahami situasi ini dengan bijak. Penutupan usaha tempat mereka bekerja karena semata-mata didera kondisi pagebluk yang memukul seluruh lini usaha. “Pengusaha dan buruh harus saling memahami situasi ini,” katanya.

Sementara bagi perusahaan yang masih bertahan menjalankan kegiatan produksi diminta menerapkan prosedur kesehatan untuk menjaga keselamatan pekerja.

Warga Terjangkit 7 Orang

Sejak diumumkan kasus pertama Covid-19 pada 30 Maret 2020, hingga kini jumlah penderita rerus bertambah. Saat ini jumlah warga Jombang yang terjangkit sebanyak tujuh orang. Mereka tersebar di empat kecamatan berbeda. “Hingga Selasa 14 April di Kabupaten Jombang sudah ada tujuh terkofirmasi positif Covid 19,” ujar Budi Winarno, juru bicara Satgas Covid 19.

Dari seluruh pasien positif  ini hanya dua yang menjalani perawatan di RSUD Jombang sebagai rumah sakit rujukan. Sedang sisanya menjalani isolasi mandiri dengan pertimbangan pasien tidak memiliki gejala atau masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Ketujuh pasien ini tersebar di Kecamatan Diwek tiga orang, Kecamatan Bandarkedungmulyo satu orang, Kecamatan Ploso satu orang dan Kecamatan Kota dua orang.

Budi menjelaskan tiga pasien yang baru di umumkan ini, satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di RSUD Jombang. Pria ini sehari hari bekerja di Surabaya sebagai seorang satpam. Saat pulang pria ini mengalami gejala mirip Covid 19 hingga langsung menjalani isolasi di rumah sakit.

Satu pasien lagi berprofesi sebagai guru, yang sampai saat ini belum dijelaskan tertular dari klaster mana. Guru asal Kecamatan Diwek ini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya usai hasil swabnya dinyatakan positif.

Kasus terakhir adalah klaster kelompok pelatihan Jamaah Haji di Sukolila. Pria yang bertugas sebagai seorang pendamping haji ini menjalani tes usai satu orang rekannya positif terpapar virus asal Kota Wuhan Cina. “Terbanyak dari klaster asrama haji Sukolilo usai mengikuti pelatihan,” ujar drg. Subandriyah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Tercatat sebelumnya dua warga Jombang yakni pegawai Kantor Kementrian Agama Jombang dan seorang dokter dinyatakan positif. Termasuk satu perawat yang terpapar dari klaster asrama haji Sukolilo. Selain klaster asrama haji Sukolilo, satu pasien tertular usai melakukan perjalanan dari Bekasi dan satu pasien lagi dari perjalanan Umroh.

Penulis: Lufi Syailendra 
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.