READING

10 Kecamatan Diterjang Banjir, Plt Bupati Trenggal...

10 Kecamatan Diterjang Banjir, Plt Bupati Trenggalek Bagi bagi Nasi dan Roti

TRENGGALEK- Akibat hujan deras dan luapan air sungai, banjir dan longsor melanda 10 kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Dengan memanggul karung plastik berisi logistik (makanan), pelaksana tugas (Plt) Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin turun langsung mendatangi warga yang terdampak.

Untuk memastikan tidak ada warga yang kelaparan, Arifin ikut langsung membagi bagikan nasi bungkus dan roti. “Selain dapur umum  kita menyiapkan makanan siap saji yang langsung kita bagikan. Seperti roti dan nasi yang bisa langsung dimakan warga yang kebanjiran, “ujar Nur Arifin kepada wartawan Kamis (7/3/2019).

Banjir terjadi mulai Rabu malam (6/3). Diantaranya di Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Ngantru, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Karangan, dan Kecamatan Suruh. Sementara di Kecamatan Panggul yang berbatasan dengan Kabupaten Pacitan terjadi longsor.

Tidak hanya menenggelamkan jalan raya. Air setinggi 30 Cm sampai 2 meter juga merendam permukiman warga. Banjir berasal dari curah hujan tinggi bercampur luapan sungai Ngasinan. Meski di sejumlah titik telah berangsur surut, di sejumlah  kawasan air masih relatif tinggi. Misalnya di sebagian wilayah Kelurahan Kelutan, Kota Trenggalek. Ketinggian air masih mencapai satu meter.    

Terkait jumlah rumah, desa dan termasuk area persawahan, Arifin mengaku masih melakukan pendataan. “Detailnya masih pendataan, “kata Arifin. Dari Kota Trenggalek, Arifin melakukan penyisiran hingga ke wilayah Kecamatan Panggul. Informasi yang diterima Pemkab Trenggalek, di lokasi masih ada rumah penduduk yang ambruk.

Arifin mengaku belum mengetahui pasti penyebab banjir yang melanda Trenggalek. Sebab banjir tidak mesti terjadi setahun sekali. Musibah terjadi 2-3 tahun sekali.  Dengan dibangunnya bendungan nasional di Tugu, dia berharap impahan air yang berasal dari kawasan pegunungan bisa tertampung.

Saat ini pihaknya juga tengah menggagas rekayasa pengairan, yakni membuat bunker penampungan air dengan cara menyudet sungai yang ada. Di musim penghujan, bunker berfungsi menyimpan limpahan air dan bisa digunakan pada saat musim kemarau.

“Kita masih mencoba apakah bisa membuat bunker penampungan air dengan menyudet sungai Ngasinan, “jelasnya. Dalam musibah alam yang melanda 10 kecamatan ini, Arifin juga telah menetapkan status darurat bencana. Status itu juga sudah dia sampaikan ke Gubernur Jawa Timur dengan harapan bisa segera mendapat uluran bantuan.  

Sementara itu selain menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek, secara bersamaan banjir juga melanda sebagian wilayah Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Suban Wahyudiono mengatakan ada 15 kabupaten yang terlanda banjir secara bersamaan.

Ke 15 itu diantaranya Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Magetan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Lamongan  

Sedikitnya ada 12.495 kepala keluarga yang terdampak langsung. Dari jumlah itu Kabupaten Madiun mengalami kondisi paling parah. Bahkan banjir merendam kawasan tol Ngawi-Kertosono di wilayah Madiun. Agar lalu lintas tetap berfungsi, kepolisian memberlakukan kebijakan contra flow atau membagi jalur menjadi berlawanan arus.  

“Selain curah hujan tinggi, banjir juga disebabkan luapan sungai di wilayah masing masing, “ujar Suban. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.