READING

10 Orang Reaktif Rapid Test, Masih Tunggu Hasil Sw...

10 Orang Reaktif Rapid Test, Masih Tunggu Hasil Swab

KEDIRI – Pagi ini (30/05) petugas kesehatan menjalankan rapid test di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Hasilnya ditemukan 10 orang reaktif. Saat ini mereka sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil menunggu hasil uji swab.

Diketahui petugas menjalankan rapid test pagi ini mulai pukul 07.00 WIB hingga 09.30 WIB. Pelaksanaannya ada di dua titik yakni di posko dekat kantor kelurahan dan posko dekat pom bensin. Total ada 66 spesimen yang diambil. Sasaran utamanya adalah orang-orang yang melakukan kontak erat dengan para OTG yang telah ditemukan sebelumnya (25/05).

Rapid test ini dilakukan terhadap orang melakukan kontak dengan pasien OTG sebelumnya,” kata dr. Fauzan Adima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.

Hasilnya 4 orang dinyatakan reaktif. Setelah dilakukan tracing kembali ditemukan 6 pasien tambahan. “Tidak usah down. Jika hasilnya ada yang reaktif maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui uji swab,” tambahnya.

Awal pekan lalu telah disampaikan bahwa ada OTG yang masih berusia anak-anak. Mereka cenderung senang bergaul dan bertemu banyak orang. Makanya pagi tadi ada puluhan orang yang ikut menjalani rapid test untuk mengetahui sejauh mana sebaran virus yang dibawa oleh para OTG sebelumnya.

“Ini anak muda. Sebelum hasil swab keluar, dia kan beredar ketemu banyak teman. Sangat gaul. Makanya kontak eratnya jadi banyak,” terang Suminarto, Lurah Tempurejo.

Menyusul adanya temuan OTG di Tempurejo, masyarakat menjalani isolasi mandiri yang sudah dimulai sejak tanggal 25 Mei lalu. Ada 5 RT yang menjalaninya yakni RT 11 dan RT 7 sejumlah 32 KK; RT 2 sejumlah 24 KK; RT 3 sejumlah 1 KK; dan RT 5 sejumlah 22 KK. Selama menjalani isolasi mandiri, mereka mendapat bantuan dari Pemkot dan Si Jamal.

Apalagi di lingkungan tersebut sebagian besar warga bekerja sebagai buruh harian. Sehingga tidak ada pemasukan sama sekali selama wabah. Selain itu warga sekitar lokasi isolasi juga memberikan donasi mengingat ada banyak keluarga yang memiliki anggotanya banyak. Sehingga bantuan sembako dari pemerintah cepat habis.

“Bersyukur banyak warga yang mau berkontribusi membantu. RT setempat aktif bergerak mengumpulkan donasi khususnya untuk keluarga-keluarga besar,” tandasnya.

Jangan lupa, temuan para OTG baru ini bukan untuk mengucilkan atau mencemooh mereka yang sedang mengisolasi diri. Tetapi alangkah baiknya dijadikan sebagai pembelajaran agar tidak menggampangkan keberadaan virus. Meski merasa sehat, jangan terus berkeliaran dan jalan-jalan.

Temuan ini juga bisa dijadikan sebagai bentuk kehati-hatian dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Hendaknya tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah disarankan. Yakni dengan mengenakan masker, menjaga jarak, tidak sering menyentuh wajah, dan gemar mencuci tangan. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.