1001 Kran Untuk Masjid di Jombang

JOMBANG – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Jam’iyah Diba Kubro (JDK) di Jombang melakukan gerakan sosial memasang kran air di setiap pintu masuk masjid dan mushola. Gerakan yang diberi nama pemasangan 1001 kran air cuci tangan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian jam’iyah untuk mencegah penyebaran virus Covid 19 di tempat ibadah.

“Kita ingin membantu pemerintah dalam pencegahan virus Covid 19 yang sudah menyebar di sejumlah wilayah negeri ini, terutama di tempat ibadah,” ujar Farid salah satu pengurus JDK kepada Jatimplus.ID.

Jam’iyah Diba’  Kubro adalah kelompok pencinta Sholawat Nabi yang biasa melakukan kegiatan rutin berkeliling ke masjid dan mushola di Kecamatan Diwek Jombang. Jam’iyah selama ini memanfaatkan masjid dan musholat  sebagai lokasi kegiatan yang  di ikuti oleh ribuan warga. Selama pandemi Virus corona, seluruh kegiatan keliling yang mendatangkan masa di tiadakan. Termasuk kegiatan JDK yang biasa rutin di gelar setiap bulan di masjid dan mushola secara bergantian.

Dalam pemasangan 1001 kran air cuci tangan ini, pengurus menyampaikan kepada masjid dan mushola yang membutuhkan tambahan lokasi cuci tangan dan kaki sebelum masuk masjid. Saat ditawarkan ternyata mayoritas lokasi yang biasa digunakan kegiatan bersedia. Akhirnya secara bergantian pengurus jam’iyah ini berkeliling memasang kran sebagai berkeliling.  “Sudah hari ketiga ini kita lakukan pemasangan kran cuci tangan seluruh wilayah kecamatan diwek,” katanya.

Aksi sosial ini dilakukan jam’iyah dengan menggandeng sejumlah relawan dan donator, salah satunya dengan menggandeng pengusaha paralon. Seluruh kegiatan ini dilakukan relawan JDK yang dilakukan secara bergantian. Mereka swadaya memasang kran, memotong pipa paralon, hingga menyembungkan ke sumber yang akan digunakan cuci tangan.

Pemasangan rata-rata dilakukan di depan pintu masuk dan gerbang  masjid sebelum lokasi ibadah. “Kran ini sangat membantu warga untuk bisa menerapkan pola hidup bersih dengan cuci tangan dan kaki sebelum masuk masjid, apalagi keberadaan virus corona ini sangat meresahkan warga,” ucap Giman Subandriyo salah satu warga yang membantu pemasangan tempat cuci tangan di masjid Pundong.

Dirinya mengaku senang bisa berpartisipasi untuk tetap menjaga lingkungan dan masjidnya tetap aman dari ancaman virus corona. Apalagi saat ini satu pasien positif sudah dideteksi di Kabupaten Jombang.

KH Cholil Dahlan Ketua MUI Jombang sebelumnya berpesan, dalam upaya pencegahan virus corona ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan secara bersama. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Resojo Kecamatan Peterongan Jombang menyebut sesuai dengan petunjuk Nabi Muhamad SAW, setiap daerah yang terjangkit jangan sampai keluar ke daerah lain. Sebaliknya  orang yang ada  di luar kawasan wabah jangan sampai masuk ke kawasan yang sudah terjangkit wabah.

Terus bagaimana dengan orang yang ada di dalam desa yang terjangkit wabah. KH Cholil menyebut siapa saja yang terjangkit sudah ditentukan oleh Allah. Hanya saja untuk menjaga sebagai ikhtiar, kiai ini memberikan beberapa tip yang bisa dilakukan.

Pertama selalu menjaga wudlu agar tetap bersih dan suci. Orang yang bersih itu bisa terhindar dari ancaman virus. Kemudian yang kedua selalu bergerak baik dengan melakukan olahraga atau aktifitas lainnya. “Tujuannya ini untuk menjaga imun tubuh, karena didalam tubuh sudah ada pengamanan sendiri saat ada virus masuk, kalau imun tubuh bagus bisa mengalah virusnya,”  jelasnya.

Kabupaten Jombang saat ini sudah masuk dalam zona merah. Pemerintah sudah melakukan sejumlah langkah mulai melakukan penyemprotan desinfektan dan mengkampanyekan social standing serta pola hidup bersih.

Penulis: Lufi Syailendra
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.