READING

29 Ribu Pas Foto dari Kalisat, Jember, Masuk Kuras...

29 Ribu Pas Foto dari Kalisat, Jember, Masuk Kurasi JIPFest 2019

JAKARTA-Gelaran JIPFest (The Jakarta International Photo Festival) yang diorganisir oleh Pannafoto Institute telah berakhir pada 9 Juli 2019 kemarin. Acara yang digelar di 16 titik di Jakarta berlangsung sejak 25 Juni 2019 ini menghadirkan fotografer dari dalam dan luar negeri. Mereka menerjemahkan tema Identity dengan versi masing-masing.

Edy Purnomo, fotografer sekaligus panitia JIPFest mengatakan, beragam versi hadir dalam menerjemahkan tema identitas tersebut. Mulai dari identitas sebuah negara sebagaimana foto-foto human interest yang dihadirkan oleh Kevin Frayer ( Kevin Frayer (Desperate Journey: The Rohingya Exodus), transgender, dan beragam ide lainnya.

Desperate Journey: The Rohingya Exodus karya Kevin Frayer di Galeri Cipta II, TIM, Jakarta. FOTO: JATIMPLUS.ID/Titik Kartitiani

“Sebenarnya tema identitas negara ada forum tersendiri. Namun tetap kita masukkan di sini karena memang tetap menarik. Selebihnya, beragam tema identitas lahir dari foto-foto personal seperti transgender,” kata Edy.

Di antara foto-foto karya fotografer dalam dan luar negeri, terselip sebuah foto “identitas” dari hal yang sangat sederhana dan barangkali luput yaitu pas foto. Bukankah pas foto merupakan penerjemahan identitas dalam arti harfiah? Foto ini lolos kurasi yang digawangi kurator Firman Ichsan (ketua), Jenny Smets (kurator), dan Ahmad “Deny” Salman (kurator). Pas foto selalu hadir di kartu identitas mulai dari KTP, paspor, SIM, dan surat-surat resmi yang dimiliki oleh warga negara.

Tema inilah yang diangkat oleh Rokateater dengan tema Nyoo Studio An Arbitrary Archive yang dipamerkan di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sebuah proyek seni berbasis riset sejarah yang dilakukan di Nyoo Studio, Kalisat, Jember, Jawa Timur. Tanpa disadari, Nyoo Studio menyimpan pas foto semua klien-nya selama puluhan tahun praktik. Rokateater merangkai sejumlah 29.000 pas foto yang disajikan dalam bentuk layar LCD di ruang pamer. Konsep ini ingin mempertanyakan apakah ada kemungkinan gagal dalam potensi ideologis yang melekat dalam pas foto sebagai alat untuk mengontrol dan mendisiplinkan warga? Selain itu, pas foto juga sebuah cara pengarsipan tanpa sengaja sebuah potret warga dari masa ke masa.

Nyoo Studio An Arbitrary Archive di Kalisat, Jember, Jawa Timur karya Rokateater. FOTO: JATIMPLUS.ID/Titik Kartitiani
Print Friendly, PDF & Email

Titik Kartitiani

sunset lover, traveler, writer, and fulltime dreamer :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.