READING

40 Jamaah Umrah Asal Jatim Tertahan di Arab Saudi,...

40 Jamaah Umrah Asal Jatim Tertahan di Arab Saudi, Ini Rute Perjalanan Ibadah Umrah di Tanah Suci

MOJOKERTO- Sebanyak 40 orang jamaah umrah dari lima kabupaten di Jawa Timur, yakni Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan Jombang  belum bisa kembali ke tanah air. Para jamaah tertahan di bandar udara Madinah, Arab Saudi lantaran pihak agen belum menyiapkan tiket pulang (pesawat) ke Indonesia.

Tidak seperti ibadah haji yang pelaksanaanya hanya sekali dalam setahun, dan calon jamaah (haji) harus mengantri lama. Asal memiliki biaya, pelaksanaan umrah bisa dilakukan sesuka hati. Karenanya ibadah umrah seringkali diistilahkan sebagai “haji kecil”.

Di tanah suci, para jamaah juga menuaikan ibadah dengan berbagai urutan ritual yang beberapa diantaranya ada di rangkain haji, yakni diantaranya mengenakan baju ihram, melakukan thawaf, sa’i dari shafa ke marwah, serta mencukur atau memotong rambut (tahalul). Bedanya, di umrah tidak ada rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina.  

Dalam pelaksanaan mulai berangkat sampai selesai (pulang ke tanah air), para jamaah umrah membutuhkan waktu 10 hari. Namun ada juga yang 9 hari atau 11 hari. Panjang pendek waktu perjalanan umrah, tergantung kebijakan masing masing agen perjalanan.

Sebab adapula agen yang memperpanjang waktu untuk tamasya religi ke Negara Turki. Namun umumnya waktu umrah hanya 9 atau 10 hari. Artinya jika terlalu lama melebihi waktu  (9-10 hari) maka bisa dipastikan ada persoalan dalam proses pemulangan atau kembalinya jamaah ke tanah air.

Dihimpun dan diolah dari berbagai sumber,  berikut rute perjalanan ibadah jamaah umrah dari Jawa Timur, yakni mulai berangkat hingga kembali ke tanah air.

  1. Hari pertama adalah pelepasan dan keberangkatan jamaah umrah. Prosesnya mulai dari kantor agen travel perjalanan menuju bandara. Kalau  di Jawa Timur biasanya ke  bandar udara Juanda. Dari bandara Juanda jamaah langsung terbang ke Bandara King Abdul Azis Arab Saudi.
  2. Hari kedua, rombongan jamaah umrah berada di Kota Madinah untuk persiapan city tour di Kota Madinah.
  3. Hari ketiga, melalui perjalanan darat, yakni bus, rombongan jamaah umrah menikmati city tour di Kota Madinah. Mereka melakukan tamasya religi seharian.
  4. Hari keempat, para jamaah mulai melakukan pengambilan miqat atau batas daerah tanah suci. Disini ritual ibadah mulai dilakukan. Niat berumrah mulai diucapkan (dalam hati). Kemudian para jamaah disunahkan salat sunah dua rakaat sambil memperdengarkan ucapan Labbaika Allahumma ‘umrotan atau Labbaika Allahumma bi’umrotin. Pada hari keempat ini juga para jamaah juga melaksanakan ibadah thawaf, sa’i dan tahalul.
  5. Hari kelima, para jamaah umrah hanya memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Intesitas ibadah ini tergantung masing masing jamaah
  6. Hari keenam, agen perjalanan mengajak jamaah umrah plesir religi dengan mengunjungi Jabal Nur dan Jabal Rahmah. Jabal Nur atau gunung bercahaya. Di salah satu gua yang berada di komplek Jabal Nur, yakni Gua Hira, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama yang dibawa Malaikat Jibril. Sedangkan Jabal Rahmah adalah bukit kasih sayang, tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah tidak lagi menempati sorga
  7. Hari ketujuh, rombongan jamaah umrah kembali lagi ke Masjidil Haram. Mereka mendapat kesempatan memperbanyak ibadah.
  8. Hari kedelapan, rombongan jamaah umrah kembali ke Bandara King Abdul Azis Arab Saudi untuk persiapan kembali ke tanah air. Artinya, jika seluruh proses tidak ada halangan, pada hari kesembilan atau kesepuluh, rombongan jamaah umrah sudah tiba di Indonesia.

Sementara dalam kasus 40 jamaah umrah yang masih tertahan di bandara Arab Saudi dan belum bisa pulang, mereka berangkat pada tanggal 31 Desember 2018. Muhammad Ridwan (40) salah satu keluarga jamaah yang tertahan asal Mojokerto mengatakan, pemberangkatan dilakukan setelah ada pengunduran waktu dua kali, yakni 27 Desember 2018 dan 30 Desember 2018.

Pemberangkatan umrah melalui agen travel PT Rahmad Baitullah, yang berkantor di Sidoarjo. “Hingga saat ini istri saya Lukiyanti dan anak saya Dedik masih terlantar di Bandara Madinah, “tutur Muhammad Ridwan. Jika waktu umrah hanya 10 hari, seharusnya 40 jamaah itu sudah tiba di tanah air. Mengacu i jadwal awal, mereka sudah mundur lima hari tiba di daerah masing masing.

Menurut Ridwan, informasi yang diperoleh dari jamaah dan KBRI, saat ini mereka tengah meminta bantuan pemerintah atau otoritas setempat. Ridwan dan keluarga yang ada di Indonesia juga meminta pihak travel untuk segera memberi penjelasan terkait keterlambatan pemulangan jamaah. Hingga Selasa kemarin (15/1/2019), pihak travel belum memberi penjelasan. (*)  

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.