READING

5 Hari Dirawat, Pasien Positif Corona Dinyatakan S...

5 Hari Dirawat, Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

KEDIRI – Tim medis Rumah Sakit Kabupaten Kediri berhasil menyembuhkan satu pasien positif Covid-19 yang dirujuk dari Blitar. Fakta ini membawa keyakinan tim medis untuk membantu pasien lain yang terpapar virus tersebut.

Kesembuhan pasien yang sempat dinyatakan positif Covid-19 ini disampaikan Direktur RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) DR. Dr. Ibnu Gunawan, MM. Kepada Jatimplus, Ibnu mengatakan pasien berjenis kelamin perempuan asal Blitar itu sudah dijemput keluarganya kemarin, Kamis 26 Maret 2020. “Saat ini dia sudah di rumah bersama keluarganya,” kata Ibnu, Jumat 27 Maret 2020.

Menurut catatan medis RSKK, pasien berusia 28 tahun asal Kecamatan Kepanjen Kidul, Kabupaten Blitar itu dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan air ludah (swab) di Tropical Diseases Center (TDC) Universitas Airlangga Surabaya. Dengan hasil ini, pasien tersebut dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Ibnu menjelaskan, pasien itu dirawat di RSKK atas rujukan Rumah Sakit Islam Aminah Blitar pada Sabtu, 21 Maret 2020. Sebelumnya ia sempat dirawat di Rumah Sakit Syuhada Haji Blitar setelah mengeluh sakit sepulang dari Bogor sehari sebelumnya.

Tim medis RSKK kemudian menerapkan protokol perawatan Covid-19, dan memberikan dukungan mental kepada pasien tersebut. Hasilnya, ia dinyatakan sembuh setelah lima hari menjalani perawatan di RSKK.

Kondisi tiap-tiap pasien, menurut Ibnu, sangat menentukan potensi kesembuhan melawan virus mematikan ini. Ia mencontohkan, kasus kematian dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang terpapar Corona memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes. “Dia meninggal sehari sebelum hasil swab keluar dan dinyatakan positif,” kata Ibnu.

Saat ini RSKK masih merawat satu pasien berstatus positif di ruang isolasi. Ia adalah warga Kediri yang bekerja di rumah sakit Jakarta selama lima tahun. Ketika pulang mengalami gejala klinis yang mengarah pada paparan Covid-19, dan memeriksakan diri ke RSKK. Hasil pemeriksaan swab menyatakan pasien positif terjangkit. “Saat ini kondisinya mengarah pada perbaikan. Semoga bisa menambah jumlah pasien sembuh di Kediri,” kata Ibnu.

Isolasi Mandiri

Meninggalnya dosen IAIN Kediri yang diketahui bernama Nur Aklis masih menyisakan persoalan. Kematian korban yang terjadi sehari sebelum pemeriksaan swab keluar membuat banyak pihak ketar-ketir. Apalagi hingga korban dimakamkan, keluarga masih meyakini penyebab kematiannya karena jantung.

Beruntung petugas RSKK menerapkan standar pemakaman pasien Covid-19 yang membungkus jasad dengan plastik, dan memakamkan di bawah durasi tiga jam dari kematian. Pemakaman itu juga tidak melibatkan pelayat. “Kini yang harus diwaspadai adalah orang-orang yang sempat berinteraksi dengan korban sebelum meninggal,” kata Ibnu Gunawan.

Ia meminta kepada keluarga dan kolega Nur Aklis agar memeriksaan diri jika mengalami gangguan kesehatan. Mereka juga diminta mengisolasi diri hingga batas waktu 14 hari yang ditetapkan.

Keputusan melakukan isolasi juga dilakukan civitas akademik IAIN Kediri. Begitu diketahui salah satu dosen mereka terpapar Covid-19, mulai hari ini perkuliahan dilakukan melalui jaringan internet. “Mulai hari ini perkuliahan di kampus ditiadakan sampai besok tanggal 28 Maret,” kata Wakil Rektor IAIN Ahmad Subakir.

Pihak rektorat juga meminta kepada seluruh pegawai dan mahasiswa yang pernah berinteraksi dengan almarhum untuk melakukan isolasi diri. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.