READING

Akibat Fatal Jika Berolahraga Sambil Bermasker

Akibat Fatal Jika Berolahraga Sambil Bermasker

Selama era new normal, memakai masker menjadi hal yang wajib dilakukan ketika berada di area publik. Namun apakah hal ini juga berlaku ketika berolahraga di tempat umum? Ternyata tim ahli menyebutkan bahwa penggunaan masker ketika berolahraga tidak disarankan karena bisa berdampak pada kesehatan.

Seperti yang dilansir kantor berita NHK yang mengutip media massa China, ada tiga pelajar di China yang meninggal dunia ketika mengikuti jam olahraga akhir April lalu. Penyebabnya mereka melakukan lari  jarak jauh dengan mengenakan masker medis tipe N95.

Atas fakta ini, dr. Widhy Yudistira Nalapraya SpP, dokter paru-paru RSUD Al Ihsan Jawa Barat menjelaskan bahwa penggunaan masker ketika berolahraga ternyata bisa menyebabkan hipoksia. Kondisi ini terjadi ketika kadar oksigen dalam tubuh berada di bawah batas normal. Jika asupan oksigen dalam tubuh kurang, maka sel dan jaringan tubuh menjadi gagal dalam menjalankan fungsi normalnya.

Hal ini jelas bisa berdampak buruk bagi tubuh. Kurangnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh membuat penderitanya lemas dan hilang kesadaran. Dan jika hipoksia berlangsung lebih dari lima menit maka bisa mengakibatkan kerusakan pada otak. “Bahkan bisa sampai meninggal,” terangnya mengutip dari kompas.com.

Oleh karena itu, Widhy tidak menyarankan masyarakat untuk mengenakan masker selama berolahraga. Meski demikian, bukan berarti dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) ini mengajak masyarakat melanggar protokol pencegahan covid-19. Widhy justru memberikan saran bagaimana berolahraga yang benar di tengah pandemi.

Untuk saat ini sebaiknya masayrakat tidak melakukan olahraga berat dengan endurance tinggi. Olahraga yang disarankan adalah olahraga aerobik seperti bersepeda di tempat datar, berjalan kaki, bersepeda statis, atau olahraga lainnya yang memiliki ritme teratur. “Dengan ritme yang teratur, kebutuhan oksigen pun teratur,” tandasnya.

Sementara itu, mengutip dari detikhealth.com, dr. Vito A Damay, SpJP, dokter jantung Siloam Hospital menjelaskan bahwa hipoksia pada masyarakat biasa akibat penggunaan masker jarang terjadi. Justru kondisi ini lebih rentan terjadi pada tenaga medis.

Pasalnya masker yang dikenakan tenaga medis memiliki kerapatan lebih tinggi daripada masker yang digunakan masyarakat umum. Tidak hanya itu, tenaga medis juga mengenakan masker sepanjang hari. Sedangkan masyarakat hanya memakainya di saat-saat tertentu saja.

Meski demikian, untuk menghindari potensi terjadinya hipoksia, sebaiknya masyarakat mengatur ritme dan jenis olahraganya secara mandiri agar tetap sehat meski di tengah pandemi. Usahakan untuk tidak terlalu memforsir tubuh. Cukup berolahraga ringan dengan ditandai masih bisa berbicara ketika berolahraga.

“Kalau bisa berolahraga di tempat sepi, kita bisa melepas masker untuk sementara. Nanti dipakai lagi jika ada orang lain di sekitar kita,” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.