READING

Aneh dan Seram, Fetish Bungkus Diri Pakai Kain Jar...

Aneh dan Seram, Fetish Bungkus Diri Pakai Kain Jarik Demi Penuhi Hasrat Seksual

Jagat maya sedang ramai memperbincangkan temuan fetish seorang mahasiswa yang dianggap tidak lazim. Gilang yang mengaku mahasiswa fakultas ilmu budaya, Universitas Airlangga diduga memiliki fetish terhadap orang yang dibungkus rapat menyerupai pocong. Demi memenuhi hasrat seksualnya, Gilang meneror banyak orang yang dikenalnya dari media sosial untuk dijadikan sasaran.

Melalui platform twitter, salah satu korbannya yakni @m_fikris menceritakan kronologi pelecehan yang ia terima dari Gilang. Sebenarnya keduanya tidak saling mengenal. Gilang memulai pendekatannya melalui instagram dengan cara mem-follow dan meminta di-follow back. Hal ini dilakukan Gilang kepada hampir seluruh korbannya yang kebanyakan adalah para mahasiswa baru (maba) khususnya yang ada di Surabaya dan Malang.

Gilang pun mulai mengajak berkenalan @m_fikris melalui direct message (DM) dan kemudian meminta nomor whatsappnya. Di WA inilah komunikasi yang dijalin lebih intens. Dengan dalih untuk keperluan proyek penelitian akademik, Gilang meminta @m_fikris untuk membantunya menjadi responden.

@m_fikris diminta untuk membungkus dirinya menggunakan kain jarik atau kain apapun hingga menyerupai jenazah atau pocong. Hal ini jelas menimbulkan ketidaknyamanan karena aktivitas tersebut cenderung aneh, menyeramkan dan merepotkan. @m_fikris sendiri awalnya sempat menolak namun karena terus dibujuk, pemuda ini pun akhirnya mau membantunya.

@m_fikris pun mengajak rekannya. Keduanya kemudian saling membantu membungkus badan dan mendokumentasikannya dalam bentuk video dan foto untuk dikirimkan ke Gilang. Orang yang pertama dibungkus adalah @m_fikris. Selama proses tersebut, Gilang sempat melakukan pelecehan secara verbal yakni dengan mengirimkan chat “Sini peluk” dan “Enakkan..” terhadap @m_fikris.

Selain risih, pemuda ini merasa capek karena untuk proses pembungkusan dan pengamatan diperlukan waktu sekitar 3 jam. Gilang sendiri sempat meminta @m_fikris mengulangi proses pembungkusan karena merasa tidak puas dengan hasil dokumentasinya. Jelas permintaan tersebut ditolak.

Ketika proses pembungkusan berganti pada rekan @m_fikris, dia merasa keberatan karena merasa haus dan sesak. Bukannya melonggarkan, Gilang justru bersikeras untuk melanjutkan proses pembungkusan. Saat itulah @m_fikris dan rekannya semakin merasa tertekan dan tidak nyaman. Mereka pun menolak melanjutkannya hingga akhirnya berbuah pertengkaran dengan Gilang. Beruntung @m_fikris dan rekannya akhirnya menyadari jika mereka ternyata hanya menjadi obyek fetish Gilang.

@m_fikris memutuskan untuk menyebarluaskan kejadian ini ke media sosial agar tidak ada lagi orang yang menjadi korbannya. Tidak disangka ternyata ada banyak para korban yang mengaku pernah di-chat oleh pelaku dengan permintaan dan dalih yang sama persis.

Hampir semuanya adalah laki-laki dan berstatus mahasiswa baru saat menjadi sasaran. Memang dari keterangan di instagramnya, Gilang mengaku sebagai seorang biseksual yakni orang yang tertarik secara seksual kepada laki-laki maupun perempuan.

Dari beberapa pengakuan rekan-rekan seangkatannya, Gilang diketahui pernah dilaporkan ke pihak kampus namun hanya mendapatkan hukuman sosial yakni dengan membawa papan pernyataan pengakuan salah dan tidak akan mengulanginya. Namun ternyata hal ini tidak memberikan efek jera. Pemuda yang diduga berasal dari Banjarmasin ini tetap melakukan perbuatan tidak menyenangkan ke adik-adik tingkatnya.

Fetish sendiri adalah suatu kecenderungan yang dapat membuat seseorang terangsang secara seksual. Hampir semua orang memiliki fetishnya masing-masing. Seperti kecenderungan menyukai seseorang yang berambut panjang, kulit putih, badan ramping atau berisi. Bahkan bisa juga melalui material yang dipakai seperti memakai sepatu hak tinggi, memakai pakaian sutra atau lateks, memakai seragam sekolah atau kerja, dan masih banyak lagi.

Dr. Rajan Bhosle, seorang seksolog asal India menjelaskan bahwa memiliki fetish sangatlah wajar dan tidak masalah selama tidak merugikan pihak lain. “Fetish seksual merupakan praktik seksual yang tidak berbahaya. Namun terdapat banyak batasan mana fetish yang sehat dan tidak,” terangnya dilansir Times of India.

Kasus yang terjadi pada Gilang ini sudah bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual. Makanya saat ini pihak kampus telah mengambil tindakan yakni dengan membuka posko pengaduan agar para korban mau melaporkannya ke pihak kampus. Nantinya temuan-temuan tersebut akan dijadikan dasar untuk menindak perilaku yang bersangkutan apakah akan di-drop out atau tidak.

“Dan jika merasa perlu dipersilahkan untuk mengambil tindakan hukum,” demikian yang tertulis dalam surat pemberitahuan resmi dari pihak Fakultas Ilmu Budaya Unair Surabaya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.