READING

Antisipasi Sampah Overload, DLHKP Kebut Pembanguna...

Antisipasi Sampah Overload, DLHKP Kebut Pembangunan TPA III Klotok

KEDIRI– Volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) semakin membesar. Menghadapi hal ini Pemkot Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) mengebut pembangunan TPA baru di kawasan Klotok. Targetnya pertengahan bulan ini selesai.

“Proses pembangunan TPA III sudah hampir selesai,” terang Roni Yusianto, Kabid Kebersihan, DLHKP kepada Jatimplus.ID.

Saat ini sudah ada dua TPA lama yang ada di kawasan yang berdekatan yakni di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Sedangkan yang masih dioperasikan saat ini adalah TPA II dengan ketinggian sampah yang saat ini sudah mencapai 15 meter. Diperkirakan TPA yang dibuka tahun 2016 ini masih bisa menampung sampah hingga tahun 2023 mendatang.

Meski demikian, DLHKP tidak ingin mengambil risiko TPA penuh sebelum waktu perkiraan. Makanya TPA III sudah dimulai dibangun tahun ini. Lokasi TPA baru ini berada di sebelah selatan TPA II dengan anggaran sebesar Rp 7,6 miliar.

“Mulai digarap Bulan September kemarin dan target selesai akhir bulan ini. Tahun depan siap digunakan,” tandasnya.

Berbeda dengan dua TPA sebelumnya. TPA III relatif lebih sempit yakni hanya sekitar 1,2 hektar saja. Diperkirakan usia tampungnya hanya sekitar dua tahun saja. Meski demikian, keberadaan TPA III tetap penting untuk mengurangi laju kenaikan sampah yang masuk ke TPA II.

“TPA II sebenarnya masih bisa menampung sampah. Tapi tahun depan, TPA baru ini akan langsung dibuka dan digunakan,” tegasnya.

Tidak ada kendala besar dalam proses pembukaan TPA III. Hanya saja diketahui ada makam yang berada di area sana. Atas kondisi tersebut DLHKP telah mengajak komunikasi pihak ahli waris untuk memindahkan makam yang diketahui milik warga sekitar tersebut. Biaya pemindahan dan prosesnya dibantu oleh Pemkot Kediri.

“Sudah ada kesepakatan jadi tidak ada masalah,” katanya.

Untuk diketahui, rata-rata jumlah sampah yang masuk ke area TPA Klotok sekitar 140 ton per hari. Jika dirunut, diperkirakan setiap orang di Kota Kediri menghasilkan 0,7 kilogram sampah setiap harinya. Angka ini cukup tinggi mengingat kawasan Kota Kediri yang sempit dan tidak banyak tersedia lahan untuk TPA.

Sejumlah upaya dilakukan DLHKP demi menekan angka sampah yang dihasilkan masyarakat. Salah satunya adalah dengan mengkampanyekan gaya hidup baru yakni mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai. Seperti air kemasan ataupun penggunaan plastik.

Di lingkungan internal pegawai DLHKP didorong untuk membawa botol minum sendiri agar bisa memberikan contoh gerakan awal pengurangan sampah di lingkungan instansi pemerintah. Kegiatan-kegiatan pemkot sebagian juga sudah tidak menggunakan makanan berbungkus sterofoam atau plastik.

“Kita lakukan gerakan-gerakan peduli lingkungan. Selain tidak buang sampah sembarangan, kita dorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi sampah,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berupaya melakukan kegiatan pemanfaatan sampah melalui program Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 3R yakni reduce, reuse dan recycle. Hanya saja keberadaan TPST 3R belum tersebar merata di setiap kelurahan. Kendala utamanya ada pada ketersediaan lahan.

“Harapannya upaya-upaya ini tingkat keberhasilannya tinggi dan efektif menekan angka sampah di Kota Kediri,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.