READING

Antusiasme Tinggi, Ekspo UMKM Virtual Kota Kediri ...

Antusiasme Tinggi, Ekspo UMKM Virtual Kota Kediri Pecahkan Rekor MURI

KEDIRI – Upaya pemerintah Kota Kediri dalam memajukan UMKM lokal tidak main-main. Sekitar 450 pelaku usaha digandeng dalam ekspo UMKM secara daring yang diselenggarakan bertepatan dengan HUT ke-1141 Kota Kediri. Imbasnya, Kota Kediri berhasil mencatatkan diri dalam rekor MURI sebagai penyelenggara ekspo UMKM secara daring dengan produk terbanyak.

Sebenarnya pemecahan rekor MURI ini bukanlah tujuan utama Pemkot Kediri. Mereka melakukan ekspo UMKM daring ini karena ingin mengajak seluruh pelaku usaha untuk mulai go digital. Apalagi di tengah kondisi pandemi yang berimbas pada pembatasan pergerakan masyarakat sehingga berdampak pada penurunan penjualan hingga peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tidak disangka, pelaksanaan ekspo daring ini cukup tinggi peminatnya. Ratusan pelaku usaha kecil menengah tidak segan untuk bergabung meski dipastikan tidak ada pengunjung yang datang dalam acara tersebut untuk melihat produk mereka secara fisik. Sejak awal mereka tidak berorientasi pada angka penjualan di acara yang digelar secara virtual ini.

Setidaknya ekspo daring ini bisa menjadi pencerahan bagi para pelaku usaha untuk mencari tahu apa saja yang dibutuhkan dalam memasarkan produk mereka secara online. “Kadang-kadang mereka saat ini belum tahu caranya memasukkan (produk) di marketplace, belum tahu produknya itu bagus atau nggak lalu pangsa pasarnya ke siapa mereka juga belum tahu,” terang Abdullah Abu Bakar, Walikota Kediri.

Makanya Pemkot Kediri bekerjasama dengan kantor perwakilan wilayah Bank Indonesia Kediri (KPwBI Kediri), dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kediri. Tidak terbatas pada pelaksanaan ekspo virtual saja, ketiganya akan terus bekerjasama dalam membina para pelaku UMKM Kota Kediri melalui klinik usaha dan pelatihan-pelatihan.

Melalui klinik ini, diharapkan mereka dapat dilatih dan diajak diskusi brainstorming sehingga semakin terbuka wawasannya terhadap dunia digital. Dengan demikian, para pelaku usaha ini dapat menghasilkan produk yang lebih bagus, keren, kekinian, dan tidak kalah dengan produk pesaing di marketplace.

“Saya yakin competitiveness mereka akan meningkat. Daya saing mereka akan tumbuh dan akan punya trik baru untuk menjual produknya,” tambah Mas Abu.

Mas Abu menekankan bahwa pemerintah dalam hal ini hanya sebagai jembatan, inisiator, dan penyedia fasilitas pelatihan dan pembinaan saja. Sedangkan pelaku utamanya tetap para pengusaha UMKM. Makanya diharapkan semangat dalam membangun dan menggerakkan kembali perekonomian lokal bisa dirasakan dan dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri.

“Salah satu upayanya ya dari UMKM virtual ini. Kami hanya sebagai jembatannya dan pendorong saja agar UMKM ke depan semuanya siap untuk digitalisasi. Nah kalau sudah siap, mereka harus mengolah produknya sendiri di marketplace tersebut,” bebernya.

Untuk diketahui, pencatatan rekor MURI ekspo daring ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya Pemerintah Kota Kediri sudah mencatatkan prestasinya antara lain peragaan busana kebaya oleh peserta terbanyak (2016), buka puasa peserta terbanyak, pagelaran musik seruling dengan peserta terbanyak, minum obat cacing terbanyak, temu ASI terbanyak, dan pagelaran tumpeng terbanyak di sepanjang jalan dhoho (2007).  (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.