READING

Apa Saja Agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) Septe...

Apa Saja Agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) September 2019?

BANYUWANGI – Ini dia ragam Banyuwangi Festival (B-Fest) bulan September 2019. Mulai dari festival bertema seni budaya, musik, hingga sport tourism bakal meramaikan September ceria Anda. Salah satunya adalah event dunia yakni International Tour de Banyuwangi Ijen yang diikuti puluhan pebalap dari mancanegara.

Tak hanya itu, kesempatan berkarir di sejumlah perusahaan dalam dan luar negeri turut memeriahkan agenda B-Fest bulan ini. Apa saja? Yuk, catat tanggalnya ya..

1. Festival Kampung Digital Banyuwangi
Melihat perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun desa, khususnya melalui pengembangan sistem informasi berbasis IT. Festival Kampung Digital mewajibkan pesertanya untuk berlomba-lomba dalam membuat website kreatif desa dan sekaligus melalui fotografi.

Festival ini diadakan tak lain bertujuan untuk memajukan setiap pelosok desa dengan karya-karya digitalnya. Seperti Kecamatan Genteng yang menyemarakkan Festival Kampung Digital dengan karya Perpustakaan Smart Bukuku. Festival ini digelar di RTH Maron Kecamatan Genteng pada tanggal 3-4 September 2019.

2. Banyuwangi Career Expo 2019
Ini nih yang ditunggu-tunggu para fresh graduate dan pencari kerja. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banyuwangi mengadakan bursa kerja yang diikuti oleh 50 perusahaan dalam dan luar negeri. Disnakertrans juga mendorong setiap perusahaan yang mengikuti Banyuwangi Career Expo untuk membuka lowongan kerja bagi disabilitas.

Tak hanya menjadi tempat untuk mencari kerja, Banyuwangi Career Expo 2019 dilengkapi dengan Career Corner, Career Motivation dan Training Information Center. Yakni agar para pencari kerja dapat memperoleh informasi, konsultasi, dan motivasi yang dibutuhkan sebelum terjun ke dunia kerja. Banyuwangi Career Expo dilaksanakan pada tanggal 5-7 September bertempat di GOR Tawangalun, Kecamatan Banyuwangi.

3. Keboan Aliyan
Awal bulan Syuro, masyarakat Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi punya adat tradisi yang diberi nama keboan. Tradisi ini merupakan ritual adat desa untuk memohon kepada Tuhan agar sawah mereka subur dan panen melimpah.

Saat ritual berlangsung, warga akan melaksanakan selamatan dengan berkeliling ke empat penjuru desa (ider bumi). Saat itulah, beberapa petani asli Desa Aliyan akan kerasukan. Dalam ritual ini, petani yang telah kerasukan akan berkubang dan bergumul dengan lumpur layaknya kebo atau kerbau ketika membajak sawah. Keboan Aliyan dilaksanakan pada tanggal 7-8 September 2019.

4. Mandar Fish Market Festival
Kampung Mandar merupakan sebuah kelurahan di pusat kota Banyuwangi yang berbatasan langsung dengan Selat Bali. Di sana mayoritas masyarakat merupakan nelayan. Potensi kelautan yang dibawa oleh nelayan-nelayan tersebut memunculkan sebuah festival yakni Mandar Fish Market.

Mandar Fish Market Festival mengutamakan pengelolaan hasil tangkap ikan seperti ikan bakar, keripik ikan, stik ikan, dan nugget ikan. Pengunjung juga bisa memborong ikan segar di lapak para nelayan. Festival Mandar Fish Market rencananya akan dihelat pada tanggal 8 September 2019 di Pantai Boom, Kecamatan Banyuwangi.

5. Petik Laut Pancer
Ritual larung sesaji ke tengah laut atau Petik Laut di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran digelar pada tanggal 9 September mendatang. Petik Laut Pancer digelar setiap satu tahun tepatnya pada bulan Suro atau bulan Muharam pada kalender Islam.

Petik Laut Pancer digelar sebagai wujud syukur masyarakat kepada Tuhan atas rezeki yang melimpah. Secara turun temurun selama lebih dari 40 tahun, warga Pancer tetap memegang teguh adat tradisi larung sesajen ini agar diberi keselamatan saat melaut.

6. Festival Muharram
Mengawali tahun baru penanggalan Islam, Festival Muharram digelar pada tanggal 10 September 2019. Festival ini menghadirkan pawai yang melibatkan semua kelompok kerja MI (KKMI) se-Banyuwangi untuk ikut berpartisipasi. 

Bertempat di halaman Pemkab Banyuwangi, pawai berjalan menuju Taman Blambangan dengan jarak sekitar 3 kilometer. Selain menyemarakkan tahun baru Islam, festival ini merupakan bentuk syiar Islam agar masyarakat tetap mengenal budaya budaya Islam nusantara.

7. Festival Anak Yatim
Masih dalam semarak tahun baru Islam, Festival Anak Yatim ingin mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap anak-anak yatim piatu. Bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, sekitar seribu anak yatim dari seluruh kecamatan di Banyuwangi berkumpul untuk bermain dan unjuk kebolehan.

Berbagai permainan seperti trampolin, basket, kereta api, hingga scooter jungkit dapat menjadi arena hiburan bagi anak-anak. Selain itu terdapat stand kuliner yang gratis yang dapat dinikmati bersama-sama. Festival Anak Yatim tahun ini akan dihelat pada tanggal 11 September mendatang.

8. Petik Laut Muncar
Petik Laut Muncar merupakan warisan leluhur bagi masyarakat Kecamatan Muncar Banyuwangi yang telah ada sejak tahun 1901. Tradisi sedekah untuk laut ini diawali dengan arak-arakan sesaji dari rumah sesepuh desa menuju TPI Muncar, untuk selanjutnya dilarung ke tengah segara (laut).

Terdapat kepala kambing, berbagai macam buah dan kue, dua ekor ayam jantan yang masih hidup, serta pancing emas akan ditata apik dalam sebuah replika perahu nelayan. Setiba di bibir pantai, sesaji disambut oleh para penari gandrung yang akan membawanya ke atas kapal. Saat itu lah warga akan berebut naik ke atas kapal dengan keyakinan akan ketularan berkah rezeki. Petik Laut Muncar digelar pada 13 September 2019.

9. Festival Lembah Ijen
Festival Lembah Ijen mengajak wisatawan menyaksikan sebuah sajian sendratari Meras Gandrung. Sendratari ini menceritakan tentang prosesi penari menjadi seorang gandrung profesional, yang tidak hanya bisa menari namun juga piawai bersinden. Puluhan seniman asli Banyuwangi mulai usia 7 hingga 60 tahun akan bersendratari menghibur para penonton.

Prosesi Meras Gandrung di Festival Lembah Ijen. FOTO: JATIMPLUS.ID/ Suci Rachmaningtyas.

Digelar di Taman Gandrung Terakota kawasan Jiwa Jawa Resort di Kecamatan Licin, Festival Lembah Ijen bulan ini jatuh pada tanggal 14 September 2019. Berada di atas hamparan sawah seluas tiga hektare di lereng Gunung Ijen, Anda bakal dibuat terkesan dengan adanya ratusan patung gandrung dari gerabah. Kemegahan amphiteater dengan panggung yang terbuat dari bambu menjadi daya tarik tersendiri ketika Anda berada di Banyuwangi.

10. Kebo-keboan Alas Malang
Jika di Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi ada tradisi Keboan, Desa Alasmalang Kecamatan Singonjuruh punya tradisi serupa. Yakni Kebo-keboan. Upacara adat yang bertujuan untuk selamatan desa agar panen tetap melimpah ini juga diikuti oleh para laki-laki yang didandani mirip seperti kerbau dengan warna kulit yang juga hitam legam. Kebo-keboan Alasmalang akan digelar pada 15 September mendatang.

11. Savana Dualthon
Savana Dualthon merupakan multisport atau gabungan antara bersepeda dengan berlari, yang sengaja disajikan agar peserta dapat merasakan hijau dan sejuknya alam Banyuwangi. Taman Nasional Alas Purwo dipilih sebagai tempat Savana Dualthon pertama karena memiliki jalur yang beragam. Seperti jalan tanah, aspal, hingga pasir pantai. Hadir perdana, Savana Dualthon menyasar para pelari dan pebalap nasional dan internasional. Catat tanggalnya ya, Savana Dualthon digelar tanggal 15 September 2019.

12. Muncar Fish Market
Pada hari yang sama, yakni 15 September 2019, wisatawan dapat juga memilih bertandang ke Kecamatan Muncar. Sebab, Anda dapat menyaksikan ribuan hasil laut yang dipamerkan dalam Muncar Fish Market. Festival ini tak hanya bertujuan terus mempromosikan Muncar sebagai kawasan ekowisata bahari kebanggaan Banyuwangi. Tapi sekaligus mengajak masyarakat menggencarkan gerakan makan ikan.

Indahnya perahu nelayan yang berjejer parkir di brak menyuguhkan pemandangan secara langsung hasil tangkapan segar. Tak hanya menampilkan ikan segar, ragam olahan ikan seperti terasi khas Muncar pun dapat wisatawan borong. Muncar Market Festival juga menggelar aksi bakar ikan langsung bersama masyarakat.

13. E-Sport Competition
E-Sport Competition merupakan ajang kompetisi game online bagi para milenial yang bakal diadakan di Gedung Wanita Banyuwangi. Ada enam jenis game yang akan dikompetisikan pada tanggal 18-19 September mendatang. Untuk game mobile (gawai) berjumlah 4, yakni Mobile Legend, PUBG Mobile, Free Fire, Arena of Valor. Sementara untuk game PC (komputer) ada 2, yaitu Counter Strike dan Dota 2.

Sejumlah milenial dari berbagai sekolah menengah hingga perkuliahan turut meramaikan E-sport Competition yang menjadi bagian dari industri 4.0. Seperti peserta dari SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Giri, MAN 2 Banyuwangi, SMAN 1 Genteng, SMKN 1 Glagah, STIKOM, UNAIR Banyuwangi, dan POLIWANGI. Dan yang menarik, Pemkab Banyuwangi mengapresiasi para pemenang dengan pemberian beasiswa.

14. Jazz Gunung Ijen
Jama’ah al-Jazziyah, persiapkan diri Anda untuk menikmati indahnya musik Jazz etnik dari musisi-musisi ternama Indonesia di Jazz Gunung Ijen 2019 pada 21 September mendatang. Seperti Tompi, Yura Yunita, Parkdrive, serta penampilan Bintang Indrianto pemain bass Indonesia yang akan berkolaborasi dengan pemuda-pemuda berbakat Banyuwangi.

Tak ketinggalan, Djaduk Ferianto’s Ring of Fire Project akan berkolaborasi dengan Endah Laras & Richard Hutapea yang akan menampilkan repertoar lagu-lagu Didi Kempot. Jadi jangan ragu untuk langsung dapatkan tiketnya di www.jazzgunung.com. Nikmati alunan musik jazz etnik yang bakal menghibur Anda di Amfiteater Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi.

15. Banyuwangi Fishing Festival
Banyuwangi Fishing Festival (BFF) kembali digelar pada 21 September 2019 mendatang. Jika tahun lalu festival diadakan di Selat Bali, kali ini rencananya BFF akan digelar di Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Ratusan pemancing dari berbagai kota diperkirakan akan memeriahkan acara ini.

16. International Tour de Banyuwangi Ijen
Internatioanl Tour de Banyuwangi Ijen merupakan kompetisi balap sepeda yang telah berstandar Union Cycliste Internationale (UCI) dan mempertemukan para pebalap dari berbagai negara untukberkompetisi memperebutkan piala. Setiap tim yang lolos mengikuti event ini adalah mereka yang telah memiliki lisensi Asia Tour Point 2.2. Ratusan pebalap dari berbagai negara akan bersaing dalam 4 etape yang memiliki keunikan dan keindahan alam tersendiri pada tanggal 25-28 September 2019.

Reporter: Suci Rachmaningtyas
Editor: Prasto Wardoyo

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.