READING

APK Caleg PSI Tulungagung Dicoreti PKI

APK Caleg PSI Tulungagung Dicoreti PKI

TULUNGAGUNG- Isu Partai Komunis Indonesia (PKI) dipakai para vandalis untuk menyerang calon anggota legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Tulungagung. Sejumlah alat peraga kampanye (APK) Caleg Cornella dicoreti tulisan PKI.  

Serangan ini adalah yang kedua kalinya. Semua tahu, PKI merupakan partai terlarang yang dibubarkan paska peristiwa 1965. “Pada Desember 2018 lalu sudah pernah terjadi, “kata Ketua Badan Pengawas Pemilu Tulungagung Fayakun.

Sejauh ini belum diketahui pelaku maupun motif vandalisme yang terjadi. Apakah aksi vandalisme itu kampanye hitam yang dilancarkan lawan politik, atau justru bagian skenario playing victim, yakni seolah menjadi korban dengan tujuan  meningkatkan elektabilitas caleg bersangkutan.  

Pada Desember 2018, kata Fayakun, caleg bersangkutan pernah melapor ke bawaslu. Namun proses penguutan terhenti karena pelapor tidak mampu memenuhi syarat formil dan materiil sebagaimana diatur perundangan, yakni UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Kewenangan kita juga terbatas. Kita merasa kesulitan melakukan pengusutan, “kata Fayakun. Begitu juga dengan aksi vandalisme yang kembali terjadi. Bawaslu akan bergerak ketika ada pelapor dan pihak yang dilaporkan (syart formil).

Sesuai ketentuan yang berlaku, pelapor juga harus memenuhi syarat materiil, yakni mampu menyampaikan kronologis kejadian dan barang bukti. Jika kedua syarat tidak terpenuhi, Bawaslu tidak bisa melakukan pengusutan.

Menurut Fayakun, ketika kedua syarat terpenuhi, Bawaslu baru melakukan kajian perkara,  yang kemudian dilanjutkan rapat pleno. Disini akan dipastikan apakah perkara telah memenuhi unsur pidana pemilu atau tidak. Keputusan pleno ini yang kemudian dilimpahkan kepada Gabungan Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu).

“Kajian yang dilakukan untuk memastikan terbukti atau tidak. Setelah itu baru dilakukan rapat pleno,“paparnya.

Adanya aksi vandalisme coretan PKI pada APK caleg menuai reaksi sejumlah masyarakat Tulungagung. Salah seorang warga Tulungagung berharap persoalan yang ada harus segera diungkap. Jangan sampai aturan yang berlaku justru menjadi penghalang pengusutan. “Intinya jangan sampai petugas terkait justru berlindung dibalik aturan tekhnis pengungkapan perkara yang rumit. Sebab hal hal seperti ini jika dibiarkan akan menimbulkan keresahan yang meluas. Apalagi saat ini ada media sosial, “tuturnya tanpa bersedia disebutkan nama. (*)  

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.