READING

Arab Saudi Sementara Hentikan Umroh untuk Atasi Se...

Arab Saudi Sementara Hentikan Umroh untuk Atasi Sebaran Virus Corona

JOMBANG –Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Kamis (27/2) mengeluarkan maklumat penghentian visa wisata maupun haji dan umroh dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.  Maklumat ini membuat jamaah umroh untuk sementara waktu tidak bisa berangkat. Akibatnya, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji/KBIH yang sudah membayar dan menjadwal keberangkatan jamaah umroh kebingungan. Apalagi sejumlah KBIH  sudah menjadwalkan sejumlah keberangkatan jamaah pada awal Maret 2020 .

Salah satunya adalah KBIH Thoriqul Janah yang beralamat di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang Kota. KBIH ini rencananya pada tanggal 6 Maret 2020 akan memberangkatkan rombongan jamaah umroh sebanyak 15 orang. “Bulan ini kita sudah memberangkatkan 94 orang dan tanggal 6 ini akan kembali memberangkatkan sisa rombongan sebanyak 15 orang,” ujar Abdul Adhim pemilik KBIH Thoriqul Jannah kepada Jatimplus.ID.

Penghentian sementara ini jelas  membuat jamaah umroh  kecewa  karena tidak jadi berangkat. Apalagi saat ini seluruh  pembayaran hingga visa sudah selesai. Tinggal menunggu pemberangkatan ke tanah suci untuk ibadah.

Sesuai jadwal yang sudah dibuat,  manasik umroh terakhir akan digelar di kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Jombang pada hari Sabtu (29/2). “Setelah itu tinggal menunggu jadwal penerbangan dan ibadah,” imbuhnya.

Hingga saat ini Kelompok Bimbingan Ibadah Umrah  ini masih terus menerima kedatangan calon jama’ah yang ingin mendaftar umrah. Sejumlah koper untuk keberangkatan pun terus disiapkan bagi jama’ah rencananya berangkat ibadah umroh minggu depan. 

Menurut ketua IPHI Jombang ini, penghentian penerbitan visa umrah tersebut sangat janggal. Sebab penghentian ini sama saja dengan pelarangan ibadah bagi umat Islam. Padahal tanah suci itu adalah milik umat Islam seluruh dunia, tidak hanya Arab Saudi. Hanya saja kebetulan lokasinya berada di tanah suci.  Apalagi sebentar lagi musim haji yang merupakan ibadah wajib bagi umat muslim. “Apalagi warga Indonesia juga belum ada yang terkena serangan virus ini, kenapa juga mendapatkan imbas,” ujar Abdul Adhim.

Selain menutup akses masuk, menurutnya Kerajaan Saudi sebenatnya bisa menerapkan sistem pengetatan pengawasan masuk saja di bandara dan pintu lainnya. Cara ini bisa menjadi jalan bagi jamaah untuk bisa masuk jika sudah dinyatakan terbebas dari virus asal Wuhan Cina tersebut.

Apalagi setiap kali proses masuk ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh dan haji, jama’ah sudah melalui sejumlah rangkaian tes kesehatan. Mulai dari tes meningitis hingga tes kesehatannya lainnya. Sehingga seluruh jamaah bisa dipastikan sehat dan tidak mengidap virus yang sedang ditakutkan seluruh manusia di dunia ini.

Berdasarkan siaran Pers Kedutaan Republik Indonesia di Riyad Nomor: 014/PEN/II/2020 Kerajaan Arab Saudi pukul 02.40 bahwa dalam rangka  mendukung upaya penghentian penyebaran, pengendalian dan pemusnahan virus Corona (COVID-19) serta melakukan perlindungan yang maksimal terhadap keamanan warga, maka siapapun yang berencana datang ke wilayah Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan ibadah umroh dan ziarah Masjid Nabawi, pemerintah melakukan langkah proaktif  dengan melakukan penhentian untuk sementara waktu.

Reporter : Lufi Syailendra
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.