READING

Asyiknya Menikmati Sensasi Petik Strawberry di Tel...

Asyiknya Menikmati Sensasi Petik Strawberry di Telaga Sarangan Magetan

Tidak sekecut di daerah lain. Rasa buah strawberry di kawasan wisata telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur itu, lebih manis. Ukurannya pun juga jumbo.

MAGETAN- Kurnia Ningsih terlihat sudah tidak sabar. Begitu menjejakkan kaki di perkebunan, kedua bola matanya sontak berbinar binar. Sebuah kebun strawberry yang luas. Tumbuhan bernama latin Fragra, yang berarti wangi itu, tumbuh menghampar.

Meski hidup di media plastik daur ulang (polybag), tanaman yang di Perancis, Italia dan Spanyol disebut Fraise itu terlihat begitu subur. Daunnya rimbun. Begitu juga dengan buahnya. Lebat, merah dan ranum. Kurnia Ningsih tak bisa menyembunyikan gemasnya.

Seolah tak bisa dicegah lagi. Tangan wisatawan asal Kediri itu bergerak begitu saja. Strawberry yang siap kunyah itu, dia petiki. Sebagian besar masuk keranjang. Beberapa diantaranya dia cicipi. “Rasa manis asamnya pas. Airnya juga lebih melimpah,“tuturnya.

Wisata petik buah strawberry di Magetan. FOTO: JATIMPLUS.ID/moh fikri zulfikar

Ya, Kurnia Ningsih sedang berada di lokasi agrowisata petik buah strawberry Magetan. Umumnya, wisata petik buah biasanya apel atau jambu. Seperti yang ada di Kota Batu atau di Kabupaten Kediri. Karenanya, begitu tahu yang dipetik buah strawberry, tidak sedikit wisatawan tercengang.

“Apalagi ukuran buahnya lebih besar dan segar, “selorohnya sambil tak henti mengunyah. Strawberry sendiri tergolong tanaman yang sulit tumbuh di sembarang tempat. Dikembangbiakkan pertama kali di Amerika Utara, buah yang tidak tahan lama itu dinamai wuttahimheash atau berry hati.

Baca Juga : https://jatimplus.id/bocah-11-tahun-di-tulungagung-teridentifikasi-sebagai-homoseks/

Strawberry tumbuh liar di Italia sejak 234 SM. Orang Eropa mendapati pertama kali di Virginia pada abad 15 saat kapal mereka mendarat disana. Buah yang bernama Belanda Berry itu mulai dijual bebas di pasar London, Inggris sekitar tahun 1831.

Pada periode diatas tahun 1860, strawberry mulai banyak dibudidayakan di California. Dan sejak tahun 1900, buah rasa manis kecut itu menyebar di berbagai negara. Termasuk di Indonesia. Dengan petik langsung, Kurnia Ningsih mengaku puas. Selain lebih segar, dirinya juga bisa memilih sesukanya.

“Kalau metik sendiri ini enaknya kita bisa milih. Dan pastinya tidak ada yang busuk dan buahnya bagus-bagus,” ujarnya. Bandrol wisata petik buah di kebun yang berlokasi di sekitar wisata telaga Sarangan itu juga relatif terjangkau. Setiap kilonya Rp 120 ribu.

Baca Juga : https://jatimplus.id/nasi-goreng-tiwul-lereng-wilis-masakan-jawa-yang-menjerat-lidah/

Kalau harga segitu dirasa mahal dan ingin mendapat harga yang lebih murah, wisatawan bisa membeli hasil petikan petani. Setiap kilonya hanya Rp 70 ribu. “Yang penting jangan lupa menawar. Saya juga beli di petani yang awalnya dibanderol Rp 100 ribu. Setelah ditawar dapat Rp 70 ribu,”saran Kurnia.

Wisata Telaga Sarangan Magetan, Jawa Timur. FOTO: JATIMPLUS.ID/moh fikri zulfikar

Ellisa Rahmawati, salah satu pengelola kebun strawberry mengatakan, seluruh proses perawatan tanaman (strawberry) tidak menggunakan pestisida. Para petani sengaja menghindari bahan kimia. Semua proses dilakukan secara organik. Karenanya buah bisa dipetik dan dinikmati langsung di lokasi.   

“Tidak usah khawatir. Kebun Strawberry di sini tidak menggunakan pestisida. Sehingga pengunjung bisa memetik dan langsung dikonsumsi di tempat,” ungkapnya.

Baca Juga : https://jatimplus.id/lodho-masakan-paling-enak-di-jawa-selatan/

Seperti umumnya tempat wisata lain. Di setiap weekend, wisata petik buah itu selalu banjir kunjungan. Setiap hari Sabtu dan Minggu, rata rata buah yang terjual mencapai 100 kilogram.

Reporter : Moh. Fikri Zulfikar
Editor : Mas Garendi

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.