READING

Asyiknya Ospek Dengan Bersih bersih Sungai Brantas

Asyiknya Ospek Dengan Bersih bersih Sungai Brantas

Di sepanjang bantaran Sungai Brantas kawasan Kampung Warna Warni Jodipan, Kota Malang. Sampah rumah tangga itu dikais dan dikumpulkan sesuai jenisnya. Beberapa diantaranya hanyut terbawa arus sungai yang mengalir deras.

MALANG- Tidak menyerah begitu saja. Tangan tangan itu berusaha meringkus sampah yang berusaha lepas. Diburu dan diraih semampunya. Tidak sedikit yang berhasil diamankan. Namun banyak juga yang lolos terbawa air. “Seru mas, karena juga baru kali ini saya bersih-bersih kali Brantas ini, ”ungkap Zakaria salah satu siswa baru dengan ketawa  tawa.

Mereka tidak terlihat canggung. Begitu tiba dipinggir sungai celana langsung dilipat. Tanpa diaba aba, yang mengenakan lengan panjang pada melingkis bajunya. Ya, mereka adalah para siswa-siswi baru SMKN 3 Malang. Oleh panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau Ospek, ratusan anak didik baru itu dibawa ke bantaran Sungai Brantas.

Diarahkan menjumputi semua sampah yang berserak. Tidak hanya soal kebersihan. Kegiatan yang digelar sekolah ini juga dalam rangka melatih kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitar. “Kasihan, karena banyaknya sampah, kami sulit menemukan ikan. Hilangnya ikan di sungai pun saya kira juga akibat dari pencemaran sampah ini,”sambung Zakaria yang mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan.

Sampah yang menimbun bantaran itu datang dari hulu. Air membawanya hingga menumpuk di kawasan hilir. Sampah sampah itu berasal dari tangan orang orang yang tidak berfikir panjang. Mereka yang tidak pernah mengerti membersihkan sungai tidak segampang mengotorinya dengan sampah. Tentu saja sampah juga mencoreng wajah Kampung Warna Warni yang belum lama ini menjadi wisata urban.

“Bagi kami kegiatan ini bermanfaat untuk semakin  mengenal lingkungan sekitar, “tambah Zakaria.

Izzul Mutho’ guru sekaligus panitia MPLS SMKN 3 Malang mengatakan pengalaman di sekitar sekolah akan menjadi bekal siswa. Mereka tidak hanya tahu lingkungan sekolah. Namun juga memahami kawasan luarnya. Begitu lulus dan masuk dunia kerja, siswa diharapkan bisa menjalin keakraban dengan masyarakat.

“Karena tidak jarang kini anak-anak muda sudah sibuk dengan gadgednya tapi lupa dengan sekitarnya. Kita tanamkan agar para siswa memiliki sikap peduli,” ungkap Izzul.  Lebih jauh disampaikan bahwa problem sampah masih menjadi momok. Salah satunya dipicu tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah. Merasa ringan membuang sampah sembarangan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan.  

“Karenanya kegiatan ini bentuk dari pengenalan lingkungan, “kata Izzul yang di sekolah mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain bersih-bersih sungai, rangkaian acara MPLS juga diisi sosialisasi terkait peraturan sekolah. Untuk memupuk rasa cinta tanah air siswa juga mendapat pengarahan langsung dari para tentara dari Yonarhanud 2 Alap-alap Malang.

Reporter : Moh Fikri Zulfikar
Editor : Mas Garendi

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.