READING

Awas!, Bencana Alam Masih Mengintai Sampai Februar...

Awas!, Bencana Alam Masih Mengintai Sampai Februari 2019

SURABAYA- Banjir dan longsor masih mengintai sejumlah wilayah Provinsi  Jawa Timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, puncak musim hujan masih akan berlangsung pada Januari- Februari 2019.

Pada awal musim hujan lalu saja, yakni 11 Oktober-15 Desember 2018, tercatat ada 55 kasus tanah longsor dan 17 kasus puting beliung. Musibah alam itu melanda mulai Kabupaten Lamongan, Sidoarjo, Magetan, Kediri dan Nganjuk.

Artinya kewaspadaan harus terus ditingkatkan hingga Januari-Februari 2019. “Pada musim hujan 11 Oktober-15 Desember 2018 lalu, sebanyak 17 kali angin kencang (puting beliung) dan 55 kali tanah longsor, “ujar Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Suban Wahyudiono.

Data yang dihimpun BPBD Jatim, sebanyak 417 desa masuk kategori rawan bencana. Sebagian besar tersebar di wilayah selatan. Kabupaten Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Probolinggo.

Dari jumlah itu, 251 desa diantaranya berstatus desa tangguh.

Desa tangguh adalah desa yang memiliki fasilitas menghadapi bencana. Titik aman pengungsian  telah ditentukan. Rambu peringatan telah dipasang, termasuk dapur umum serta tenaga kesehatan saat bencana melanda sewaktu waktu.

Menurut Suban, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menghimbau seluruh kepala daerah untuk bersiaga di wilayahnya masing masing.

Dilansir dari sindonews.com, para kepala daerah diminta mulai mengecek fasilitas menghadapi bencana, yakni alat berat, posko, serta peningkatan intensitas pelaporan.

“Pak gubernur menghimbau agar bupati/walikota melakukan pemeriksaan pelaratan untuk bencana, “terangnya. Dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur 29 daerah diantaranya masuk kategori rawan bencana alam.

Sebanyak 22 kabupaten diantaranya rawan banjir. Sebab berada di daerah aliran sungai, yakni tujuh aliran sungai dengan lima diantaranya, termasuk Kali Brantas dan Bengawan Solo yang dikelola provinsi.

Dari 22 kabupaten/kota itu, 13 diantaranya juga rawan longsor. Semuanya berada di wilayah selatan.“Kita sudah memetakan ada 22 daerah yang rawan bencana banjir, “ungkapnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.