READING

Awas! Orang Tanpa Gejala Lebih Massif Sebarkan Vir...

Awas! Orang Tanpa Gejala Lebih Massif Sebarkan Virus

KEDIRI – Judul di atas bukan untuk mencibir atau mengucilkan para orang tanpa gejala (OTG), tapi sebagai pengingatan agar semakin waspada. Pasalnya belum lama ini ditemukan tambahan 13 orang tanpa gejala (OTG) yang dinyatakan positif corona di Kota Kediri. Mereka terinfeksi dari pasien sesama warga Kota Kediri.

Tambahan OTG yang diumumkan Walikota Kediri Senin (25/05) lalu merupakan warga Kelurahan Bawang dan Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren. Satu diantaranya adalah pasien asal Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Sebagian OTG memang karyawan pabrik rokok di Tulungagung. Namun sebagian lainnya merupakan warga biasa yang tidak pernah keluar kota. Bahkan ada yang masih usia anak-anak.

Temuan para OTG yang tinggi dan berasal dari berbagai rentang usia ini menjadi pertanda bahwa transmisi lokal di Kota Kediri kembali terjadi dan jumlahnya meningkat. “Transmisi lokal ini terjadi untuk kedua kalinya di Kota Kediri. Yang pertama dulu dialami oleh warga Perum Wilis (Kelurahan Pojok) yang menularkan ke suami dan anaknya,” terang Fauzan Adima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.

Menurut Fauzan keberadaan para OTG ini lebih berbahaya dari pada pasien yang telah menunjukkan gejala. Pasalnya para OTG tidak merasa sakit dan tidak sadar sedang membawa virus. Makanya mereka merasa lebih leluasa dan bebas untuk beraktivitas di luar rumah dan bertemu banyak orang.

Orang yang berinteraksi dengan para OTG pun tidak menyadarinya dan bisa jadi lengah dalam menerapkan social distancing. Perilaku inilah yang memicu transmisi lokal semakin massif dan meluas tak terkendali. Makanya Fauzan tidak bosan-bosan mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap enteng wabah covid-19.

Bagi Fauzan, memang tidak mudah untuk mengenali apakah orang di sekitar kita murni orang yang sehat atau diantara mereka ada yang menjadi OTG. Makanya hal yang memungkinkan untuk menghindarinya adalah mengurangi intensitas bertemu banyak orang. Masyarakat diminta untuk mengurangi keluar rumah, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak.

“Dengan adanya temuan pasien baru ini, kami himbau kembali kepada seluruh masyarakat Kota Kediri untuk lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.

Fauzan menyadari dengan banyaknya urusan terutama dalam hal ekonomi membuat pembatasan sosial ini tidak bisa diterapkan sepenuhnya di masyarakat. Pemerintah pun mencoba beradaptasi dengan menetapkan era new normal di kehidupan sehari-hari.

Selama masa new normal, masyarakat ditekankan untuk berdisiplin diri dalam menjalankan protokol kesehatan selama menjalankan aktivitas sehari-hari. Pola hidup bersih dan sehat sudah pasti menjadi kewajiban untuk diterapkan.

“Kalau masyarakat tidak disiplin maka siap-siap akan tertular,” tandasnya.

Untuk diketahui, para OTG saat ini menjalani isolasi di RS Kilisuci di Jalan Wakhid Hasyim, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri. Meski mereka dalam kondisi sehat, penanganan para OTG tetap ketat. Tidak boleh ada penjenguk dan para tenaga medis yang menanganinya diharuskan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.