READING

Bagaimana Melaporkan Tetangga Yang Parkir Sembaran...

Bagaimana Melaporkan Tetangga Yang Parkir Sembarangan

KEDIRI – Parkir kendaraan sudah menjadi persoalan umum di lingkungan perumahan perkotaan. Banyaknya warga yang memiliki mobil kerap tak diimbangi dengan kepemilikan garasi hingga memicu parkir sembarangan.

Persoalan ini dialami Bayu, penghuni Perumahan Wilis Indah di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Setiap hari Bayu selalu kerepotan untuk memarkir mobilnya meski di depan rumahnya sendiri. Jalan di depan rumahnya sangat sempit dan tak bisa menampung dua kendaraan roda empat saat berpapasan. “Saya juga tak punya garasi di rumah,” kata Bayu kepada Jatimplus.ID Senin 4 November 2019.

baca juga : Koperasi Ponpes Tebuireng Lembaga Pendidikan Sekaligus Pemberdayaan Masyarakat

Pengakuan Bayu sepintas terasa konyol. Membeli mobil tapi tak punya garasi. Namun jika melihat ukuran rumahnya yang berderet kecil-kecil, pendapat itu langsung bisa dibenarkan. Warga di perumahan Bayu lebih memilih membangun kamar atau ruang keluarga dari pada garasi mobil. Toh, mobil bisa ditaruh di luar tanpa mengurangi bagian rumah.

Akibatnya setiap pagi atau pulang kerja terjadi perdebatan kecil di antara pemilik mobil. Rata-rata mereka kesulitan untuk keluar atau memarkir mobil jika ada kendaraan yang diparkir tak semestinya. Padahal jalan tersebut sudah dibuat satu arah khusus untuk kendaraan roda empat agar tidak macet. “Kadang mengganggu pintu keluar jika ada yang memarkir mobil melebihi batas pagar,” keluh Bayu.

baca juga: Najwa Shihab Kasih Trik Baca di Ponpes Tebuireng Jombang

Lantas bagaimana cara melaporkan tetangga yang punya kebiasaan buruk memarkir mobil sembarangan?

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Mohamad Ferry Djatmiko menjelaskan persoalan parkir di luar jalan raya bukan menjadi bagian Dinas Perhubungan. Perumahan adalah kawasan khusus yang memiliki otonomi sendiri untuk mengatur parkir. “Biasanya warga punya mekanisme sendiri untuk mengatur parkir mereka,” kata Ferry saat dikonfirmasi Jatimplus.ID.

Pemerintah daerah, menurut Ferry bisa campur tangan jika memiliki peraturan daerah atau peraturan walikota yang mengatur secara khusus penggunaan fasilitas umum di perumahan. Jika terjadi pelanggaran atas pemanfaatannya, penindakan bisa dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai pengawal peraturan daerah. “Lapornya ke Satpol PP jika ada pelanggaran perda atau perwali,” jelas Ferry.

Sayangnya tak semua daerah memiliki regulasi soal itu. Terlebih lagi aturan tentang kewajiban memiliki garasi bagi pemohon Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga kini belum ada.

Membuat kesepakatan antar warga pemilik mobil tampaknya menjadi langkah paling bijak. Seperti yang dilakukan warga di Perumahan Persada Sayang Kediri. Para pemilik mobil sepakat memanfaatkan lahan kosong di perumahan menjadi tempat parkir bersama. Sebagai kompensasi, setiap pemilik mobil dikenai sumbangan Rp 2.000 per hari sebagai kas Rukun Tetangga. “Biaya itu untuk perawatan lahan parkir dan kebersihan,” tukas Mudjani, Ketua RT 20 Perumahan Persada Sayang.

Langkah ini juga lebih rasional dibanding memaksakan memarkir mobil di depan rumah yang tak memiliki luas jalan memadai. Apalagi sampai memasang kanopi yang menutupi setengah lebih badan jalan yang notabene merupakan jalan umum.

Penulis : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.