READING

Bahagianya Para Pasien yang Sembuh dari Corona di ...

Bahagianya Para Pasien yang Sembuh dari Corona di RSUD Gambiran

KEDIRI – Tepat dua minggu lalu, FT dan TR menginjakkan kaki di lobi RSUD Gambiran sebagai pesakitan. Keduanya datang dengan status pasien dalam penanganan yang kemudian menjadi pasien positif Covid-19. Dari hasil penelusuran, mereka diketahui tertular virus corona ketika mengikuti pelatihan haji di Asrama Sukolilo Surabaya.

Rasa terkejut, sedih, dan kesepian karena tidak ada keluarga yang menemani pun bercampur aduk dalam benak mereka. Momok menyeramkan karena sering mendengar berita kematian akibat virus ini pun sempat menghantui. Namun asa untuk bisa sembuh tetap terpatri dalam sanubari. Perawatan intensif di ruang isolasi pun dijalani dengan sabar dan tabah.

Di tengah kondisi terendah itulah, FT, 49 tahun, dan TR, 42 tahun, selalu didampingi para petugas kesehatan. Tidak hanya telaten merawat fisik saja, para petugas juga selalu memotivasi mereka agar segera sembuh. Jelas hubungan ini membuat kedekatan emosional di antara mereka terjalin.

Usaha dan doa yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil yang manis. Kini FT dan TR dinyatakan sembuh dan bisa kembali pulang. Tidak seperti pasien-pasien sebelumnya, kepulangan mereka dilepas para tenaga medis dengan rasa haru. Tampak wajah-wajah mereka diliputi kebahagiaan dengan tatapan mata berkaca-kaca.

“Saya tak bisa berkata apa-apa. Terima kasih sudah merawat saya sampai sembuh. Semoga Allah membalas kebaikan semua pegawai rumah sakit ini,” kata FT menahan air mata.

TR pun merasakan hal yang sama. Ibu rumah tangga ini juga merasa sangat terbantu dengan segala usaha yang dilakukan para tenaga medis di RSUD Gambiran. “Selama di sini saya dirawat dengan sangat baik oleh para petugas. Mulai gizi makanan sampai perawatan medis, semua dilakukan sangat baik,” kata TR dari balik masker medis yang dikenakan.

Selain menerima ucapan selamat atas kesembuhannya, FT dan TR juga diberikan seikat bunga sebagai tanda mata dari seluruh staf RSUD Gambiran. Keduanya kemudian diantarkan pulang ke rumah masing-masing pada hari Rabu (22/04).

Sementara itu, Dr. Fauzan Adima, Direktur RSUD Gambiran mengatakan pemberian kehormatan kepada para pasien Covid-19 yang sudah sembuh ini untuk menyemangati mereka setelah berjuang melawan virus. Selain itu, proses perawatan yang panjang turut membentuk ikatan emosional antara pasien dengan para perawat dan dokter di ruang isolasi.

“Kita bisa bayangkan saat semua orang menjauhi mereka, para perawat dan dokter justru mendekat dan merawat dengan tulus. Resikonya menjadi sama. Karena itu kesembuhan ini adalah perjuangan bersama antara pasien dan tenaga medis,” terang Fauzan.

Kesembuhan ini bagi Fauzan merupakan bentuk optimisme yang bisa ditularkan di masyarakat dalam melawan Covid-19. Pasien yang sembuh diharapkan bisa mengajak orang di sekitarnya untuk selalu mematuhi ketentuan pemerintah. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Fauzan juga sangat mengapresiasi usaha semua petugas RSUD Gambiran. Berkat ketulusan dan ketelatenan mereka, para pasien bisa tertangani dengan baik. “Tetap semangat karena beban kesehatan masyarakat ada di pundak kita,” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.