Balada Selfie Dengan Miyabi

BALI – Aktris Maria Ozawa merasa dilecehkan petugas Imigrasi Denpasar. Dia merasa dieksploitasi menjadi figur pengundang syahwat meski telah pensiun dari industri film dewasa.

Selasa 6 Nopember 2018 menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh Maria Ozawa. Aktris film dewasa yang dikenal dengan nama Miyabi ini tak pernah berpikir akan berurusan dengan petugas Imigrasi saat bertandang ke Pulau Dewata. Apalagi kedatangannya ke Indonesia bukan pertama kali.

Beberapa waktu lalu, tepatnya di tahun 2010, Miyabi juga pernah mendarat di Indonesia. Tak sekedar melancong, kedatangan Miyabi itu untuk mengikuti pembuatan film besutan Findo Purwono. Fim bergenre komedi romantis itu diberi judul Menculik Miyabi.

Maria memang menjadi tokoh utama di film itu. Bukan untuk beradegan dewasa, sosok Maria bahkan ditampilkan sebagai pesohor ternama yang memiliki banyak penggemar di Indonesia. Adu aktingnya dengan Nicky Tirta juga sukses menampilkan plot demi plot yang jauh dari kesan porno. Sang sutradara tampaknya berusaha kuat menyembunyikan image Maria sebagai pemain film dewasa agar tak kehilangan konteks cerita.

Respon penikmat film nasional pun cukup positif menyambut film itu. Demikian pula Maria Ozawa yang meninggalkan segudang pujian terhadap keramah-tamahan masyarakat Indonesia, terutama para kru dan pemain film yang bekerjasama dengannya. “Masyarakat Indonesia sangat ramah,” kata Miyabi dalam komentarnya yang dimuat sejumlah media massa.

Kesan positif itu pula yang membuat Maria mengaku tak sabar untuk kembali ke Indonesia. Kegembiraan itu disampaikan melalui video pendek yang mengabarkan rencana kedatangannya dan mengajak masyarakat Indonesia untuk bertemu.

“Halo Indonesia, ini Maria Ozawa dan saya ingin mengundang kalian semua ke ulang tahun Barbie di pesta tropikal pada 6 November 2018. Saya pasti datang ke pestanya dan saya tidak sabar bertemu kalian semua dan kita semua akan bersenang-senang. Jadi kalian harus datang dan sampai bertemu,” salam Miyabi melalui sebuah video singkat yang diunggah Nouva Barbie, sahabat sekaligus pengundang  Maria ke Indonesia yang berprofesi sebagai Disc Jockey.

Namun pandangan Maria terhadap Indonesia seperti dijungkirbalikkan setelah peristiwa pemeriksaan oleh petugas Imigrasi Denpasar yang disebutnya sebagai malam horor. Maria yang tengah mendatangi undangan pesta ulang tahun sahabatnya di Denpasar tiba-tiba dicokok petugas Imigrasi. Dia disangka sedang melakukan pekerjaan esek-esek di tempat itu.

Alhasil, belum kelar tuan rumah menjamu Maria, dia lebih dulu dikeler ke kantor Imigrasi. Pemeriksaan seputar aktivitas dan dokumen keimigrasian Maria yang berlangsung selama tiga jam hingga Rabu dini hari menggetarkan sang pesohor. Apalagi pemeriksaan yang menarik perhatian masyarakat dan media tanah air ini tak membuktikan pelanggaran sedikitpun yang dilakukan Maria.

Melalui status instagramnya, Maria Ozawa tak bisa menyembunyikan kekecewaan yang luar biasa kepada petugas Imigrasi Denpasar. Dia merasa direndahkan lantaran sikap dan pandangan petugas Imigrasi yang mencurigainya tengah melakukan perbuatan yang melanggar norma di Indonesia. “Ujung-ujungnya (setelah melakukan pemeriksaan), mereka melakukan swafoto (selfie) tanpa persetujuan saya,” ungkap Maria kecewa.

Berkembang kabar bahwa alasan petugas Imigrasi Denpasar mendatangi Maria lantaran poster acara yang dibuat penyelenggara. Poster bertuliskan ‘Tropical Pirates Boat Party’ dengan tulisan lain ‘Birthday Bash Barbie Nouva with Maria Ozawa’ itu menampilkan sosok Maria dengan cukup sexy. Selain itu, ada informasi tiket untuk mengikuti acara itu dengan nilai puluhan juta rupiah. “Karena itu kami menurunkan petugas untuk mengecek meski hasilnya Maria tak melakukan kegiatan apa-apa selain sebagai tamu,” kata Kabag Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi Theodorus Simarmata seperti dikutip CNNIndonesia.

Namun nasi telah menjadi bubur. Maria Ozawa terlanjur menjalani pemeriksaan yang dianggapnya tidak wajar. Pandangannya tentang Indonesia yang toleran dan ramah berubah menjadi kekecewaan.

Tak sedikit warganet Indonesia yang ikut menyesalkan peristiwa itu dan menyampaikan permintaan maaf. Mereka meyakinkan Maria bahwa peristiwa yang dialaminya hanyalah ulah segelintir masyarakat Indonesia saja.

“Maaf mengenai itu, Maria. Selamat datang di Indonesia. Jangan menyerah datang ke Indonesia lagi. Berhati-hatilah dan selamat berlibur,” ucap @winsthen.

“Gimana nih @ditjen_imigrasi? Kelakuan anak buah kalian norak, menjijikan. Bukannya kalian itu gerbang pertama negara ini ya?” keluh @althediscreet

“Malu-maluin nih petugas imigrasi Bali. Pihak terkait usut nih anak buahnya, sampe bikin status di Facebook tuh Maria Ozawa nya,” ungkap @rhiner97 malu. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.