READING

Bantuan Desa Kabupaten Trenggalek Terendah di Jawa...

Bantuan Desa Kabupaten Trenggalek Terendah di Jawa Timur

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan tunai senilai Rp 14,3 milliar kepada 135 desa. Kabupaten Trenggalek menerima anggaran paling kecil dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

Bantuan keuangan desa yang digelontorkan dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2019 ini untuk mempercepat pembangunan desa propinsi ini. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap bantuan tersebut bisa disinergikan dengan Alokasi Dana Desa yang dikucurkan pemerintah pusat.

“Saya berharap program ini tidak sepyur-sepyur, artinya terintegrasi. Sehingga intervensi untuk setiap desa ini menjadikan masing-masing desa maju dan mandiri,” kata Khofifah kepada wartawan di Surabaya.

Khofifah menjelaskan bantuan tersebut diberikan kepada 10 kabupaten dengan 135 desa tertinggal di Jawa Timur. Setiap desa menerima dana yang berbeda, menyesuaikan pengajuan dari masing-masing desa.

Kabupaten Trenggalek yang merupakan bekas daerah kepemimpinan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menerima bantuan keuangan paling sedikit, yakni Rp 100 juta. Padahal kondisi perekonomian masyarakat di Trenggalek paling tertinggal di wilayah Jawa selatan.

Penerima bantuan keuangan terbesar diperoleh Kabupaten Pasuruan dengan nilai Rp 4,9 milliar. Disusul dengan Kabupaten Bojonegoro yang menerima bantuan Rp 4,03 milliar. Demikian pula dengan Kabupaten Jombang yang menerima bantuan terbesar ketiga dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 1,7 milliar.

Khofifah berharap bantuan ini bisa mengentaskan 361 desa yang berstatus tertinggal di wilayahnya pada tahun 2020 mendatang. Data tersebut diperoleh dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, menurut Khofifah, telah berkembang cukup pesat. Ini tampak dari penurunan jumlah desa tertinggal yang sebelumnya sebanyak 1.208 desa di tahun 2018, kini hanya tersisa 361 desa. Karena itu target membebaskan Jawa Timur dari desa tertinggal di tahun 2020 bukanlah hal yang mustahil.

Tak hanya mengucurkan bantuan tunai, Khofifah Indar Parawansa juga menyiapkan 36 perguruan tinggi untuk melakukan pendampingan kepada 361 desa tertinggal ini. Salah satu bentuknya adalah menjadikan desa-desa tersebut sebagai lokasi kuliah kerja nyata (KKN).

Meski bersifat bantuan, Khofifah memastikan jika seluruh penggunaan dana tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan dan diaudit.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.