READING

Banyuwangi Berkebun, Upaya Tingkatkan Luas RTH

Banyuwangi Berkebun, Upaya Tingkatkan Luas RTH

Banyuwangi Berkebun merupakan gerakan urban farming di bawah naungan Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang (CKPR) Kabupaten Banyuwangi. Tahun ini sudah tahun ke-5, konsen pada program penghijauan dengan membagikan 1000 batang bibit sawo kecik. Bibit ini rencananya akan dibagikan kepada kelompok-kelompok masyarakat, komunitas, lembaga, dan perorangan pada 29 November 2019.

Kegiatan ini merupakan upaya membagikan semangat bercocok tanam di kalangan masyarakat. Penanaman bibit sawo kecik sebagai upaya pemanfaatan ruang  untuk menambah titik ekologi. Secara teknis, kegiatan ini akan bekerjasama dengan Sekolah Adat Kampoeng Batara, Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Menurut Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PU CKPR Kabupaten Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, pembagian 1000 batang bibit tanaman ini merupakan upaya pemanfaatan ruang terbatas bagi pegiat lingkungan maupun masyarakat perkotaan. Harapannya, menambah titik ekologi dan memberi manfaat edukasi bagi masyarakat.

“Setidaknya di setiap perumahan ada sarana fasilitas umum dan fasilitas sosial yang bisa dijadikan kebun komunitas untuk warga perumahannya,” kata Bayu.

Bayu menambahkan, target ke depan bisa memunculkan pegiat-pegiat lingkungan yang bisa memanfaatkan lingkungan pekarangan. Mereka akan aktif dan konsisten bercocok tanam, mulai dari sayuran, buah-buahan, dan juga tenaman penghijauan (ayoman).

Kepala Bidang Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang Kabupaten Banyuwangi Bayu Hadiyanto. Foto: dok. Banyuwangi Berkebun.

Tidak hanya melakukan pembagian 1000 batang bibit, Dinas PU juga akan melakukan aksi penanaman di lokasi Kampoeng Batara Papring. Aksi ini juga akan melibatkan anak-anak dan berbagai komunitas.

Bayu ingin mengampanyekan bahwa berkebun tak hanya di lahan luas, tapi lahan sempit pun bisa. Hidroponik dan tabulampot merupakan teknik bertanam di lahan sempit yang bisa diterapkan.

Sejauh ini, di Banyuwangi baru ada 4 komunitas binaan Banyuwangi Berkebun yang aktif mengembangkan konsep pemanfaatan lahan terbatas yaitu di GOR Tawang Alun, Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Glagah, dan Kecamatan Blimbingsari. Bertambah lagi dua lokasi yaitu Elaran dan Singotrunan.

“Yang terbaru di Kampoeng Batara Papring, Kalipuro,” tambah Bayu.

Selain komunitas berkebun, Banyuwangi punya E-Park seluas 2.000 meter persegi, berfungsi sebagai sarana ekologi, edukasi, dan ekonomi bagi masyarakat. Dulunya lahan ini merupakan lahan tidak produktif. Kini, tiap hari taman ini banyak dikunjungi orang. Untuk menikmati taman hijau dan kegiatan belajar membuat taman di lahan pekarangan.

Di E-Park, masyarakat bisa melihat percontohan hidroponik, pengelolaan terintegrasi kotoran ternak menjadi pupuk tanaman, dan cara merawat tanaman organik.

“Kita mendorong tumbuh dan keberlanjutannya kebun komunitas di perkotaan. Upaya ini merupakan bagian dari penambahan 1%  kekurangan luasan RTH,” kata Bayu.

Kegiatan lain untuk menggiatkan berkebun, Dinas PU juga menggelar lomba taman kantor dan taman lingkungan. Hal itu dilakukan sebagai upaya pemenuhan RTH yang diamanatkan oleh Undang-Undang (UU) Nomor 26 tahun 2007, tentang penataan ruang. RTH di kawasan perkotaan seluas 30%. RTH Publik seluas 20% dan RTH privat (perkantoran dan di lingkungan) seluas 10%. Sementara Banyuwangi baru seluas 17,5% dari total luas kabupaten (ADV).

Reporter: Widie Nurmahmudy
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.