READING

Banyuwangi Punya “Perkawinan” Makanan ...

Banyuwangi Punya “Perkawinan” Makanan Khas Jawa

BANYUWANGI – Makanan khas Jawa seperti pecel dan rujak menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakatnya, khususnya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Namun ada yang tak biasa dari penyajian dua makanan khas Jawa tersebut. Di Banyuwangi, pecel maupun rujak “dikawinkan” dengan berbagai makanan lain sehingga menjadi satu sajian yang unik dan enak.

Beberapa makanan khas Jawa seperti pecel ataupun rujak oleh masyarakat Banyuwangi dicampur dengan menu-menu lain seperti soto, kare, rawon, atau bakso. Wah, kira-kira mengapa masyarakat Banyuwangi suka mencampur dua makanan dalam satu sajian ya?

Menurut pendapat Budayawan Banyuwangi, Aekanu Hariyono, kuliner merupakan salah satu produk budaya yang dipengaruhi oleh latar belakang adanya ragam suku yang hidup berdampingan. Seperti suku Jawa, Osing, Madura, dan Mandar yang ada di bumi Blambangan.

“Budaya setempat itu kalau dibilang asli ya tidak. Ada karena saling berpengaruh. Di Banyuwangi produk budaya itu campuran karena latar belakang kompleksitas suku yang ada. Tari, makanan, jadi campur-campur dan justru jadi menarik karena menjadi khas,” terang Aekanu kepada Jatimplus.ID, Selasa (23/7/2019).

Selain adanya kompleksitas berbagai suku, menurut Aekanu, pengaruh keberanian dari sikap Osing yang egaliter turut mempengaruhi khasanah perkulineran di Banyuwangi, terutama di wilayah Kecamatan Banyuwangi atau di pusat kota. Meskipun terlihat unik dan membuat penyantapnya mengernyitkan dahi ketika pertama kali mencobanya, tapi 4 makanan ini justru diburu pecinta kuliner nusantara ketika bertandang ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java. Apa saja keempat makanan khas Banyuwangi itu?

1. Rujak Soto
Sesuai dengan namanya, kuliner satu ini memadukan rujak dan soto dalam satu mangkok. Ulekan kacang tanah, petis ikan, gula merah dan bumbu lainnya yang telah diulet dengan sayuran, lantas disiram dengan kuat soto yang masih mengepul. Kuah kuning soto akan berubah menjadi kecoklatan karena bercampur dengan pekatnya bumbu rujak.

Rujak Soto khas Banyuwangi. FOTO: JATIMPLUS.ID/Suci Rachmaningtyas.

Belum lagi potongan babat sapi dengan potongan kotak yang menambah kuah soto semakin gurih. Selain babat, biasanya ada pilihan lauk lainnya. Seperti daging ayam, ati ampela, atau ceker dan kepala ayam. Jika diaduk, lontong dan telur rebus pun turut bergelimang dengan taoge, kacang panjang, kangkung, dan mentimun. Jangan ketinggalan kerupuknya ya.

2. Pecel Rawon
Wah, makanan satu ini patut dicoba saat berkunjung ke Banyuwangi. Makanan khas Jawa Timur ini sangat cocok disantap saat sarapan. Kuah rawon yang kaya bumbu rempah akan bertemu dengan rasa gurih kacang dan pedasnya cabai rawit sambel pecel. Segarnya daun jeruk di dalam racikan rawon membuat kuliner satu ini tak hanya gurih, pedas dan manis tapi juga segar nampol.

Pecel Rawon Khas Banyuwangi. FOTO: JATIMPLUS.ID/Suci Rachamningtyas.

Pecel rawon Banyuwangi biasanya disajikan dengan berbagai pilihan lauk pauk. Seperti empal sapi, paru goreng, udang doreng, dan remukan rempeyek yang semakin bikin nikmat paduan kuliner pecel dan rawon ini. Pecinta kuliner dapat menjumpai pecel rawon di pusat kota Banyuwangi tak jauh dari kantor bupati.

3. Pecel Kare
Kuliner wajib santap selanjutnya yakni pecel kare Banyuwangi. Kuliner satu ini pas disantap saat sarapan maupun menjelang makan siang. Tapi siap-siap antri ya, karena di Warung 99 selalu dipenuhi pengunjung setiap harinya. Warung 99 buka dua cabang di Kecamatan Rogojampi, dan satu cabang di pusat kota Banyuwangi.

Bumbu pecel yang gurih legit pedas dikawinkan dengan harumnya kuah kare. Santan kare yang gurih melebur bersama bumbu pecel yang pedas pedas manis. Ayam kampung yang empuk semakin menambah kegilaan saat menyantapnya. Selain ayam kare, pengunjung dapat memilih ragam lauk lainnya seperti telur, dendeng ragi, ayam goreng, atau atam bumbu merah. Lezatnya pecel kare semakin nampol saat Anda juga menyantap peyek ebi dan kerupuk beras yang kriuk.

4. Rujak Bakso
Gimana sih kira-kira kalau bakso dicampur sama rujak? Wow, bumbu rujak yang sudah digerus halus, dicampur dengan sayur mayur, lalu disiram dengan kuah bakso yang masih mengepul. Hmm..kebayang dong gimana rasa petis udang yang gurih bertemu sama kuah kaldu yang bikin selera makan langsung memuncak. Yang bikin semakin gurih, pentol pada rujak bakso biasanya digoreng terlebih dahulu. Mau coba? Ayo datang ke Banyuwangi dan cobain empat makanan khas ini yaa..

Reporter : Suci Rachmaningtyas
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.