READING

Baru Jadi Pecinta Drama Korea, Ini Yang Harus Dila...

Baru Jadi Pecinta Drama Korea, Ini Yang Harus Dilakukan

Keberadaan wabah COVID-19 membuat sebagian besar orang harus berdiam diri di rumah. Tidak banyak opsi hiburan untuk membunuh kebosanan. Selain mengubek-ubek media sosial, masyarakat memilih menyalakan televisi sepanjang hari meski tidak benar-benar menonton program yang sedang ditayangkan.

Langkanya program TV dalam negeri yang dianggap menghibur, membuat beberapa orang bergerilya mencari tayangan yang sesuai selera. Mereka akhirnya melabuhkan pilihan pada aplikasi streaming film hingga saluran TV berbayar. Dari sekian banyak jenis hiburan, yang cukup difavoritkan adalah k-drama atau biasa dikenal dengan istilah drakor (drama korea, red).

Beberapa artis tanah air pun ikut meramaikan dunia per-drakor-an dengan mengunggahnya ke media sosial. Pamor drakor pun semakin moncer di kalangan masyarakat yang haus akan hiburan. Minat pasar ini akhirnya dilirik oleh beberapa stasiun televisi dengan berbondong-bondong menayangkannya. Diawali dengan kesuksesan The World of The Married yang ditayangkan di Trans TV pertengahan Mei lalu, kini semakin banyak judul drakor yang ikut tayang.

Beberapa judul yang sedang tayang seperti Legend of The Blue Sea (Indosiar), Touch Your Heart (Trans TV), She Was Pretty (GTV), Suspicious Partner (NET TV), dan masih banyak lagi. Memang drakor bukan hal baru bagi TV nasional. Indosiar dalam hal ini menjadi pemain lama (meski tidak konsisten). Untuk penikmat acara TV pasti masih ingat dengan drakor berjudul Jewel In The Palace, Dong Yi, hingga drama dengan latar belakang kehidupan modern seperti Sassy Girl, Full House, hingga Boys Before Flower.

Menonton drakor bukan sebuah aib kok. Terlepas dari stigma negatif terhadap orang-orang Korea (khususnya Korea Selatan), tidak ada salahnya ketika kita menjadi penikmat produk hiburan mereka. Tidak bisa dipungkiri, ada banyak hal yang tidak kita temukan di drama produk dalam negeri. Mulai dari ide cerita yang fresh, alur drama, plot twist, sinematografi, hingga kualitas akting dari para pemerannya.

Lantas bagaimana dengan kalian yang baru saja tertarik dengan drakor dan ingin mencoba ikut menikmatinya? Berikut beberapa tips bagi pendatang baru di dunia per-drakor-an Indonesia.

Pilih genre drama

Ada banyak genre di dunia drakor. Mulai dari thriller, horror, romantic, comedy, saeguk (berlatar belakang sejarah), hingga drama keluarga yang memotret kehidupan sehari-hari. Dalam menentukan drama mana yang akan ditonton, pilih genre yang paling disenangi dulu. Hal ini bisa ditunjukkan oleh genre film yang kita anggap menarik. Jangan mengambil risiko asal menonton drama karena jika salah pilih, maka stigma “drakor tidak menarik” menjadi semakin besar.

Minta rekomendasi dari teman pecinta drakor

Saat ini semakin banyak orang yang menyukai drakor. Bisa jadi saudara kandung kita, teman satu circle, atau kenalan di media sosial. Kita juga bisa browsing di internet, drama apa saja yang paling banyak ditonton orang. Kita bisa membaca sinopsisnya sekilas untuk kemudian memutuskan apakah drama tersebut cocok untuk kita atau tidak.

Fokuskan perhatian pada alur cerita

Jangan gagal fokus pada bahasa dan nama-nama tokoh di dalamnya. Memang dua hal ini membuat banyak orang enggan menonton drakor karena harus mendengarkan bahasa yang asing dan nama-nama yang sulit untuk diingat. Makanya fokus saja pada tokoh dan cerita yang ada di dalamnya.

Toh semakin berjalannya waktu, kita secara tidak sadar akan ingat nama panggilan tokoh dalam cerita karena cukup sering disebutkan dalam dialog. Beberapa wajah pemeran mungkin juga terlihat sama bagi kita. Tidak apa-apa, ikuti saja ceritanya dulu karena membedakan wajah pemeran pun perlu pembiasaan.

Jika memang benar-benar tidak mengerti jalan cerita karena dibingungkan oleh kemiripan wajah pemeran, kita bisa bertanya pada teman yang memberi rekomendasi. Atau cukup mencari informasinya di internet.

Pilih drama dengan alur sederhana

Ada banyak jenis alur cerita yang diangkat dalam sebuah drakor. Ada yang memakai alur maju, mundur, dan juga campuran. Jika kita penikmat baru dan masih asing dengan nama, bahasa dan wajah pemeran, usahakan untuk mencari drama dengan alur yang sederhana. Hal ini untuk menghindarkan kita dari rasa stress ketika menonton akibat tidak memahami isi dari drama tersebut.

Mulai dengan menonton film

Memang drakor dikenal sebagai cara membunuh kebosanan yang paling efektif. Panjangnya durasi dan banyaknya episode di setiap judul drakor membuat penikmatnya sering lupa waktu.

Untuk kalian yang tidak memiliki banyak waktu luang, kalian bisa menikmati produk filmnya saja karena setiap judul dibuat lebih ringkas dan tidak memerlukan waktu yang lama. Beberapa contoh film yang cukup difavoritkan adalah Train To Busan, Parasite, dan Extreme Job.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.