READING

Baru Menikah, Pria Ini Ingin Jadi Wanita

Baru Menikah, Pria Ini Ingin Jadi Wanita

SURABAYA – Yoyok Prasetyo, pria asal Tuban gagal mendapatkan identitas baru sebagai perempuan. Namun demikian dia telah sukses menikahi pasangan laki-lakinya di Bali beberapa waktu lalu.

Yoyok Prasetyo sebelumnya mengajukan permohonan pergantian identitas dari pria menjadi wanita ke Pengadilan Negeri Surabaya. Tak hanya berganti kelamin, warga Kedung Tarukan Surabaya ini juga mengajukan perubahan nama menjadi Denessia Prasetyo. Permohonan itu diajukan ke pengadilan dengan nomor pendaftaran 1360/Pdt.P/2018/PN Sby.

Yoyok adalah seorang LGBT yang sukses melangsungkan pernikahan sesama jenis dengan pria asal Scotlandia di Bali. Tidak diketahui persis kapan pernikahan sejenis itu berlangsung. Tampaknya pernikahan itu dilakukan secara tertutup untuk menghindari perhatian publik.

Usai melangsungkan pernikahan, Yoyok berniat mengajukan pergantian kelamin secara hukum. Dia ingin menjadi perempuan agar bisa setara dengan pasangan lain di Indonesia.

Namun tanpa alasan pasti, Yoyok tiba-tiba mengurungkan niatnya. Dia mencabut surat permohonan pergantian identitas dan nama di Pengadilan Negeri Surabaya. Melalui kuasa hukumnya, Yoyok mencabut permohonan lantaran tak bisa menunjukkan surat keterangan operasi kelamin dari rumah sakit Puket Thailand berbahasa Indonesia. Surat keterangan yang ditunjukkan Yoyok di hadapan majelis hakim masih tertulis bahasa Thailand.

“Karena pada saat sidang, itu ada surat keterangan dari rumah sakit Thailand sana. Karena Pengadilan Negeri (PN) Surabaya bukan pengadilan internasional, maka bukti-bukti harus berbahasa Indonesia,” kata Humas Pengadilan Negeri Surabaya Sigit Sutriono seperti ditulis detik.com, Senin 26 November 2018.

Untuk memenuhi syarat formal, mestinya surat itu diterjemahkan terlebih dulu ke bahasa Inggris, untuk kemudian diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Indonesia. Namun hingga batas waktu yang diberikan Pengadilan Negeri Surabaya, Yoyok tak bisa memberikan dokumen itu.

Hal itulah yang kemudian membuat Yoyok dan kuasa hukumnya melakukan pencabutan perkara pada tanggal 13 November 2018. Dengan demikian Yoyok dipastikan gagal mendapatkan identitas baru sebagai perempuan.

Yoyok bukanlah satu-satunya pria yang mengajukan permohonan ganti kelamin di Pengadilan Negeri Surabaya. Seorang pria lain benama Avika Warisman juga mengajukan pergantian kelamin menjadi perempuan. Hakim pengadilan meluluskan permintaan itu dan memberikan ketetapan identitas baru kepada Avika sebagai perempuan.

Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Pujo Saksono yang memutus perkara itu tak melihat hal yang memberatkan atas pengajuan pergantian kelamin Avika. Sejak kecil, hormon Avika sudah mengarah pada jenis kelamin perempuan meski secara fisik seorang laki-laki. “Sejak kecil gennya mengarah ke perempuan. Alat kelaminnya tidak berkembang dengan baik,” kata Pujo Saksono.

Dalam persidangan, hakim juga sempat mempertanyakan apakah Avika pernah mengalami mimpi basah di masa puber. Ternyata Avika tak pernah merasakannya. Dia juga tak tertarik pada perempuan dan selalu berdandan layaknya wanita.

Alasan yang menguatkan Avika juga telah melakukan operasi pergantian kelamin di RSU Dr. Soetomo. Sejumlah dokter yang terlibat dalam operasi itu juga hadir untuk memberikan kesaksian di persidangan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.