READING

Begini Aturan Bepergian Keluar Kota Via Kereta Api...

Begini Aturan Bepergian Keluar Kota Via Kereta Api Selama Pandemi

KEDIRI – Menghadapi new normal, beberapa jalur perjalanan ke luar kota sudah mulai dibuka. Salah satunya moda transportasi kereta api (KA). Meski sudah diperbolehkan bepergian, masyarakat masih harus mematuhi aturan yang semakin diperketat demi menghadapi wabah virus yang belum sepenuhnya melandai.

Wahyudi, Kepala Stasiun Kediri menjelaskan bahwa untuk saat ini KA yang beroperasi masih sebatas kereta lokal Dhoho jurusan Surabaya-Blitar PP (pulang-pergi, red). Sedangkan KA jarak jauh via Stasiun Kediri seperti KA Kahuripan jurusan Blitar-Bandung (Stasiun Kiaracondong) rencananya akan beroperasi mulai tanggal 12 Juni.

“Untuk kereta jarak jauh tujuan Jakarta sementara ini belum ada rencana dibuka. Masih menunggu perkembangan selanjutnya,” terang Wahyudi, Rabu (10/06).

Untuk itu, Wahyudi menyarankan kepada masyarakat Kota Kediri yang ingin bepergian ke Jakarta dengan menggunakan kereta sebaiknya berangkat dari Surabaya. Namun demikian, nampaknya masyarakat tidak bisa menempuh perjalanan ke Jakarta dalam jangka waktu sehari (langsung berangkat).

Pasalnya kereta dari Stasiun Kediri ke Surabaya berangkat pukul 06.14 WIB dan sampai Surabaya (Kota) pukul 10.30 WIB. Sedangkan kereta dari Surabaya (Pasar Turi) ke Jakarta via Kereta Luar Biasa (KLB) eksekutif berangkat pada pukul 05.10 WIB. Sedangkan kereta ekonomi berangkat pukul 06.30 WIB.

“Jadi kalau mau naik kereta ke Surabaya harus ancang-ancang sehari sebelumnya. Menginap dulu di sana baru kemudian meneruskan perjalanan ke Jakarta keesokan harinya,” bebernya.

Untuk diketahui, tarif KA lokal Kediri-Surabaya saat ini Rp 15 ribu. Sedangkan untuk KA eksekutif Surabaya-Jakarta dipatok tarif Rp 750 ribu. Untuk kereta ekonomi dengan tujuan yang sama tarifnya lebih murah yakni Rp 400 ribu.

Wahyudi mengingatkan bahwa ada banyak syarat ketika hendak naik kereta lokal. Penumpang diwajibkan mengenakan masker dan mengenakan busana pelindung (lengan panjang/jaket). Sebelum berangkat, ada pengecekan suhu badan dan tidak boleh melebihi 37,3 derajat celcius. Penumpang yang naik tidak dalam keadaan flu, pilek, batuk, dan demam.

“Kalau tidak memenuhi satu dari ketentuan tersebut, perjalanan harus dibatalkan,” tegasnya.

Sedangkan untuk kereta jarak jauh ada tambahan syarat lain. Selain masker, penumpang harus mengenakan face shield selama perjalanan. Selain itu harus menunjukkan keterangan hasil negatif PCR test (berlaku 7 hari) atau hasil non reaktif rapid test (berlaku 3 hari). “Bila daerah asal penumpang tidak memiliki fasilitas rapid test dan PCR, penumpang boleh menunjukkan surat keterangan bebas flu, pilek, dan demam yang dikeluarkan oleh puskesmas/dokter rumah sakit,” tambahnya.

Khusus untuk penumpang yang akan bepergian ke Jakarta, harus membuat Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang bisa diperoleh secara daring dengan melengkapi berkas di SIKM Jakarta. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.