READING

Begini Cara Penderita Maagh dan Diabetes Berpuasa

Begini Cara Penderita Maagh dan Diabetes Berpuasa

KEDIRI – Menjalankan ibadah puasa adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Namun untuk pengidap gangguan maagh dan diabetes, harus hati-hati agar tak kambuh saat puasa.

Penderita maagh dan diabetes, dalam kondisi tertentu, masih bisa menjalankan ibadah puasa. Selain mengatur asupan makanan yang dikonsumsi saat buka dan sahur, mengetahui cara meminum obat dengan benar sangat mempengaruhi kondisi mereka. “Masih banyak penderita yang tidak tahu cara meminum obat yang benar,” kata dr Chaterina Pipit Hapsari kepada Jatimplus.ID, Selasa 14 Mei 2019.

Untuk penderita maagh, Pipit menyarankan agar mengkonsumsi golongan antasida untuk menetralkan asam lambung. Penderita bisa memilih jenis obat tablet kunyah atau sirup karena memiliki efektivitas sama.

Beberapa gangguan yang bisa diredakan dengan antasida antara lain; Refluks asam lambung, dengan gejala sakit perut, mual, mulut asam atau pahit, batuk kering, dan sakit ketika menelan.

Gangguan lain yang muncul adalah kerongkongan panas atau nyeri (heartburn). Biasanya karena asam lambung naik ke kerongkongan, disertai perut begah dan kembung.

Konsumsi obat maagh yang benar, menurut dr Catherina Pipit adalah, 1 kali 15-30 menit sebelum sahur, 1 kali 15-30 menit sebelum berbuka, dan 1 kali 15-30 menit sebelum makan atau nyemil malam. “Selama ini banyak pasien yang tidak tahu waktu yang tepat mengkonsumsi obat. Bahkan ada yang setelah makan,” lanjut dr Pipit.

Mengkonsumsi antasida setelah makan tidak akan efektif untuk mengurangi gejala gangguan maagh. Sebab obat maagh baru akan bekerja menetralkan asam lambung yang baru akan diproduksi ketika lambung mencerna makanan. Sehingga ketika meminum obat setelah maag, asam lambung  terlanjur diproduksi secara berlebihan hingga naik ke kerongkongan.

Obat lain yang bisa dikounsumsi penderita maagh adalah golongan proton pump inhibitor, seperti omeprazole dan lansoprazole. Obat berbentuk kapsul ini sebaiknya diminum 1-2 kali sehari, saat berbuka dan sahur. Seperti antasida, obat ini dikonsumsi sebelum makan. “Kecuali jika pasien harus mengkonsumsi bersamaan dengan antasida, bisa dijeda setelah makan,” terang dr Pipit.

Untuk penderita diabetes, dr Pipit menyarankan untuk menjalankan ibadah puasa menyesuaikan kondisi tubuh. Sebab penderita diabetes yang sedang menjalankan puasa ada kemungkinan mengalami kenaikan atau penurunan gula darah secara drastis.

Namun begitu, penderita diabetes tetap bisa berpuasa dengan mengkonsumsi obat-obatan golongan metformin. Obat ini sebaiknya diminum 1-4  kali perhari setelah makan dengan dosis maksimal 2000mg/hari. Jika dokter meresepkan obat tersebut dengan 1 kali minum per hari, disarankan setelah berbuka dan setelah sahur.

Obat lain yang bisa dikonsumsi adalah golongan sulfonulirea, seperti glimepiride dan glibenklamid yang merupakan basal insulin, diminum 1 hari sekali. Biasanya diberikan segera sebelum makan utama pertama. Khusus di bulan ramadan, disarankan meminum pada waktu berbuka.

“Saya menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter masing-masing karena kondisi setiap orang berbeda. Saat erasa lemas atau tubuh gemetaran saat puasa, segera cek gula darah. Batalkan puasa jika gula darah mencapai 60gr/dL,” pungkas dr Pipit. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.