READING

Begini Gambaran Biaya Pasien Covid-19 yang Ditangg...

Begini Gambaran Biaya Pasien Covid-19 yang Ditanggung Pemerintah

KEDIRI – Wabah covid-19 di Kota Kediri masih belum menunjukkan tanda melandai. Bahkan Kota Tahu sudah mulai masuk dalam fase transmisi lokal. RSUD Gambiran sendiri saat ini merawat 5 orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP), 4 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 3 orang terkonfirmasi positif.

Mereka semua sedang menjalani perawatan di ruang isolasi. Ada dua jenis ruang isolasi di RSUD Gambiran yakni ruang isolasi biasa dan yang bertekanan negatif. Masing-masing memiliki kapasitas 16 orang. Meski sebelumnya sempat penuh, kini ada beberapa bed yang kosong.

“Tiga hari lalu memang sempat penuh. Namun sekarang telah tersedia kembali,” terang Fauzan Adima, Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri.

Pemerintah pun terus mencoba menekan penyebaran virus. Selain karena keterbatasan kapasitas ruang isolasi, biaya perawatannya juga relatif besar. Fauzan mencoba memberikan gambaran kepada masyarakat terkait biaya yang dikeluarkan untuk satu orang pasien covid-19.

“Untuk pasien dengan kriteria ODP, PDP atau terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa penyakit penyerta (komorbid), biaya yang dikeluarkan bisa mencapai belasan juta rupiah untuk sehari perawatan,” terang pria berkacamata ini.

Pasien yang membutuhkan pelayanan ICU dengan ventilator biayanya Rp 15,5 juta. Sedangkan pelayanan ICU tanpa ventilator membutuhkan biaya Rp 12 juta. Untuk pasien pengguna ruang isolasi biasa maupun yang bertekanan negatif tanpa ventilator biayanya Rp 7,5 juta. Sedangkan pengguna ruang isolasi dengan ventilator membutuhkan biaya Rp 10,5 juta.

Biaya perawatan untuk pasien dengan penyakit penyerta (komorbid) lebih mahal lagi. Perawatan ICU dengan ventilator Rp 16,5 juta, sedangkan tanpa ventilator Rp 12,5 juta. Untuk pengguna ruang isolasi biasa maupun dengan tekanan negatif dengan ventilator Rp 14,5 juta, sedangkan yang tanpa ventilator Rp 9,5 juta.

“Pengguna ventilator lebih mahal karena masuk kategori lebih parah jika dibandingkan pasien tanpa ventilator,” tambahnya.

Tak hanya itu, proses pemakaman jenazah untuk pasien yang meninggal dunia pun harus dilakukan oleh petugas khusus sesuai prosedur penanganan covid-19. Rincian biaya yang dibutuhkan yakni biaya pemulasaran Rp 550 ribu, kantong jenazah Rp 100 ribu dan peti jenazah Rp 1,75 juta. Dibutuhkan pula plastik erat Rp 260 ribu, disinfektan jenazah dan disinfektan mobil jenazah masing-masing Rp 100 ribu, dan biaya transportasi jenazah Rp 500 ribu.

Meski biayanya sangat besar, seluruh pengeluaran tersebut menjadi tanggungan Kementerian Kesehatan setelah melalui verifikasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Perawatan Pasien Penyakit Terinfeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit yang Menyelenggarakan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Seluruh pasien jika sudah ditentukan ODP, PDP maupun positif oleh petugas medis, biayanya akan ditanggung negara,” tandasnya.

Mengingat besarnya beban yang ditanggung pemerintah, Fauzan meminta kepada seluruh masyarakat agar selalu menaati anjuran dari pemerintah. Mulai dari menggunakan masker jika keluar rumah, mematuhi physical dan social distancing, menunda perjalanan ke daerah terpapar dan tidak mudik.

“Dengan mematuhi ketentuan itu, kita sudah bisa membantu meringankan beban negara dan para tenaga medis,” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.