READING

Begini Rasanya Naik Mobil Satpol PP Keliling Kota ...

Begini Rasanya Naik Mobil Satpol PP Keliling Kota Bagikan Masker

Di siang yang sungguh terik ini, saya berjibaku membelah kota dari timur ke barat dengan motor kesayangan untuk memenuhi sebuah janji. Sampailah saya di Mako Satpol PP yang terletak di Jl. Veteran No. 8 Kota Kediri. Tenang Gaes, saya tidak sedang mengurus gerobak jualan saya yang kena razia, tapi ingin mengikuti kegiatan Satpol PP bagi-bagi masker gratis di jalan. Untuk Sebagian masyarakat, Satpol PP memang kadung koheren dengan urusan grebegan dan razia di jalan. Karena itu pula nanti akan saya ceritakan kejadian lucu yang saya alami gegara stigma itu.

Salah satu regu Satpol PP Kota Kediri yang bertugas membagikan masker gratis untuk masyarakat yang beraktivitas di jalan.

Saya menemui Haryono, salah satu komandan regu di Satpol PP Kota Kediri, yang nanti akan memimpin pembagian masker gratis siang ini. Di era pandemik covid-19 yang belum juga usai ini, sering sekali kita jumpai Satpol PP Kota Kediri mendatangi ruang publik, terutama tempat-tempat yang terlihat ramai orang berkerumun. “Kami rutin melakukan patroli pagi, siang, hingga larut malam untuk mengingatkan masyarakat di luar rumah agar selalu jaga jarak, pakai masker, dan rajin mencuci tangan,” Jelas Haryono.

Tak hanya mengawasi dan menertibkan masyarakat untuk mematuhi protokol Kesehatan, para polisi pamong praja ini juga membagikan 16.000 masker untuk masyarakat yang mereka temui di jalan. Nama kegiatannya adalah Gerakan Pakai/Bagi 1000 Masker gratis ke masyarakat. Sumber pengadaannya dari donasi masyarakat. Targetnya membagi 1000 masker setiap hari. Luar biasanya, donasi masker masih terus mengalir hingga terkumpul 16.000 masker atau bisa untuk 16 hari tahap pembagian.

Petugas memakaikan masker kepada tukang parkir yang bertugas di lingkungan Pasar Bandar Kota Kediri.

Menjelang pukul 3 sore, kami pun berangkat menuju beberapa target lokasi, yaitu Pasar Bandar, Pasar Hewan, seputaran GOR Joyoboyo, dan pedagang-pedagang kaki lima yang ditemui sepanjang perjalanan. Mobil yang saya tumpangi khas mobil patroli, yaitu mempunyai bak semi tertutup di belakang, dengan tempat duduk berhadap-hadapan. Saya memilih duduk di ujung paling belakang, supaya bisa lebih leluasa melihat jalan yang nanti akan kami lewati.

Pemberhentian pertama adalah Pasar Bandar. Pasar yang dulunya bernama Pasar Pelabuhan ini nampak sepi. Hanya terlihat beberapa pedagang buah yang masih membuka lapak dagangan. Lucunya, begitu melihat mobil patroli Satpol PP berhenti, salah seorang pedagang seperti panik hendak sembunyi. Sadar dengan gelagat itu, salah satu petugas segera memberi tahu, kalau mereka datang untuk sosialisasi protokol kesehatan dan membagi masker gratis. Si pedagang pun lega dan tersipu malu.

Petugas Pol PP dengan ramah mendatangi kerumunan warga untuk memberikan masker gratis sekaligus sosialisasi pentingnya mentaati protokol kesehatan.

Mungkin itu yang disebut naluri bertahan hidup manusia saat melihat marabahaya datang. Bukan rahasia lagi, kedatangan Satpol PP selalu bikin hati para pedagang kaki lima dagdigdug. Padahal mereka tidak segalak yang kita bayangkan kok, setidaknya saat saya bersama mereka siang ini. Mereka terlihat ramah menyapa para pedagang, bahkan beberapa kali turut membantu memakaikan masker kepada orang-orang yang mereka jumpai.

“Program ini adalah terobosan kami untuk langsung menyentuh kebutuhan vital bagi masyarakat yang beraktivitas di jalan, seperti pedagang kaki lima, warung, tukang becak, dan pembeli,” kata Nur Khamid, Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri. Pembagian masker ini dilakukan secara bertahap setiap hari. Menurutnya, “Gerakan Pakai/Bagi 1000 Masker gratis ke masyarakat merupakan langkah efektif untuk antisipasi, mencegah dan memutus rantai Covid-19”.

Pembagian masker juga dilakukan di lingkar luar kawasan GOR Joyoboyo yang kini dijadikan tempat berjualan pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sekitar GOR.

Kami kemudian lanjut ke Pasar Hewan, namun sayang tidak tampak aktivitas berarti di lokasi. Rupanya Pasar Hewan yang letaknya tepat di selatan GOR Joyoboyo ini hanya ramai saat matahari baru terbit hingga menjelang tengah hari. Berpindah lokasi, kami lalu menyusuri sepanjang lingkar luar GOR Joyoboyo yang kini dijadikan tempat berjualan pedagang kaki lima, sejak lingkungan GOR ditutup untuk umum selama pandemik.

Kami pun membagikan masker ke beberapa penjual jajanan yang kami temui sambil menjelaskan pentingnya memakai masker. “Tapi kalau pas makan pentol, jangan lupa maskernya dilepas dulu,” Gurau Haryono kepada salah seorang penjual bakso pentol yang menimpalinya dengan tertawa lebar.

Selain rutin membagikan masker beberapa hari terakhir ini, Satpol PP Kota Kediri juga tetap melaksanakan patroli terjadwal setiap hari untuk memastikan ketertiban masyarakat melaksanakan protokol kesehatan. “Kami juga patroli membagikan masker saat tengah malam, terutama ke pos-pos penjagaan yang dikoordinir secara mandiri oleh masyarakat. Niatnya bagus untuk menjaga lingkungan tapi banyak yang tidak pakai masker,” Keluh Haryono, “Kami lalu beri masker dan beri pengertian ke mereka.”

Secara rutin Pol PP keliling di jalan untuk memastikan warga mentaati protokol kesehatan yang ditentukan agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

Tuntas sudah tugas kami hari ini. Hangat matahari sore menerpa wajah saya selama perjalanan pulang. Beberapa kali saya lihat para petugas yang semobil dengan saya kerap menyapa atau melambaikan tangan kepada orang-orang di jalan. Sepertinya semua orang mereka kenal. Begitu sampai di perempatan lampu merah menuju jembatan Brawijaya, saya melihat seorang pengemis yang sedang santai selonjoran di emper sebuah toko. “Wes ndang mulih, wes akeh toh duitmu (Cepetan pulang, sudah banyak kan uangmu),” Seru si petugas yang duduk di depan saya. Si pengemis menanggapinya dengan senyum tipis.

Saat sedang melintasi jembatan, tak sabar saya korek perihal pengemis tadi. “Mas tau ya pengemis tadi?” Tanya saya penasaran. Ternyata oh ternyata, si pengemis itu dulu pernah kena razia mereka. Yang bikin kaget, di badan si pengemis, petugas menemukan uang total 1,8 juta rupiah. Waduh, kalah isi tabungan saya.

“Dia sehari bisa dapat 200 ribu, Mas” Kata si petugas sambil terkekeh. Pantas saja, susah sekali menghilangkan profesi itu dari muka bumi.   

Foto & Teks oleh Adhi Kusumo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.