READING

Bekraf Ajak Pelaku Ekraf Banyuwangi Daftar BISMA

Bekraf Ajak Pelaku Ekraf Banyuwangi Daftar BISMA

BANYUWANGI- Ratusan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Jatim berbondong-bondong menuju Kabupaten Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan BIGGER atau BISMA Goes To Get Member yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Para pelaku ekraf datang dari sejumlah kabupaten di Jatim seperti Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Tak hanya bertukar pengalaman, para narasumber digeber puluhan pertanyaan dalam kegiatan BIGGER yang dilaksanakan di Hotel Aston, Banyuwangi pada Kamis (18/7/2019).

BIGGER merupakan program sosialisasi platform BISMA (Bekraf Information System In Mobile Application) kepada para pelaku ekraf di Indonesia. BISMA adalah aplikasi informasi kreatif yang dikembangkan oleh Bekraf. Para pelaku ekraf dapat mendaftarkan usahanya ke database resmi Bekraf yang dapat diunduh melalui Android, IOS, atau melalui laman BISMA di https://bisma.bekraf.go.id/.

“Ini upaya Bekraf untuk mempromosikan platform digital agar para pelaku ekonomi kreatif di seluruh Nusantara ini bisa saling berjejaring. Selain juga untuk Bekraf melakukan pemetaan kepada potensi-potensi setiap daerah, termasuk potensi-potensi para pelakunya sendiri. Ajang berbagi dari para pelaku kreatif bisa membantu dan memberikan inspirasi. Semua sebenarnya saling terkoneksi. Antara BISMA, ide-ide baru, dan kreatif, dengan platform-platform dagang yang memungkinkan para pelaku kita untuk menyokong pasar yang lebih luas,” papar Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik.

BISMA memiliki beberapa keunggulan seperti Be Updates di mana para pelaku ekraf dapat memperoleh informasi terkini yang difasilitasi oleh Bekraf. Be Marketed untuk memperkenalkan produk ekonomi kreatif. Be Supported yakni para pelaku ekraf yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh bantuan investasi. Be Integrated dalam database Bekraf dan terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia. Sedangkan Be Engaged di mana para ekraf dapat memberikan masukan melalui kuisioner daring di BISMA untuk turut menyusun kebijakan terkait pengembangan ekonomi kreatif nasional.

“Asyik sih aplikasi ini, jadi banyak link baru dan dapat info terkini dunia online marketing. Juga harapannya bisa ngasih masukan melalui survey yang ada di aplikasi, tentang kebijakan yang mungkin bisa dikomunikasikan ke pihak ekspedisi pengiriman barang agar mencari solusi packaging selain plastik, semoga bisa terlaksana,” ujar Amrul Oktri, pelaku ekraf dengan produk sustainable bamboo straw No Plastic Anymore kepada Jatimplus.id.

Press Conference BIGGER Banyuwangi 2019
FOTO: JATIMPLUS.ID/Suci Rachmaningtyas

Baru 5 Juta Ekraf Mendaftar BIGGER
Kabupaten Banyuwangi menjadi kota ke-5 dalam pelaksanaan BIGGER tahun 2019 setelah Bogor, Malang, Palembang, dan Padang. Terpilihnya kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini sebagai lokasi BIGGER 2019 karena tingginya prosentase pertumbuhan ekonomi daerah, yakni mencapai 5,6% pada tahun 2017 yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada angka 5,06%. Capaian tersebut didukung dari sektor pariwisata dan produk kreatif lokal Banyuwangi.

“Yang dilakukan oleh Bekraf memberikan inspirasi kepada anak-anak muda Banyuwangi bagaimana cara berbisnis model baru, tidak dibatasi ruang dan waktu. Insyallah pesertanya membeludak bukti bahwa antusias anak muda Banyuwangi luar biasa. Semoga ke depan harapan kita ini bisa menginspirasi daerah lainnya,” ungkap Yayan selaku Kesra Setda Banyuwangi.

Dari data Bekraf, saat ini tercatat lebih dari 44.857 pelaku ekraf di Indonesia dengan total 9.083 produk dan 6.883 pelaku ekraf yang telah terdaftar di platform BISMA. Namun angka ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan data BPS pada tahun 2016 yakni sejumlah 8.2 juta jumlah usaha ekraf di seluruh Indonesia. Melalui platform BISMA, Bekraf berharap dapat mendata secara komprehensif para pelaku ekraf dan usaha yang digelutinya.

Menurut Direktur Riset dan Pengembangan Ekraf, Wawan Rusiawan, platform ekraf di Jatim hampir mencapai 1,49 juta. Sementara yang terdaftar di aplikasi BISMA baru mencapai 5 ribu saja di Jatim. “Kalau Banyuwangi baru 396, mudah-mudahan dengan acara seperti ini semakin bertambah pelaku ekraf yang terdata di BISMA,” tegasnya.

Kepala Sub Direktorat Informasi dan Pengelolaan Data, Maman Rahmawan menjelaskan data BISMA terkait jumlah pelaku ekraf di Jatim yang didominasi oleh tiga subsektor. Yaitu kuliner, fashion, dan Desain Komunikasi Visual atau DKV. Maman sekaligus memaparkan sejumlah program Bekraf yang pernah diselenggarakan di Jatim antara lain: BIGGER, BEACON, Sertifikasi Profesi, Create, Bekraf Festival, Food Start Up Indonesia, BYTE, Orbit (Seleksi Desainer Indonesia), KONFIG KREATIF, dan Indonesia Trend Forecasting.

Teknik fotografi produk oleh Dewi Sartika Bukit.
FOTO: JATIMPLUS.ID/Suci Rachmaningtyas

Ragam Program untuk Ekraf
BIGGER kali ini menghadirkan sejumlah narasumber untuk memperkaya pengetahuan pelaku ekraf di Banyuwangi. Salah satunya, Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Bekraf, Robinson Hasoloan Sinaga. Menurutnya, inti HKI adalah perlindungan hukum untuk karya-karya intelektual, kreatif, dan inovatif. HAKI dikelompokkan menjadi 2 yaitu kekayaan industri dan hak cipta. HKI juga terbagi dalam beberapa jenis, yaitu trade mark, merk, design industri, paten, rahasia data, dan hak cipta. Para pelaku ekraf dapat mendaftarkan mereknya ke Kementerian Hukum dan HAM melalui aplikasi Biima yang dapat diunduh di Android maupun IOS. Pendaftar wajib membayar biaya yakni 2 juta rupiah untuk perlindungan hak produk selama 10 tahun.

Robinson menjelaskan, Bekraf juga memberi fasilitas pendaftaran HKI gratis dalam sebuah event. Pendaftaran HKI gratis oleh Bekraf pada event terdekat akan diadakan di Semarang pada 25 Juli mendatang. Pendaftaran dapat melalui bit.ly/hkisemarang. Sementara itu, tahun depan Bekraf memiliki program untuk melatih perwakilan komunitas-komunitas di Banyuwangi untuk menjadi trainer ahli HKI. Yakni dengan tujuan agar pemahaman akan HKI dapat dipahami setiap komunitas dan menularkannya ke komunitas yang lain.

Pemaparan dan diskusi lainnya juga ditanggapi secara antusias oleh ratusan pelaku ekraf di Banyuwangi. Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf, Yuana Rochma Astuti turut memaparkan apa saja program pemasaran Deputi 4đ yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Menurutnya, para pelaku ekraf dapat mengikuti beberapa program terkait pemasaran melalui website www.bekraf.go.id. Deputi 4 Bekraf memiliki beberapa indikator kunci yakni berupa kebijakan, bimtek, pembinaan, dukungan yang kesemuanya akan bermuara pada terbukanya jaringan para stakeholder.

Acara BIGGER kali ini juga mengajak para profesional untuk turut bersumbangsih menularkan ide-ide kreatif dan tips kepada para pelaku usaha kreatif di Banyuwangi. Diantaranya ada Financial Planner Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie yang memberikan tips mengenai pentingnya memiliki rencana keuangan usaha. Co-Founder Filosofi Kopi, Handoko Hendroyono juga memberikan gambaran ide-ide kreatif bagaimana mengelola suatu produk dengan kolaborasi, menciptakan kisah di balik produk, hingga cara packaging produk agar dapat dilirik pelanggan.

Tak ketinggalan yang juga menjadi aspek penting dari sebuah produk adalah bagaimana menampilkan produk agar menarik bagi calon pembeli. Yakni dengan menghadirkan praktisi fotografi produk, Dewi Sartika Bukit. Sesi pengembangan penjualan juga dipaparkan oleh Senior Analyst Marketing Community Shoppe, Anastasia Raras. Dan tak ketinggalan, Banyuwangi diperkenalkan dengan produk-produk kuliner gastronomi dengan menonjolkan sisi kreativitas, imajinasi dan sensasi dalam satu sajian makanan.

Acara BIGGER kali ini menargetkan sekitar 300 pelaku ekraf di Banyuwangi dan sekitarnya agar ikut mendaftarkan usahanya ke aplikasi BISMA. Dalam kegiatan kali ini Bekraf berharap dapat memperoleh data mikro yang valid agar dapat mendorong akselerasi ekonomi kreatif Indonesia melalui pemetaan program dengan kebijakan yang tepat di setiap daerah.

Reporter: Suci Rachmaningtyas
Editor: Titik Kartitiani

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.