Belajar Dari Kematian KH Buchori Amin

MALANG – Video detik-detik meninggalnya Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang KH M Buchori Amin menyisakan kecemasan. Sudah saatnya masyarakat mengenali tentang gejala dan tindakan pertolongan terhadap serangan penyakit jantung.

Detik-detik meninggalnya KH M Buchori Amin yang terekam kamera saat memberikan ceramah pada peringatan Maulid Nabi di Ponpes Al Islahiyah Singosari, Malang, Sabtu 15 Desember 2018 cukup membuat merinding. Mikrofon yang dipegangnya tiba-tiba terlepas sebelum jatuh terlentang di atas kursi, hanya 13 menit setelah memulai ceramah. Ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman mengatakan almarhum memiliki riwayat penyakit jantung dan sempat berhenti berceramah.

Beberapa hari sebelumnya, Eril Arioristanto Dardak, adik kandung Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak juga ditemukan meninggal di kamar kosnya di Bandung. Mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang juga caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional ini diketahui tak bernyawa oleh pengurus rumah kos. Polisi memastikan tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Eril. “Kami memang tak menghendaki otopsi karena meyakini jika almarhum terkena serangan jantung,” kata Emil Elestianto Dardak kepada media.

Badan kesehatan dunia WHO menyatakan saat ini serangan jantung telah menempati posisi pertama ancaman kematian penduduk dunia. Perilaku dan pola makan masyarakat dituding menjadi penyebab utama tingginya serangan jantung. “Masyarakat harus tahu gejala penyakit jantung agar tak terlambat pengobatannya,” kata Dr Evit Ruspiono SpJP, spesialis jantung RSUD Dr Iskak Tulungagung.

Menurut Evit, penanganan serangan jantung memiliki waktu terbatas sebelum berakhir pada kematian. Karena itu kecepatan dalam mengenali tanda-tanda serangan dan mengambil keputusan untuk ke rumah sakit sangat menentukan keselamatan pasien.

Dari kasus umum, rata-rata tim medis hanya memiliki waktu sekitar 30 menit untuk memberikan pertolongan sejak terjadinya serangan jantung. Waktu yang cukup singkat itu masih terpotong dengan perjalanan ke rumah sakit dan persiapan melakukan tindakan.

Evit Ruspiono menganalogikan, serangan jantung ibarat sebuah saluran air yang mendadak tersumbat. Saluran ini adalah pembuluh darah yang tiba-tiba berhenti. Akibatnya kerja jantung menjadi terganggu dan bisa berakhir dengan kematian jika tak segera dilakukan pertolongan. “Langkah pertama adalah mencari penyebab dan lokasi penyumbatan, untuk selanjutnya kita buka agar lancar kembali. Proses ini kerap disebut masyarakat umum dengan pemasangan ring,” kata Evit.

Celakanya, tak semua klinik atau rumah sakit memiliki kemampuan melakukan tindakan itu. Sehingga hal ini memperbesar resiko kematian terhadap penyakit jantung.

Satu-satunya cara yang paling efektif menanggulangi penyakit ini adalah melakukan pencegahan. Menghindari makanan cepat saji dan berolah raga adalah cara yang paling direkomendasikan ahli jantung. Jenis makanan dan gaya hidup seseorang paling dominan dalam menentukan terjadinya serangan jantung. “Segera periksa ke dokter jika tiba-tiba merasakan nyeri dan sakit pada dada seperti dicengkeram,” kata Evit.

Sementara itu beberapa ahli jantung juga mengemukakan jika penyakit ini sebenarnya bisa dideteksi sejak enam bulan sebelum terjadinya serangan. Beberapa gejala berikut patut dicurigai sebagai tanda-tanda keberadaan gangguan jantung.

Sakit kepala ekstrim

Jika Anda pernah mengalami sakit kepala yang luar biasa, bisa jadi itu gejala serangan jantung. Sakit kepala yang dimaksud adalah terjadi terus menerus dan memicu tubuh cepat lelah. Jika mengalami ini, dianjurkan segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Apalagi jika sakit kepala ini terjadi di saat Anda sudah melakukan aktivitas sehat seperti tidur malam cukup, makan teratur, dan tidak mudah lelah saat melakukan aktivitas fisik.

Gangguan pola tidur

Pola tidur yang tidak menentu bisa jadi tanda penyakit jantung. Gangguan pola tidur merupakan cara alam bawah sadar untuk memberitahu bahwa ada suatu hal yang tidak benar pada tubuh. Biasanya penderita akan sering terbangun di malam hari, buang air atau merasa haus sepanjang malam.

Gangguan pernafasan

Gangguan pernafasan bisa dipicu oleh terhambatnya aliran oksigen menuju jantung. Kurangnya pasokan oksigen ke jantung ini menyebabkan seseorang bernapas dengan ritme lebih pendek, dan menjadi gejala gangguan jantung.

Gangguan pencernaan

Tanda penyakit jantung lainnya ketika perut terasa bergejolak padahal tidak mengonsumsi makanan pedas atau asam.

Kesemutan

Saat jantung tidak menerima cukup oksigen akan berakibat fatal pada tulang belakang. Saat tulang belakang mengalami masalah, saraf yang menghubungkan jantung, tulang belakang dan tangan pun terganggu. Jika Anda merasa tangan mudah lemas atau sering kesemutan bisa jadi Anda terserang penyakit jantung.

Mudah cemas

Gejala yang kerap dikaitkan dengan persoalan psikis ini bisa jadi adalah tanda penyakit jantung. Segera temui dokter jika belakangan ini Anda merasa lebih mudah cemas bahkan untuk hal-hal kecil.

Serangan jantung dapat terjadi kapan saja saat peredaran daran dan oksigen menuju jantung terhambat. Otot-otot jantung mulai melemah dan akan berhenti bekerja karena kekurangan oksigen. Jika darah tidak segera mengaliri area tersebut maka akan berakibat fatal dan berujung pada kematian.

Penyakit jantung ini sebenarnya dapat dihindari dengan melakukan hal-hal sehat seperti diet, olahraga, rutin mengonsumsi suplemen mengandung zat besi serta makanan yang kaya akan lemak omega-3. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.