READING

Belajar Mengatasi Banjir Dari Kota Surabaya

Belajar Mengatasi Banjir Dari Kota Surabaya

SURABAYA – Walikota Surabaya Tri Rismaharini sukses mengatasi banjir hanya dalam waktu dua jam. Genangan air di sejumlah titik Kota Surabaya berhasil dikeringkan dengan menyiagakan 204 pompa berkapasitas besar.

Langkah Pemerintah Kota Surabaya dalam mengatasi genangan air akibat curah hujan tinggi patut diapresiasi. Meski sempat dirisak oleh netizen karena tak mampu membebaskan Surabaya dari banjir, namun tindakan merelokasi air sangat cepat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, banjir yang menggenangi sejumlah titik di Kota Surabaya dua hari lalu mampu diatasi dengan menyiagakan 204 pompa. “Unit ini tersebar di 59 titik rumah pompa dengan kondisi baik siap pakai,” kata Erna Purnawati, Jumat 17 Januari 2020.

Erna memastikan seluruh sarana dan prasarana penanganan banjir di Kota Surabaya dalam kondisi siap. Apalagi Walikota Surabaya Tri Rismaharini baru saja mengganti pompa air yang ada dengan kapasitas besar. Sehingga kemampuan pompa dalam menyedot air cukup efektif.

Tak hanya menyiagakan pompa, Pemkot Surabaya juga menyediakan 111 genset untuk mengoperasikan pompa. Sebab tak jarang di saat banjir datang, terjadi pemadaman listrik untuk keamanan.

“Sebagus apapun pompa kita, kalau listriknya mati misal dalam 10 menit saja, maka air pasti sudah langsung naik. Nah, itu sudah diantisipasi juga oleh Ibu Wali Kota dengan pengadaan genset,” terang Erna.

Namun begitu, meski kondisi rumah pompa sudah maksimal, terkadang ada persoalan lain yang memicu banjir. Seperti dedaunan yang menyumbat saluran air hingga meluap ke jalan.

Hal ini terjadi di kawasan Ruko Darmo Park II Mayjend Sungkono Surabaya dalam banjir Rabu lalu. Selain kapasitas saluran yang kecil, beberapa dedaunan juga terlihat menyumbat sehingga mengakibatkan air meluap ke jalan. Beruntung petugas Pemkot Surabaya mampu mengeringkan kawasan itu hanya dalam dua jam.

Menurut Erna, saluran di kawasan Ruko Darmo Park II Mayjend Sungkono Surabaya sudah tidak mampu menampung derasnya air hujan. Sejak tahun 2017, pihaknya sudah berencana memasang box culvert di kawasan itu. Namun upaya itu terkendala perizinan dari pihak pengembang.

“Mulai tahun 2017 itu waktu aku bangun pedestrian, aku minta izin ke pihak pengembang untuk bongkar pagarnya agar box culvert besar bisa masuk, supaya dia tidak tergenang. Tapi mereka tidak mau. Padahal nanti kalau pekerjaan selesai, tak rekondisi (perbaiki pagarnya),” kata Erna.

Terlebih lagi kawasan tersebut berada di daerah rendah. Karena itu dibutuhkan box culvert di kedua sisi jalan dengan ukuran besar agar mampu menampung debit air ketika hujan deras. Rencananya Pemkot Surabaya akan berkomunikasi kembali dengan pihak pengembang, agar kawasan Ruko Darmo Park II Mayjend Sungkono bisa dipasang box culvert.

“Ibu Wali sangat concern dengan persoalan banjir. Ketika warganya terkena banjir, akan menambah miskin mereka karena perabotan bisa rusak dan sebagainya,” pungkas Erna. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.