READING

Belasan Nama Desa di Jatim dan Jateng Terinspirasi...

Belasan Nama Desa di Jatim dan Jateng Terinspirasi Pohon Sengon

Pohon Sengon menjadi tersangka tunggal penyebab padamnya aliran listrik di Jakarta, Jawa Barat dan Banten, Minggu kemarin (4/8/2019)

Hasil penyelidikan sementara aparat kepolisian dan Perusahaan Listrik Negara (PLN), pohon Sengon yang melebihi batas ketinggian diduga telah menimbulkan lompatan listrik. Loncatan membuat aliran listrik putus. Karenanya disimpulkan bahwa gelapnya separuh pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019) lalu itu, akibat faktor alam dan tekhnis. 

Kesimpulan sementara itu sekaligus mengubur spekulasi dugaan gangguan saluran udara transmisi tegangan ekstra tinggi, hingga sabotase. 

“Kerusakan, diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW (right of way) sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik, “ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo seperti dikutip Tribunnews.com Senin (5/8/2019). 

Sengon di Kehidupan Masyarakat Jawa

Sejak dulu kala pohon Sengon dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa. Sebelum disangka sebagai penyebab padamnya listrik di 3 provinsi, orang Jawa sudah mengenal Sengon dengan akrab.

Setidaknya ada dua jenis pohon Sengon yang ditanam sebelum lahir perusahaan listrik negara, yakni Sengon Laut (Albizza Falcata) dan Sengon Jawa (Albizia Chinensis). Kedua pohon dikenal sebagai penghasil kayu yang unggul, karena berkarakter cepat tumbuh serta memiliki postur yang jangkung.

Baca Juga : https://jatimplus.id/trik-jitu-berbisnis-sengon-ala-jokowi/ 

Sengon Laut yang punya sebutan lain jeungjing mampu menjulang hingga 40 meter dengan gemang 100 cm atau lebih. Jeungjing bisa hidup di iklim basah hingga agak kering. Mulai dataran rendah sampai 1.500 mdpl. Juga tidak sulit berkembang di tanah berkarakter becek maupun agak asin. Karenanya tidak sedikit petani di Jawa menggunakan Sengon Laut sebagai tanaman pelindung perkebunan teh, kopi dan cokelat.

Baca Juga : https://jatimplus.id/jadwal-kereta-api-molor-5-jam-akibat-listrik-padam/

Memiliki batang utama yang lurus sekaligus silindris membuat kayu Sengon Laut biasa dijadikan bahan bangunan rumah di pedesaan. Kayu yang berwarna putih kekuningan juga banyak dijadikan papan peti kemas, bubur kayu, peralatan rumah tangga, fiber board, particle board, blocboard, peti sabun dan lain sebagainya.

Meski sedikit beda pada warna kayu, yakni cokelat kemerahan dan berserat lebih kasar, Sengon Jawa juga memiliki kegunaan serupa terkait bangunan rumah.

Baca Juga : https://jatimplus.id/wahyu-widodo-kisah-raja-sengon-asal-banyuwangi/

Dalam “Suta Naya Dhadhap Waru”, sastrawan cum budayawan Iman Budhi Santosa menuliskan, daun Sengon juga bisa menjadi pakan ternak. Begitu juga dengan akarnya. Diyakini mampu mengikat nitrogen bebas yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Karenanya warga pedesaan begitu menyukainya.

Baca Juga : https://jatimplus.id/tidak-seperti-rachma-dan-sukma-kenapa-saat-nyekar-makam-bk-megawati-selalu-anti-kamera/

Saking dekatnya dengan kehidupan, tidak heran nama pohon Sengon oleh sebagian masyarakat disematkan sebagai nama wilayah sekaligus penanda. Sedikitnya ada 13 desa di 12 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY yang bernama Sengon atau menyertakan istilah Sengon.

Berikut diantaranya :

1. Desa Banjar Sengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
2. Desa Karangsengon, Kecamatan Klabangn Kabupaten Bondowoso.
3. Desa Sengon Agung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
4. Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
5. Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.
6. Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro.
7. Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
8. Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.
9. Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
10. Desa Botosengon, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.
11. Desa Sengon, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.
12. Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes.
13. Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. (Mas Garendi).

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.