READING

Benarkah Emil Dardak Dan Abdullah Abu Bakar Saudar...

Benarkah Emil Dardak Dan Abdullah Abu Bakar Saudara Kembar?

 “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia,” kata Proklamator Republik Indonesia Ir. H Soekarno.

KEDIRI – Sama-sama muda dan berprestasi dalam memajukan daerahnya, Emil Elestianto Dardak dan Abdullah Abu Bakar kerap disebut sebagai saudara kembar. Emil sukses menyelesaikan persoalan masyarakat Kabupaten Trenggalek, sedangkan Abdullah Abu Bakar berjaya di Kota Kediri.

Pemuda di mata Soekarno memang istimewa. Sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia juga tak lepas dari para pemuda yang menculik dan memaksa Soekarno untuk memproklamirkan kemerdekaan. Mereka pula yang mengangkat senjata melawan pendudukan penjajah dengan bermodalkan bambu runcing. Bukan lewat status Twitter, Facebook, atau WhatsApp yang nyinyir tanpa gagasan.

Menjadi pemuda seperti harapan Soekarno memang bukan perkara mudah. Karenanya presiden Republik Indonesia pertama ini hanya meminta 10 pemuda untuk mengguncang dunia, bukan 20, 50, atau 100.

Jika permintaan 10 pemuda itu disampaikan sekarang, nama Emil Elestianto Dardak dan Abdullah Abu Bakar tentu masuk diantaranya. Selain berkategori pemuda, keduanya adalah pemimpin sebuah wilayah yang dipilih oleh rakyat menjadi kepala daerah di usia belia.

Inilah kesamaan mereka yang bukan sekedar kebetulan.

  • Berusia Muda

Emil Elestianto Dardak berkecimpung di dunia politik di usianya yang masih belia. Pria kelahiran Jakarta 20 Mei 1984 ini menjadi Bupati Trenggalek pada 17 Februari 2016 hingga 12 Februari 2019.

Abdullah Abu Bakar lebih dulu menjadi Wakil Walikota Kediri pada tahun 2014. Usianya juga hanya terpaut empat tahun lebih tua dibanding Emil Elestianto Dardak. Namun demikian, pria kelahiran Kediri ini sukses meniti karir politik hingga menjadi Walikota Kediri hingga saat ini.

  • Sempat Diremehkan

Sebagai kepala daerah muda, Emil Elestianto Dardak dan Abdullah Abu Bakar sempat menuai cibiran di awal pemerintahan. Kehadiran mereka di pentas politik lokal dipandang sebelah mata oleh politisi senior karena dianggap anak bawang.

Namun keduanya tak lantas patah arang untuk melaksanakan visi misi yang telah dikampanyekan dalam pemilihan kepala daerah.

  • Progresif Revolusioner

Emil dan Abu Bakar sama-sama berani dalam mengambil keputusan penting di pemerintahannya. Keduanya juga tak segan mengubah wajah birokrasi menjadi lebih responsif pada tuntutan masyarakat.

Alhasil, di bawah kepemimpinan mereka, pemerintahan Kabupaten Trenggalek dan Kota Kediri berjalan efektif, efisien, dan memangkas alur birokrasi yang tak penting.

  • Inisiator Bandara

Salah satu monumen mercusuar yang ditancapkan Emil Elestianto Dardak dan Abdullah Abu Bakar di wilayah mataraman adalah bandar udara. Bersama enam kepala daerah lain di eks-Karisidenan Kediri, Emil Dardak dan Abu Bakar menandatangani nota kesepakatan permintaan pembangunan bandara kepada pemerintah pusat.

Mereka meyakini bahwa persoalan utama percepatan ekonomi di kawasan Jawa selatan adalah tertutupnya akses transportasi udara. Selama ini upaya pembukaan wilayah udara dari zona militer selalu menabrak tembok tebal hingga tak bisa direalisasi. Di era kepemimpinan keduanya proyek mercusuar itu bisa dilaksanakan dengan dukungan perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk.

  • Karir Politik Cemerlang

Tak butuh waktu lama bagi Emil Elestianto Dardak untuk memperlebar jangkauan politiknya. Belum genap lima tahun menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Trenggalek, Emil telah dipercaya masyarakat Jawa Timur untuk menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Khofifah Indar Parawansa.

Abdullah Abu Bakar juga tak perlu menunggu dua periode Wakil Walikota untuk menjadi Walikota Kediri. Lima tahun mendampingi Samsul Ashar di awal pemerintahan, Abu Bakar sukses menyalip di tikungan dengan menjadi Walikota Kediri.  

  • Disukai Generasi Milenial

Bukan karena sama-sama berusia muda, popularitas dan elektabilitas Emil Elestianto Dardak dan Abdullah Abu Bakar di kalangan milenial sangat tinggi. Kebijakan mereka dalam memimpin kawasan juga membuka kran seluas-luasnya kepada anak muda untuk berkreasi.

Kepemimpinan Emil Elestianto Dardak di Trenggalek melahirkan banyak start up di berbagai bidang. Kebijakan Abu Bakar di Kota Kediri membuka luas jaringan start up yang lebih dulu tumbuh dibanding daerah sekitar.   

Emil Elestianto Dardak dan Abdullah Abu Bakar memang bukan saudara sedarah. Namun cita-cita mereka untuk memakmurkan masyarakat bagai pinang dibelah dua. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.