READING

Benarkah Rangka Rumah Baja Rawan Tersetrum

Benarkah Rangka Rumah Baja Rawan Tersetrum

KEDIRI – Sejumlah broadcast di media sosial mengulas bahaya rangka rumah baja yang tersetrum. Selain narasi yang menakutkan, beberapa pesan dilengkapi video rangka baja yang memakan korban.

Untuk membuktikan hal itu, Jatimplus.ID menggali informasi di kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kediri. Sebagai lembaga pengelola listrik negara, PLN dinilai mampu menjelaskan fenomena rangka baja yang tersetrum.

Aditthia Pratama Putra, Manager Bagian Keuangan, SDM, dan Administrasi PLN UP3 Kediri menjelaskan, hingga kini fenomena rangka baja yang tersetrum masih dalam penyelidikan. PLN tak bisa menetapkan rangka baja aman atau tidak sebagai bangunan rumah, karena banyak faktor yang membuat rangka tersetrum.

Namun upaya untuk mengeliminasi peluang terjadinya kecelakaan akibat arus listrik bisa dilakukan. Salah satunya adalah memastikan karet pada kabel dalam kondisi baik. “Jika rangka baja akan dipasang instalasi listrik, lebih baik dilapisi karet agar kemungkinan tersetrum makin kecil,” katanya.

Aditthia mengingatkan kepada masyarakat bahwa ancaman tersetrum lainnya harus diwaspadai. Di musim hujan yang kerap memicu banjir, ancaman tersetrum disebut cukup besar.

Desain interior hunian zaman sekarang yang menempatkan stop kontak permanen di bawah sangat berbahaya. Selain faktor keamanan dari jangkauan anak-anak, penempatan stop kontak di tembok bawah berbahaya jika terendam banjir.

Bagaimana jika sudah terlanjur terpasang?

Aditthia menyarankan untuk segera memutus aliran listrik ke rumah, dengan menonaktifkan Miniatur Circuit Breaker (MCB) di bawah KWh meter. Memutus jaringan listrik melalui sekring saja tidak cukup karena arus tidak terputus sepenuhnya.

Jika kondisi buruk terjadi, sistem PLN akan merespon dan melakukan pemutusan secara otomatis. “Atau bisa pula petugas kita melakukan pemutusan arus dari gardu jika kondisinya darurat,” kata Adhitthia.

Sebagai upaya pencegahan resiko keamanan di musim hujan, PLN UP3 Kediri telah menurunkan tim Rabas dan mengintensifkan pengamatan gangguan di lapangan. Tim inilah yang langsung mengecek kondisi kabel, tiang, dan perangkat listrik di pemukiman penduduk. Untuk jaringan yang terlalu dekat dengan pohon akan dilakukan pembersihan dan pemotongan. “Jarak aman bagian atas, bawah, kanan, kiri jaringan listrik dengan pohon itu tiga meter,” urainya.

Selain itu, PLN juga mengebut pekerjaan penggantian kabel dari yang tanpa isolator menjadi berisolator.

Untuk pengamanan di musim penghujan ini, PLN bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP), Satpol PP dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri. PLN memastikan akan merespon dengan cepat setiap laporan dari masyarakat.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.