READING

Benarkah Ruqyah Bisa Sembuhkan Caleg Stres

Benarkah Ruqyah Bisa Sembuhkan Caleg Stres

KEDIRI – Kontestasi pemilihan umum legislatif tahun ini diklaim paling banyak memakan korban. Selain petugas penyelenggara pemilu, potensi jumlah caleg gagal yang stres diprediksi meningkat.

Banyaknya partai politik yang tak lolos ambang bawah perolehan suara atau parliamentary threshold menjadi penyebab terbesar gagalnya calon legislatif. Belum lagi kompetisi antar caleg sesama partai di daerah pemilihan yang sama makin mempersempit jalan menuju gedung dewan.

“Jika tidak memiliki kebesaran hati untuk menerima kenyataan, memperbesar peluang mereka untuk dirasuki jin,” kata Ulul Hadi, praktisi rukyah di Kediri, Jawa Timur kepada Jatimplus.ID, Sabtu 20 April 2019.

Hadi, demikian praktisi ruqyah ini dipanggil, menuturkan ada korelasi langsung antara stres dan kerasukan jin. Menurut dia, stres menjadi salah satu pintu masuknya jin ke dalam tubuh seseorang hingga memicu terjadinya gangguan jin.

baca juga: Reaksi Para Caleg Mengetahui Hasil Suara Mereka

Orang yang sedang galau cenderung sering melamun. Di sinilah jin-jin itu masuk ke dalam tubuh manakala terjadi kekosongan pikiran. Keberadaan jin di dalam tubuh manusia ini memicu terjadinya gangguan psikologis seseorang, yang kerap disebut dengan sakit jiwa.

Ruqyah, menurut Hadi, menjadi salah satu metode penyembuhan yang rasional dalam keadaan tersebut. Melalui pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, seorang peruqyah akan mencoba mengusir keberadaan jin dari dalam tubuh manusia.

Pengertian ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit. Seperti panas karena disengat binatang dan kesurupan.

Sedangkan makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah, untuk mencegah atau mengobati bala’ dan penyakit. “Doa atau bacaan ini disertai dengan tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang diruqyah. Kalau anak kecil bisa pada ubun-ubun atau kening,” kata Hadi.

Seorang peruqyah yang baik tak akan serta merta melakukan pembacaan doa kepada pasien. Aktivitas ruqyah ini bisa diawali dengan Tazkiyah Nufus atau pembersihan hati/jiwa. Proses ini dilakukan dengan mengajak berkomunikasi dari hati ke hati, dengan tujuan melapangkan dada dan berserah diri pada Tuhan.

Tazkiyah Nufus ini, menurut Hadi, menjadi kunci utama pengobatan ruqyah untuk mengetahui akar persoalan yang dialami seseorang. Khusus untuk para caleg yang mengalami depresi, Hadi mengajak mereka untuk berani menerima kenyataan. “Ini adalah ketetapan Tuhan yang terbaik untuk mereka. Tidak ada yang lebih Tahu tentang hal baik untuk seseorang selain Tuhan,” katanya.

Baru selanjutnya pasien dibacakan doa-doa sesuai Al-Quran dan Sunah Rasull. Kegiatan ini bisa dilakukan berulang-ulang hingga pasien bisa benar-benar menerima keadaan. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.