READING

Benarkah Senam Bisa Merusak Keperawanan?

Benarkah Senam Bisa Merusak Keperawanan?

KEDIRI – Olah raga senam kerap dituding mengancam keutuhan selaput dara. Padahal gerakan meregangkan otot panggul tidak akan mempengaruhi keperawanan selama dilakukan dengan benar.

Pemulangan atlet senam proyeksi Sea Games asal Kediri, SAS, 18 tahun cukup mengusik perhatian publik. Keperawanan menjadi salah satu alasan mencoret SAS dari daftar atlet, selain tindakan indisipliner yang ditudingkan sang pelatih.

Senam dan keperawanan adalah dua hal yang kerap dikaitkan sejak dulu. Dalam persepsi publik, tak sedikit yang menganggap olah raga senam bisa merusak keperawanan.  

Sari, instruktur senam profesional di Kota Kediri membenarkan bahwa sampai saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap olah raga senam mengancam keperawanan. “Gerakan di sekitar panggul sering diduga merusak selaput dara,” katanya saat berbincang dengan Jatimplus.id, Sabtu 30 November 2019.

Hymen atau selaput dara adalah jaringan tipis yang menghambat benda asing masuk ke vagina. Selaput dara biasanya akan pecah ketika wanita melakukan hubungan seksual pertama. Masturbasi juga bisa memecahkan selaput dara yang ketat atau tipis.

Ketika selaput dara pecah, wanita biasanya merasakan perdarahan ringan atau nyeri. Tapi hal tersebut tidak selalu menjadi patokan, karena lubrikasi yang baik bisa saja membuat selaput dara rusak tanpa perdarahan.

Sari menegaskan latihan meregangkan otot-otot panggul tidak akan membuat berdarah atau mempengaruhi keperawanan. Inilah sebabnya, wanita yang sering olahraga biasanya tidak akan mengalami perdarahan saat melakukan hubungan seks pertama kali.

Namun tidak dipungkiri jika gerakan tersebut bisa berpotensi merusak selaput dara jika dilakukan dengan teknik yang salah. Misalnya latihan split berupa meregangkan kedua kaki hingga lurus dengan tekanan yang berlebihan.

Karena tak berkorelasi langsung dengan keperawanan, aktivitas senam bisa dilakukan oleh siapapun, baik yang masih virgin atau pun tidak. “Tidak ada pengaruhnya (masih perawan atau tidak) untuk aktivitas senam,” pungkas Sari.

Dalam kasus yang menimpa SAS, Sari berharap agar pihak yang berwenang memberikan penjelasan secara detil penyebab pencoretannya. Informasi yang sepotong akan menimbulkan kebingungan masyarakat, termasuk mengkaitkan keperawanan dan syarat menjadi atlet senam.

Penulis : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.