READING

(BENTROK SUPORTER PERSIK KEDIRI): Dipicu Lagu Buat...

(BENTROK SUPORTER PERSIK KEDIRI): Dipicu Lagu Buat Apa Jogja?

Entah siapa yang memulai. Di menit akhir kesebelasan Persik Kediri menumbangkan perlawanan PSIM Jogjakarta Senin sore (2/9), batu dan botol minuman tiba tiba beterbangan.

KEDIRI- Benda benda yang melukai puluhan orang itu meluncur dari arah tribune utara, tempat suporter berjersey PSIM Jogjakarta berada. Dengan marah disertai umpatan dan sumpah serapah, benda benda keras itu disambitkan berulang kali. 

“Setahu saya bentrok ini dipicu lirik lagu yang telah menghina suporter PSIM Jogjakarta, “tutur Doni (39) salah satu suporter PSIM Jogjakarta saat ditemui di markas Persikmania Kediri Selasa (3/9/2019) siang.

Baca Juga : Ini Kronologi Bentrok Persikmania Vs Brajamusti

Doni tiba di Kota Kediri Senin pagi (2/9) bersama 10 orang temannya. Dari Jogja mereka mengendarai dua unit mobil yang dalam kerusuhan itu turut diringsek massa. Bahkan mobil Avanza putih nopol AB 1861 JF sampai terbalik. Begitu juga Xenia nopol AD 8736 DK yang tidak lagi utuh. 

Bersama 231 unit sepeda motor yang sebagian besar milik suporter Persikmania, kedua roda empat itu masih berada di kepolisian “Kedua unit mobil itu adalah kendaraan rental, “keluh Doni yang berharap besar ada ganti rugi dari panitia pertandingan.

Menurut Doni, lagu yang liriknya menyakiti hati itu menggema dari arah tribune penonton Persikmania. Disuarakan berulang ulang dan membuat kuping ribuan Brajamusti panas.

Setahu Doni, sebagian besar dari mereka beratribut Persikmania. Namun dia curiga mereka bukan suporter asli Persik Kediri. Melainkan suporter kesebelasan lain yang menyaru sebagai Persikmania. 

“Sebab selama ini antara Brajamusti dengan Persikmania tidak pernah ada masalah. Kita biasanya juga ngopi ngopi bersama, “kata Doni.

Baca Juga : Konsumsi Pemkot Kediri Untuk Brajamusti

Mendengar lirik “Buat apa Jogja, buat apa Jogja, Jogja itu tak ada gunanya”, suporter Brajamusti sontak  kalap. Bait lagu yang bernada merendahkan itu sontak dijawab dengan menerbangkan batu dan botol minuman.

Merasa diserang duluan, suporter Persikmania membalas batu dengan batu. Selama menit akhir pertandingan yang akhirnya dimenangkan Persik 2 : 0 perang batu tak terelakkan.  

Dari dalam stadion konflik menjalar keluar hingga merusak sejumlah fasilitas umum di sekitar komplek wisata kolam renang Tirtoyoso. Hingga Senin (2/9) tengah malam, suasana di Kediri mencekam. Sebab massa yang dihalau juga sempat menyerang aparat petugas dengan batu dan petasan.

Dengan beringas orang orang yang mengenakan atribut PSIM juga melakukan penjarahan. Helm, onderdil motor, peralatan elektronik di loket parkir, uang parkir Rp 1 juta. Bahkan kelinci di kawasan wisata tidak luput mereka rayah. 

Sajam dan Molotov Untuk Jaga Diri

Dalam insiden itu sebanyak  26 orang terluka dengan 14 orang diantaranya merupakan suporter PSIM. Mereka dirawat di RS Bhayangkara dan Gambiran. Kemudian 9 orang terluka lainnya suporter Persikmania dan selebihnya anggota kepolisian. Mereka yang rata rata terluka ringan dibagian kepala sudah diperbolehkan pulang. 

Dalam razia petugas juga mendapati sejumlah senjata tajam seperti parang, celurit, samurai dan bom molotov. Benda benda yang membahayakan jiwa itu ditemukan di kendaraan suporter PSIM. Doni mengakui keberadaan semua sajam itu.

Senjata tajam dan molotov yang disita aparat kepolisian dalam bentrok antara Persikmania dengan suporter Brajamusti PSIM Jogjakarta Senin kemarin (2/9). FOTO: JATIMPLUS.ID/desis kurnia

Menurut dia, para suporter sengaja membawa senjata untuk jaga diri saat melintasi wilayah Solo, Jawa Tengah. Sebab antara Brajamusti dengan suporter Solo memiliki sejarah pertikaian yang lama. Mereka khawatir saat lewat Solo akan diserang. 

“Jadi sajam itu tidak untuk menyerang suporter Persikmania. Tapi buat jaga jaga saat pulang dan pergi melewati Solo, “katanya. Hal senada disampaikan Manager Persik Kediri Beny Kurniawan, bahwa sajam ditemukan di dalam kendaraan. Para suporter Brajamusti tidak membawa ke dalam area stadion.

Baca Juga : Larang Suporter Lawan di Laga Lanjutan

“Dari hasil razia aparat kepolisian, semua sajam itu ditemukan di dalam kendaraan. Tidak dibawa masuk ke stadion, “kata Beny. Sementara terkait batu batu yang digunakan aksi lempar di dalam stadion, Ketua Panpel Widodo mengatakan hal itu sudah diluar kendali. 

Selama pertandingan berlangsung pintu stadion tidak tertutup dan suporter leluasa keluar masuk. Diduga batu batu itu dibawa dari luar. “Kalau soal batu sudah diluar kendali. Dan insiden terjadi setelah pertandingan usai, “katanya.

Reporter : Dina Rosyida
Editor : Mas Garendi

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.