READING

(BENTROK SUPORTER PERSIK KEDIRI): Panpel Larang Su...

(BENTROK SUPORTER PERSIK KEDIRI): Panpel Larang Suporter Lawan Datang di Pertandingan Lanjutan

KEDIRI- Dampak ricuh suporter Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta, Senin sore, 02/09/2019 dirasakan pada pertandingan lanjutan. Pertandingan Persik Kediri vs Persis Solo di Stadion Brawijaya yang akan digelar pada tanggal 06/09/2019 tanpa dihadiri suporter Persis Solo.

Hal ini disampaikan Widodo, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) kepada Jatimplus.ID, 03/09/2019. Ia langsung mengambil tindakan tegas paska kerusuhan. Pihaknya memastikan melarang kedatangan suporter tim lawan untuk datang melihat pertandingan lawan Persik Kediri mendatang.

“Kita sudah putuskan secara resmi untuk melarang kedatangan suporter Persis datang,” tegasnya.

Untuk mengantipasi kejadian serupa, Widodo menjelaskan bahwa pihaknya akan menambah jumlah personil keamanan. Dari yang sebelumnya hanya 150 personil akan ditambah dua kali lipat. Begitu pula dengan tim keamanan internal yang melibatkan satpol PP.

“Total nanti mencapai 380 personil yang melibatkan TNI, Polisi dan Satpol PP,” pungkasnya.

Dampak terhadap Managemen Persik

Beny Kurniawan, Manager Persik Kediri, masih belum mendapatkan kabar pasti dari PSSI. Pihaknya sejauh ini hanya ditanyai terkait kronologi kejadian. “Semoga saja pihak PSSI bijak mempertimbangkan kasus ini dan tidak ada sanksi apapun ke pihak Persik,” harap Beny.

Meski demikian, Beny memastikan jika pertandingan mendatang melawan Persis Solo sudah mengantongi izin untuk digelar di Kota Kediri. “Seperti yang dijanjikan Kapolresta kemarin, kita tetap bisa tanding tanggal 6 September nanti,” katanya.

Beny menjelaskan bahwa sebenarnya kondisi pertandingan yang dimenangkan Persik Kediri kemarin masih kondusif hingga peluit tanda permainan berakhir dibunyikan.

“Pertandingan selesai lancar kok sampai akhir,” bela Beny saat ditemui Jatimplus.id di mess Persik Kediri.

Menurutnya, pertandingan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut berhasil diselesaikan dengan baik hingga berbuah kemenangan di pihak Persik Kediri dengan skor akhir 2-0. Diduga suporter PSIM tidak terima dengan hasil tersebut sehingga mencoba untuk membuat keributan.

“Itu hanya dugaan ya, kita tidak tahu penyebab pasti pemicunya,” tandasnya.

Beny pun menyaksikan bahwa Panpel berupaya mengendalikan keadaan dengan menarik mundur Persikmania untuk segera meninggalkan lapangan. Panpel yakin ketika sudah berada di luar, antar suporter tidak akan bertemu dan adu fisik karena lokasi parkir dibedakan.

“Brajamusti (nama klub supoter dari PSIM-red) kita jadikan satu parkirnya di kawasan Tirtayasa Park,” tambahnya.

Ketika mobilisasi massa keluar lapangan itulah, terjadi puncak kericuhan. Beny menyampaikan bahwa Brajamusti tambah mengamuk. Klub dengan nama panjang Brayat Jogja Mataram Utama Sakti tersebut diketahui melakukan pengrusakan dan penjarahan di warung dan toko sekitar Stadion Brawijaya.

“Jadi ketika di luar stadion, Brajamusti bentroknya bukan dengan Persikmania lagi tetapi dengan warga sekitar,” urai Beny yang sudah setahun menjabat sebagai manajer Persik tersebut.

Tidak puas dengan aksinya, oknum Brajamusti juga merusak sejumlah kendaraan yang ada di parkir di kawasan Tirtayasa Park. Meski demikian motor yang dirusak adalah motor pengunjung taman, kolam renang, dan suporter Persik Kediri. Diketahui total ada sekitar 231 unit motor yang rusak.

“Sebagian besar kendaraan yang rusak itu milik warga sekitar dan beberapa Persikmania yang sudah langganan parkir di sana,” tambahnya.

Warga yang geram pun melakukan blokade di pintu keluar Tirtayasa Park. Ketegangan terus berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Hingga akhirnya Wali Kota Abdullah Abu Bakar turun tangan dengan didampingi Kapolres Kota Kediri AKBP Anthon Haryadi.

Mas Abu (begitu akrab disapa) tampak menengahi kerumunan massa yang masih terus bersitegang. Sejumlah orang masih terus melempar perkataan yang memicu perdebatan di tengah dialog. Meski demikian massa akhirnya mau meninggalkan lokasi kericuhan.

“Persikmania akhirnya mau pulang setelah pihak Polresta Kediri mengizinkan Persik kembali main kandang di pertandingan tanggal 6 nanti,” jelas Beny.

Sementara itu, pihak kepolisian diketahui melakukan olah tempat kejadian perkara. Kendaraan yang rusak berikut kendaraan dari suporter Brajamusti diamankan untuk dirazia. Hasilnya ditemukan beberapa senjata tajam berupa parang, gear, maupun miras. Barang bukti berikut anggota Klub Brajamusti yang diduga terlibat diamankan di mako Brimob untuk dimintai keterangan.

“Dari pantauan kami (manajemen, red) mobilisasi dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB,” papar Beny.

Sedangkan para korban kericuhan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat yakni RSUD Gambiran, dan RS Bhayangkara. “Jumlah pastinya saya kurang tahu ya, sekitar belasan lah,” tandasnya.

Repoter: Dina Rosyida
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.