READING

Berakhir Pekan Asyik di Alun-alun Tulungagung

Berakhir Pekan Asyik di Alun-alun Tulungagung

TULUNGAGUNG – Akhir pekan kerap menjadi momok bagi orang tua saat ditarget piknik. Padahal ada wisata keluarga yang murah dan menarik di Tulungagung.

Tak hanya dikenal dengan kuliner lodho ayam dan sate kambing. Masyarakat Tulungagung juga memiliki tempat wisata asyik, yakni alun-alun.

Berbeda dengan alun-alun di kota lain yang kebanyakan dipenuhi pedagang kaki lima dan jorok, alun-alun Tulungagung cukup keren. Tak hanya kuliner, salah satu sudut tempat ini bahkan mirip kawasan Eropa dengan banyaknya merpati jinak.

Cukup dengan melempar butiran jagung kering, ratusan merpati itu akan terbang mendekat. Mereka bahkan tak terusik saat didekati. Selama biji-biji jagung itu tak tandas, merpati berbagai rupa itu akan setia di tanah. “Ini luar biasa sekali,” kata Juwariyah, pengunjung asal Tuban kepada Jatimplus.ID, Sabtu 12 Januari 2019.

Bersama tiga anaknya, Juwariyah yang sedang bertandang ke rumah saudaranya di Tulungagung berjalan-jalan di alun-alun. Cukup merogoh kocek Rp 2.000 untuk satu bungkus jagung pipil, Juwariyah bisa mengundang burung merpati ke tanah.

Peristiwa langka itu dimanfaatkan untuk berswafoto bersama anak-anaknya. “Kapan lagi bisa foto sedekat ini dengan merpati,” katanya.

Menikmati kereta kuda di alun-alun Tulungagung. Foto Jatimplus.ID

Tak hanya unggas, alun-alun ini juga menyimpan koleksi ikan hias di dalam kolam air mancur. Sama seperti merpati, pengunjung bisa membeli pakan ikan yang sangat murah untuk mengundang kemunculan ikan-ikan itu.

Jika bosan bermain-main dengan binatang, pengunjung bisa memanfaatkan arena permainan skuter khusus anak-anak. Terdapat area yang luas dengan bidang alas rata yang dibangun Pemerintah Tulungagung di alun-alun ini. Anak-anak kerap menyewa skuter kayuh untuk berselancar di area tersebut hingga puas.

Bagi orang tua yang ingin memelihara kesehatan, sebuah jalur khusus yang dipenuhi batuan lancip siap menjadi alat pijak refleksi. Jalur yang kerap disebut pengunjung sebagai jalan refleksi ini dikhususkan sebagai sarana kesehatan masyarakat. Sebagai pegangan, sebuah batang besi yang kokoh dibuat di kanan kirinya.

Tak cukup itu. Deretan kereta kuda di sekitar alun-alun juga siap mengantarkan pengunjung keliling kota. Kereta kuda atau dokar ini ditarik seekor kuda dewasa yang dikendalikan pak kusir. Cukup membayar Rp 30.000, lima penumpang dewasa bisa mengelilingi alun-alun dengan asyik. Tarif itu bisa meningkat jika area jelajah yang diminta makin luas. Menarik bukan? (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.