READING

Berakhirnya Misteri Gugusan “Salju” di...

Berakhirnya Misteri Gugusan “Salju” di Jombang

JOMBANG– Munculnya gugusan busa secara tiba tiba di pintu air Dukuhan kawasan sungai Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, membuat heboh warga. Tidak hanya jumlahnya yang besar. Busa putih mirip timbunan salju sepanjang 100 meter itu juga menggunung setinggi 5 meter.

Uniknya, baunya harum. Sepintas mirip wangi sabun. Merasa penasaran dengan fenomena aneh, warga berbondong bondong berdatangan. Berbagai spekulasi berkembang. Mulai dari hal hal irasional, hingga kekhawatiran akan kerusakan lingkungan.

“Kira kira ini berdampak pada habitat air sungai nggak ya?”. Sejumlah warga mulai berbisik bisik. Nasib ikan dan organisme lain yang ada di sungai, dicemaskan.

Usut punya usut, gunungan busa itu berasal dari limbah air cucian 4 kwintal sampah plastik bekas bungkus sabun dan deterjen. Pemiliknya adalah CV Pandu Kencana, yakni usaha pengolahan sampah plastik  yang beralamat di Desa Godong, Gudo, Jombang.

Meski menyatakan tidak berbahaya, pihak CV terpaksa menghentikan sementara proses pengolahan plastik bungkus sabun dan deterjen. Pihak CV berdalih masih akan membenahi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki. Namun untuk pengolahan sampah plastik lain, yakni seperti karung plastik berjalan seperti biasa.

“Untuk sementara proses pengolahan plastik sabun kami hentikan, “tutur Pujo Hartono pemilik CV Pandu Kencana. Sampah plastik bekas bungkus sabun colek dan deterjen itu didatangkan dari Pabrik Sabun di Surabaya. Total seluruhnya 4 ton.

Dari sampah plastik itu CV Pandu mendaur ulang menjadi biji plastik. Namun baru 4 kwintal dicemplungkan bak penampungan air untuk menyingkirkan sisa sisa sabun, persoalan muncul. Guyuran hujan deras pada Senin (7/1) mengakibatkan limbah meluap dan mengalir ke sungai.

Tidak disangka, limbah itu berubah menjadi gundukan busa. Berpijak pada setiap orang melakukan MCK dengan sabun, Pujo berpendapat limbah busa yang menggunung di sungai itu tidak berbahaya.

Dengan adanya peristiwa ini Pujo juga berencana mengembalikan sisa plastik bekas bungkus sabun ke Surabaya. Sebab secara bisnis dianggap tidak menguntungkan. “Akan kami kembalikan lagi ke pabriknya, “katanya.

Sementara munculnya limbah sabun berupa gunungan busa itu memaksa petugas Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jombang turun tangan. Petugas langsung mengambil sampel busa untuk diuji di laboratorium. Uji laboratorium untuk memastikan apakah berimbas berbahaya atau tidak terhadap lingkungan.  

Kepala DLH Jombang Yudhi Adriyanto mengatakan pihaknya telah berkirim surat ke CV Pandu Kencana sekaligus meminta menghentikan aktivitas pengolahan sampah plastik. Sejak mengantongi izin operasi pada tahun 2011, CV diketahui belum memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL).

“Sebagai tindakan produksi dihentikan sampai mereka (CV Pandu Kencana) memiliki IPAL, “kata Yudhi. Terkait dampak limbah cair yang masuk ke sungai dan menjadi gunungan busa, dinas masih menunggu hasil uji laboratorium. Yang bersangkutan bisa terjerat sanksi pidana jika limbah itu terbukti menimbulkan pencemaran lingkungan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.