READING

Berburu Gurihnya Nasi Telur Pontianak di Bamboonit...

Berburu Gurihnya Nasi Telur Pontianak di Bamboonite Kediri

KEDIRI- Masih ingat nasi telur yang sempat viral di Youtube hasil unggahan channel Nex Carlos? Warganet dari berbagai daerah pasti pada penasaran dengan rasa nasi telur asal Pontianak yang diulas secara detail oleh vlogger makanan tersebut. Termasuk pecinta kuliner di Kota Kediri.

Makanya kini mulai ada banyak pedagang makanan mencoba membuat Nasi Telur Pontianak ala-ala lokal tempat mereka berjualan. Salah satunya di Bamboonite. “Belum banyak bahkan hampir nggak ada yang jual di Kediri. Makanya Kita hadirkan nasi telur ini untuk memenuhi rasa penasaran para netizen Kota Kediri agar bisa juga merasakan Nasi Telur Pontianak,” terang Puspitorini Dian, pemilik Bamboonite kepada Jatimplus.ID.

Sebenarnya Nasi Telur Pontianak adalah menu yang cukup sederhana yakni seporsi nasi yang dihidangkan bersama telur ceplok saja. Namun memang kekuatan kuliner ini ada di cara memasak telur ceploknya. Menurut Dian, tidak mudah untuk membuat untuk pertama kali.

“Kita harus mencoba berpuluh-puluh kali untuk mendapatkan rasa dan tingkat kematangan yang pas,” tambahnya saat ditemui di kedainya di Jalan Dhoho No. 43 C atau di depan “Aries Motor”.

Telur ceplok di Nasi Telur Pontianak ini tidak asal digoreng begitu saja. Dian menggunakan minyak khusus untuk menggoreng agar memberikan rasa gurih sejak awal. Teknik menggorengnya pun tidak boleh sembarangan agar telur bisa runny atau setengah matang dengan sempurna tanpa gosong.

“Gunakan teflon anti lengket, goreng di api yang kecil saja agar tidak overcook,” katanya.

Di akhir sesi penggorengan, bisa ditaburkan lada secukupnya dan potongan lembut daun bawang. Dan yang tidak kalah pentingnya menurut Dian adalah proporsi kecap asin dan manis saat penyajian harus pas agar rasa yang didapatkan sesuai dengan rasa original Nasi Telur Pontianak.

“Saya upayakan rasanya mendekati Nasi Telur Pontianak yang sebenarnya meski ada beberapa penyesuaian bahan,” urai perempuan berkacamata tersebut.

Ketika Nasi Telur Pontianak ala Kediri disajikan, tampilannya cukup menggugah selera. Jika biasanya penjual hanya menjual satu telur untuk satu porsi Nasi Telur Pontianak, Dian menjualnya dua telur sekaligus di satu porsi nasi. Ini membuat nasi tertutup sepenuhnya oleh telur yang diletakkan di atasnya.

Kuning telurnya yang setengah matang langsung meleleh ketika dibelah. Rasanya ada sensasi gurihnya sejak disuapan pertama. Cocok dimakan bersama dengan nasi putih hangat. Bagi yang senang makanan asin, konsumen bisa menaburi lelehan telur tersebut dengan garam atau meminta tambahan kecap asin.

Bahkan Bamboonite juga mengakomodasi variasi tingkat kematangan telur ceploknya. Pasalnya ada sebagian pembeli yang tidak begitu menyukai telur setengah matang. Makanya Dian juga menyediakan dua pilihan menu yang mirip dengan Nasi Telur Pontianak.

Ada Nasi Telur Kediri yakni telur ceploknya dibuat matang sempurna. Ada pula Nasi Telur Bamboo yang telurnya dibuat dadar bukan telur ceplok. Hanya saja secara penyajian tetap seperti Nasi Telur Pontianak. Yakni menggunakan minyak khusus, dan perpaduan kecap asin dan manis.

“Kita akomodasi semua permintaan pembeli di sini,” jelasnya.

Untuk harga, Bamboonite sangat berkompromi dengan kantong pembeli. Harga seporsi nasi berikut dua butir telur hanya dipatok Rp 10 ribu. Paling murah dibandingkan harga Nasi Telur Pontianak yang pada umumnya hanya menggunakan satu butir telur saja.

 “Banyak pilihan, harganya murah lagi,” ulas Dian berpromosi.

Sejauh ini, konsumennya dari dalam kota. Pasalnya ada banyak hotel yang ada di sekitaran Jalan Dhoho. Sedangkan kuliner yang lazim ada di pusat kota pada malam hari hanyalah nasi pecel dan nasi goreng. Makanya Nasi Telur Pontianak menjadi pilihan yang cukup bagus untuk berwisata kuliner di malam hari di Kota Kediri.

“Di sini buka mulai pukul 18.00 WIB sampai 24.00 WIB. Makanya kebanyakan pembelinya ya orang-orang yang sedang jalan-jalan di Jalan Dhoho atau rombongan yang sedang menginap di hotel sekitar sini,” kata Dian.

Reporter: Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.