READING

Berburu Menu Buka Puasa di Pasar Takjil Kediri

Berburu Menu Buka Puasa di Pasar Takjil Kediri

KEDIRI – Tak perlu bingung mencari menu buka puasa di Kota Kediri. Ratusan jenis kuliner terpajang di sepanjang Jalan Hayam Wuruk yang menjadi pasar takjil tiap ramadan.

Sudah lebih dari 10 tahun kawasan Jalan Hayam Wuruk yang menjadi salah satu jalur terpadat di Kota Kediri menjadi pasar takjil. Puluhan pedagang berjajar di bahu jalan sepanjang 200 meter dengan aneka menu kuliner menggiurkan.

Semua jenis makanan dan minuman ada di sini. Mulai dari es buah, es cendol, es kelapa, es kopyor, es sirup, hingga aneka kolak dijual dengan varian harga dan rasa. Jumlah pedagangnya juga tak hanya satu. Berjajar sporadis di sela pedagang makanan, lapak minuman dingin ini berlomba menarik perhatian pengunjung.

Di kanan kiri mereka berjubel pedagang makanan. Jangan ditanya macamnya, karena tiap lapak menyajikan menu berbeda sepanjang 200 meter. Yang jelas, apapun yang kamu cari ada di sini. Mulai makanan rumah seperti sayuran sampai jajanan tradisional dan modern tersedia lengkap di sini.

Dari deretan makanan itu, satu yang paling mencolok di tiap gelaran pasar takjil adalah peyek udang. Tampilan peyek udang berukuran besar yang ditumpuk tinggi-tinggi di atas meja menjadi pemandangan khas tiap ramadan. Penjualnya pun sama. Bahkan tempatnya juga tak banyak bergeser dari tahun-tahun sebelumnya.

Bagi yang baru pertama kali berkunjung di tempat ini pasti bingung. Alih-alih membeli menu buka puasa dengan praktis, pengunjung newbi akan berjalan dari ujung ke ujung karena bingung memilih menu. “Semua enak-enak dan tak didapati di hari biasa,” kata Sriwendah, ibu rumah tangga asal Surabaya yang baru pertama kali ke tempat ini.

Ibu dua anak ini mengaku takjub saat diajak saudaranya berbelanja menu buka puasa di Jalan Hayam Wuruk. Selama ini dia selalu melewati bulan puasa di Surabaya. “Sekali-kali mengawali puasa di Kediri, eh ada pasar takjilnya,” lanjutnya.

Tak hanya pengunjung luar kota seperti Sriwendah, pasar takjil dadakan ini juga menjadi perhatian masyarakat Kota Kediri. Keberadaannya yang selalu ada di tiap ramadan menjadi alternatif ngabuburit menunggu beduk. Apalagi jika dilakukan bersama-sama teman dan keluarga.

Aktivitas pasar takjil ini mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB. Petugas Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja mulai mengatur lalu-lintas agar tak macet. Karena sebagian badan jalan akan dikuasai para pedagang.

Tak satupun kendaraan yang diperbolehkan parkir di tempat ini. Semua pengunjung diwajibkan berjalan kaki dari lapak ke lapak. Jika tak diatur demikian, seluruh badan jalan akan dipenuhi pengunjung.

Aktivitas kemacetan ini akan berlangsung hingga adzan Maghrib berkumandang. Usai beduk, para pedagang berangsur-angsur membawa pulang dagangan mereka. Ruas jalan kembali normal sekitar pukul 18.00 WIB.

Pemerintah Kota Kediri menjamin kehalanan tiap makanan yang dijual di pasar takjil ini. Secara rutin petugas Dinas Kesehatan akan memeriksa kualitas makanan untuk memastikan tak ada bahan berbahaya di dalamnya. “Sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman,” kata Apip Permana, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Kediri.

Namun demikian, beberapa pedagang masih tampak membiarkan makanan mereka terbuka tanpa penutup. Selain debu jalanan, banyaknya lalat yang berseliweran cukup mengganggu pembeli.

Selain faktor kebersihan, soal rasa menjadi penentu laris tidaknya jualan mereka. Sebab namanya pasar dadakan, tak semua penjaja di sana adalah pembuat makanan. Sebagian bahkan mahasiswa dan pelajar yang iseng-iseng berdagang makanan ringan dan es. Minuman itu mereka racik sendiri secara keroyokan untuk dijual dengan harga bersahabat. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.