READING

Bergaya Ala Jepang, OKUI Es Kopi dan Temannya Jadi...

Bergaya Ala Jepang, OKUI Es Kopi dan Temannya Jadi Tempat Nongkrong Asik di Akhir Pekan

KEDIRI– Siapa yang tidak mengenal Kafe OKUI Es Kopi dan Temannya? Kedai kopi yang berlokasi di Jalan PK Bangsa, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri tersebut langsung hits sejak dibuka di Kota Kediri. Tempatnya cozy, sangat cocok untuk hangout bareng sahabat di akhir pekan.

Meski menggunakan konsep semi outdoor, tempatnya nyaman untuk nongkrong bahkan di siang hari. Pasalnya ada beberapa pohon yang menaungi di tengah-tengah kafe. Selain memberikan keteduhan, kafe menjadi lebih asri dan adem.

Ketika malam hari pun tidak kalah indahnya. Banyak lampu yang disebar di sudut-sudut kafe dan di pohon-pohon tersebut. Menciptakan suasana semarak. Ketika sedang ramai, suasana kafe seperti sedang ada garden party bersama rekan-rekan.

Dan yang paling membedakan Okui Kafe dengan kafe lainnya adalah lokasi meja pemesanan berikut dapur barista. Tempatnya berada di paling depan kafe, tepat di pinggir jalan. Berbeda dengan tempat kongkow-nya, kitchen ditempatkan di dalam ruang tertutup untuk menjaga kebersihan makanan dari lingkungan luar dan debu jalanan.

Meski demikian, ada banyak jendela kaca di sana. Sehingga siapapun bisa melongok ke dalam untuk melihat proses pembuatan. Sedangkan meja pemesanan ditempatkan di lokasi yang sama untuk memudahkan pembeli agar tidak perlu repot-repot harus masuk ke dalam area kafe.

Konsep ini memang sengaja dibuat oleh pemiliknya dengan mengadopsi gaya jepang yang mengusung konsep take away friendly. “Siapapun bisa mampir hanya untuk membeli kopi tanpa harus mampir ngopi,” terang Gontha Bagus, owner Okui Kafe kepada Jatimplus.ID.

Bekal konsep yang unik ini membuat nama OKUI kopi langsung populer di kalangan anak muda Kediri raya. Bahkan kini sudah ada tiga cabang baru yakni di Madiun, Surabaya, dan Blitar. Melalui media sosial, mereka seakan berlomba mengupload foto sedang nongkrong di sana. Seakan mereka sedang pamer dan menunjukkan kalau “Gue lagi ada di sini gaess..”.

Sumber foto : Instagram

Memang Gontha tidak main-main dalam mengonsep kafenya. Berbekal dari kebiasaan nongkrongnya di kedai-kedai kopi di Yogyakarta hingga Jakarta, pemuda 22 tahun tersebut kemudian mencoba untuk membuka sendiri kafenya. Karena belum banyak mengerti kopi, Gontha pun mencoba dari kopi susu.

“Saya baru fokus belajar tentang kopi susu di Bulan Desember 2017 lalu,” tambah pemuda asli Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Saat itu belum banyak kedai kopi yang mengusung kopi susu sebagai menu signature-nya. Ini membuat Gontha mantap untuk menjadikannya sebagai menu andalan kopinya. Apalagi banyak teman-temannya yang juga penyuka kopi namun bukan yang specialty.

“Segmentasi yang kita bidik memang penyuka kopi pemula atau yang menjadikan kopi sebagai lifestyle saja bukan yang penyuka kopi specialty yang berat-berat,” tambah pria yang masih berstatus mahasiswa pertanian di UGM ini.

Meski demikian, Gontha tidak menjual kopi yang asal-asalan. Kopi yang dijual bukan kopi instan dengan aneka rasa. Pemuda yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa semester 7 tersebut memproses kopinya sendiri. Mulai dari bentuk bean kemudiandigiling dan diroasting secara mandiri. Semuanya dilakukan oleh barista profesional.

“Jadi kita pakai standar kopi susu yang benar bukan asal-asalan,” urainya.

Nama OKUI sendiri sebenarnya bermakna ooo kui yang dalam Bahasa Indonesia berarti ooo itu.. Namun OKUI sendiri juga dalam bahasa Jepang memiliki arti “benar-benar serius”.

“Sesuai dengan tema dan visi kami, santai tapi tetap serius ke pelanggan,” bebernya.

Untuk menu, OKUI menggunakan tema es kopi dan temannya. Ini untuk menciptakan kesan yang santai dan dekat dengan para pelanggan. Makanya beberapa menu diberi nama yang unik seperti “Teman Kembara”, “Teman Kelana”, dan “Teman Sejiwa”.

“Selain es kopi biasa, ada pula menu yang menjadi favorit yakni Redvelvet dan Taro. Ada pula minuman non kopi untuk mereka yang tidak suka kopi,” katanya.

Sebelumnya memang ada beberapa protes dari pelanggan. Mereka biasanya dari kalangan coffee addict yang memiliki selera yang berbeda-beda. Namun hal tersebut tetap tidak membuat OKUI kehilangan jatidiri.

“Kita memang standar produknya kopi susu seperti yang dijual saat ini. Jadi secara tidak langsung segmentasi konsumen tersaring dengan sendirinya,” bebernya.

Meski demikian, OKUI kafe tetap ramai dipadati pengunjung. Selain memberikan treatment kepada mereka yang sudah berlangganan, Gontha juga menggunakan basis komunitas sebagai sasaran konsumen. Sehingga konsumennya menjadi lebih berkelanjutan.

“Kita perkuat branding di media sosial. Gandeng influencer. Dan konsisten upload jadi akhirnya OKUI semakin dikenal,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.