READING

Berkunjung Ke Kota Kediri, Wajib Kesini Dulu Ya !

Berkunjung Ke Kota Kediri, Wajib Kesini Dulu Ya !

Novianti (38tahun), warga Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota harus menunda perjalananan demi menjalani prosedur yang diterapkan Kota Kediri selama pandemi Covid 19 masih terjadi. Sebetulnya ia hanya bepergian dari Surabaya menjeguk anaknya. Ia berangkat dari Surabaya ke Kota Kediri dengan kereta api Dhoho, perjalanan yang sebenarnya kerap ia lakukan. Namun di saat kondisi seperti ini, ia harus merelakan waktu beberapa jam untuk menjalani observasi, dari Stasiun Kediri dibawa ke Ruang Observasi Poltek Kediri.

Ia menempati satu ruang dengan Hanisah (40 tahun), warga Tulungagung yang akan berkunjung ke Kota Kediri. Sebetulnya ia hanya berkunjung sehari saja dan rencananya tidak menginap. Namun Hanifah pun harus menjalani obervasi di Poltek Kediri.

“Semua penumpang yang turun dari kereta dan bus, kami lakukan observasi di sini,” kata Nurkhamid, Ketua Tim Terpadu Penanganan Observasi Covid-19. Petugas gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan TNI/Polri menjaga Terminal Tamanan dan Stasiun Kediri untuk mengawasi penumpang yang datang dari luar kota.

Datang ke Poltek, penumpang masuk ke bilik sterilisasi kemudian diarahkan petugas untuk cuci tangan. Setelah cuci tangan, masuk ke Ruang Pemeriksaan. Di sana sudah ada petugas berbaju APD yang akan mencatat dan memeriksa kondisi penumpang. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh, gejala, dan riwayat perjalanan.

Setelah selesai, penumpang akan masuk ke Ruang Observasi. Menurut Nurkhamid, penumpang akan tinggal di sini selama 1 hari hingga 14 hari sambil menunggu perkembangan. Bila tidak ada gejala dan sehat, bisa melanjutkan perjalanan. Bila ada gejala misalnya demam, batuk, dan tenggorokan sakit akan dirujuk ke Puskesmas dengan diantar dengan mobil petugas.

“Kalau ada keperluan sangat penting dan kondisi sehat, penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan surat keterangan,” tambah Ruqiyati, Kasi Pelaksanaan Kegiatan Observasi.

Selama di Ruang Observasi, petugas menyediakan makanan tiga kali sehari dan juga ruang istirahat ber-AC. Satu ruang terdiri dari 8 orang dengan matras tidur yang tebal dan sprei yang selalu diganti. Total ruang yang tersedia sebanyak 11 ruang.

“Kalau rata-rata 75 orang/hari,” kata Nurkhamid. Sejak Ruang Observasi ini dibuka pada 3 April 2020 sudah mengobservasi 500-an orang. Penumpang tak hanya dari kereta dan bis, tapi juga yang mengendarai kendaraan pribadi. Mereka dengan kesadaran sendiri datang ke Ruang Observasi untuk memeriksakan diri.

Hal menggembirakan selain tumbuhnya kesadaraan, juga tumbuhnya solidaritas warga baik perorangan maupun pengusaha. Baru-baru ini, Ruang Observasi menerima sumbangan 10 lembar matras lengkap dengan sprei dan bantal dari Paradiso, gerai mebel di Kota Kediri. Selain itu, warga juga menyumbang melalui Satpol PP. Sumbangannya beragam, mulai dari makanan hingga deterjen untuk cuci tangan.

Pengunjung harus melapor dulu di pintu masuk posko.
Pengunjung dengan dipandu petugas, wajib melewati bilik sterilisasi sebelum memasuki area gedung.
Nurkhamid, Ketua Tim Terpadu Penanganan Observasi Covid-19 Kota Kediri.
Ruang Observasi untuk wanita. Pengujung mendapat makan 3X sehari selama masa observasi.
Pengunjung bisa istirahat sejenak di kasur-kasur yang telah disediakan.
Setiap pengunjung diberi masker oleh petugas kemudian diperiksa kesehatannya.
Petugas sedang mengecek suhu tubuh salah satu pengunjung.
Gedung Poltek Kediri digunakan sebagai tempat observasi orang-orang dari luar kota yang mengunjungi Kota Kediri saat pandemi Covid 19.

Teks oleh Titik Kartitiani dan Foto oleh Adhi Kusumo (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.