READING

Berpuasa Ramadan Tapi Tetap Nonton Film Porno, Ini...

Berpuasa Ramadan Tapi Tetap Nonton Film Porno, Ini Akibatnya

HAL hal yang membatalkan puasa tidak hanya datang dari godaan makanan dan minuman. Nafsu aluamah yang berbentuk godaan syahwat juga berpotensi besar menjadikan puasa ramadan tidak sampai tujuan. Semisal keluarnya air mani (sperma) karena telah bercumbu, onani atau yang lain sebagainya.

Lalu, bagaimana hukumnya orang berpuasa yang tetap menonton film porno namun tidak sampai keluar sperma?. Apakah puasannya tetap sah?. Sesuai fiqih, walaupun tidak batal, keberkahan puasa akan berkurang. Ibaratnya selama matahari terbit hingga terbenam puasa hanya mendapat siksaan rasa lapar dan dahaga.

Selain dosa dan berpotensi membatalkan puasa, keseringan mengkonsumsi blue film (BF) menurut Vivi Rosdiana, psikolog asal Kota Kediri, akan berdampak pada kejiwaan. Akan muncul sifat addict dimana dari kecanduan itu mendorong si penikmat selalu berburu film serupa lainnya.

Yang bersangkutan tidak henti berpetualang. Dari satu blue film ke blue film lain. Dari satu gaya ke gaya lainnya. “Yang berbahaya kalau sudah sampai mengalami kecanduan,” tutur psikolog lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu.

Lebih jauh dijelaskan dampak dari kecanduan film porno. Pada tingkat tertentu rasa nyandu akan berubah menjadi sifat brutal. Dorongan biologis yang bersangkutan akan berubah agresif. Sebab isi otaknya hanya dikuasai gairah birahi. Situasi psikologis ini akan lebih berbahaya jika dialami seseorang yang belum memiliki pasangan (menikah).

Self service atau masturbasi saja tidak cukup. Mereka akan keluar dari fantasi, bergerak mencari ruang asusila yang menyediakan kepuasan seksual. Tidak hanya itu. Rasa agresif yang kelewat tinggi berpotensi membuat seseorang membabi buta yang mengarah pada kekerasan seksual. “Jika sampai agresif , maaf seseorang bisa melakukan pemerkosaan hingga tindakan asusila lainnya,” papar psikolog yang membuka praktek di Kota Kediri ini.

Lalu bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk itu?. Menurut Vivi tidak ada cara lain selain menghentikan kebiasaan. Semua aktifitas yang berbau pornografi harus dihindari. Dia mengakui hal itu tidak mudah dilakukan, karena harus diawali dari niat dan kesadaran diri.

“Kecanduan pornografi ini seperti rokok, jika ingin berhenti harus dalam diri sendiri yang menghentikannya,” katanya. Untuk terlaksananya niat dan kesadaran itu Vivi menyarankan untuk  memperbanyak melakukan hobi positif, yakni seperti olahraga hingga aktifitas kesenian.

Dengan menggeluti kegiatan yang positif tidak ada lagi waktu senggang untuk menikmati film porno. “Karena tidak ada waktu senggang maka tidak akan sempat menonton film porno lagi, “ujar Vivi. (Moh. Fikri Zulfikar)     

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.