READING

Bersama Lawan Covid-19, Bantuan Warga ke Pemkot Su...

Bersama Lawan Covid-19, Bantuan Warga ke Pemkot Surabaya Terus Mengalir

SURABAYA – Warga Surabaya tak membiarkan Pemkot Surabaya bekerja sendiri mengatasi wabah virus Covid-19. Besarnya kebutuhan biaya melawan virus membuat pemkot melakukan refocusing anggaran untuk anggaran penanganan Covid-19.  Berbagai pembelanjaan pos tertentu ditunda atau diminimalisir. Hal ini sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden atau Inpres Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Wujud kebersamaan dalam melawan Covid-19 oleh warga Surabaya ditunjukkan di antaranya dengan terus berdatangannya berbagai jenis bantuan ke dapur umum di Balai Kota Surabaya.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada Pemkot Surabaya dalam menangani wabah Covid-19 ini, baik perusahaan daerah, swasta maupun perseorangan.

“Kami sampaikan terima kasih banyak untuk warga kota atas bantuan yang terus mengalir selama ini. Ini bukti bahwa kita bersama-sama melawan Covid-19 ini. Semua bantuan yang telah diberikan akan kami salurkan sebaik mungkin kepada warga Kota Surabaya,” kata Febri di Kantor Bagian Humas Surabaya, Kamis (2/4/2020).

Febri menjelaskan, bantuan terbaru yang diterima Pemkot Surabaya pagi ini adalah bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Universitas Surabaya (Ubaya). APD yang diterima kali ini berupa masker 20 box, sarung tangan steril 172 box, hazmat suit 100 unit, boots 50 pasang, kaca mata pelindung 300 unit.

“Kemudian cairan antiseptik sebanyak 400 liter, cairan disinfektan 100 liter, face shield mask 50 unit, serta dua bilik seterilisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Surabaya Imam Siswandi mengatakan begitu banyak bantuan berdatangan silih berganti. Mulai dari perusahaan daerah, swasta, komunitas, universitas berbondong-bondong memberi bantuan. Bahkan, tak sedikit bantuan secara personal atau perseorangan.

“Mereka memberikan bantuan-bantuan itu tanpa diminta. Malah menawarkan apa yang bisa dibantu,” kata Imam saat ditemui di kantor Bagian Kesejahteraan Masyarakat.

Menurut Imam, bantuan yang kerap kali diterima setiap hari yakni bahan pembuatan minuman tradisional (pokak). Yaitu jahe, kayu manis, sereh, gula merah dan kapulaga. Termasuk telur rebus. Bahkan sampai dengan kebutuhan sembako pun mendapat bantuan dari salah satu mall di Surabaya sebanyak seribu paket.

“Untuk jahe sekitar 110 kilogram, gula merah 30 kilogram. Lalu telurnya hampir setiap hari 700–1.000 kilogram. Sekitar sepekan lalu ada yang kirim telor sebanyak 7.775 kilogram. ada dari  perusahaan daerah dan swasta,” kata dia.

Aktivitas di dapur umum yang didirikan di sayap kiri Balai Kota Surabaya. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Selain untuk bahan pokak dan telur rebus, pemkot juga kerap kali mendapatkan bantuan tandon, wastafel, tangki spayer botol hand sanitizer, alkohol, bilik sterilisasi tipe chamber, tempat sabun cair pun juga diterima Pemkot Surabaya akhir-akhir ini. Bahkan, keperluan seperti tisu yang biasa diletakkan di samping wastafel, juga banyak mendapatkan bantuan.

“Untuk tisu sekitar 500 box setiap hari. Kemudian sabun kami dapat bantuan dari pabriknya langsung. Ada juga yang memberikan kipas angin yang kami letakkan di pasar kipasnya diisi dengan air disinfektan.  Jadi dengan begitu meringankan beban pemerintah kota,” ungkapnya.

Kegotong royongan masyarakat Surabaya tidak hanya sampai di situ saja. Beberapa perusahaan daerah, komunitas asal kota terbesar kedua di Indonesia ini juga ikut mengambil peran sebagai bentuk kepeduliannya dengan memberikan sejumlah donasi berupa uang tunai yang dikirimkan ke rekening milik Pemkot Surabaya.

“Nilainya bermacam-macam, ada yang memberi donasi uang Rp 10 juta bahkan ada pula salah satu perusahaan yang menyerahkan dananya sekitar Rp 500 juta,” tegas dia.

Tidak hanya itu, Imam menegaskan ada pula sebagian orang yang secara personal yang memberikan donasinya tanpa menuliskan pengirimnya alias no name. Jumlahnya cukup beraneka ragam. “Bantuan itu mulai mengalir sejak tanggal 19 Maret. Setelah saya bersurat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya,” urainya.

Hari bergulir seiring bantuan kian mengalir. Imam bercerita tidak satu dua kali perusahaan menanyakan kebutuhan apa yang saat ini tengah diperlukan pemkot dalam menanggulangi wabah Covid-19. Ia pun menjawab yang tidak kalah pentingnya untuk saat ini adalah alat pelindung diri untuk  medis. Bagi dia, kebutuhan tersebut harus terus disupport lantaran dokter atau tenaga medis (nakes) adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini.

“Kemarin Korpri memberi bantuan masker N95 sekitar 400 pcs. Saya arahkan juga temasuk pemberian APD. Supaya teman-teman nakes terlindungi. Jangan sampai mereka terkena (wabah) ini, karena merekalah yang merawat masyarakat. Jadi, mari bersama-sama melawan Covid-19 ini,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkot Surabaya
Penulis: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.