READING

Beruntungnya Punya Tetangga Kuper di Masa Corona

Beruntungnya Punya Tetangga Kuper di Masa Corona

Salah satu karakter unik orang Jawa adalah selalu mensyukuri apapun yang menimpa dirinya. Semisal jatuh pun masih bisa bersyukur, Alhamdulillah cuma kaki yang sakit, leher tidak sampai patah. Hal tersebut juga yang dirasakan oleh Sodik, Ketua RT 05 / RW 07, yang berdomisili di Perumahan Wilis 2, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Di masa pandemi Corona seperti saat ini, mempunyai warga yang jarang bergaul dengan tetangga sekitarnya ternyata membawa berkah tersendiri bagi Sodik dan warga di lingkungannya.

Buktinya walau salah satu warganya dinyatakan positif terjangkit Covid-19 (Corona Virus Disease 2019), Sodik masih bisa bersyukur. “Beliau jarang sekali bergaul dengan warga. Saya sendiri terakhir ketemu sekitar 4 tahun lalu saat kerja bakti,” kata Sodik sambil mencoba mengingat salah satu warganya tersebut. “Beliau memang punya rumah di sini, tapi cuma rumah singgah. Kebanyakan hidupnya tidak di sini. Beliau sering wara-wiri ke Jakarta. Mungkin kena Corona-nya ya pas di Jakarta itu,” duga Pak RT yang biasa dipanggil warga dengan “Te” ala sinetron betawi di televisi itu.

Saya bisa memahami, mengapa Sodik begitu mensyukuri warganya yang positif Corona adalah warga yang kurang gaul di masyarakat. Bayangkan seandainya orang ini grapyak atau supel dengan tetangga sekitarnya dan sering nongkrong di warung kopi atau pos kampling, mungkin yang positif di wilayah ini tak hanya satu, tapi banyak. Karena itulah, social distancing di masa pandemi Corona sangatlah penting, tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran virus ke wilayah yang lebih luas.  

Sesuai protap yang diberlakukan, wilayah yang mempunyai warga positif Covid-19 akan diisolir dari dunia luar selama 14 hari ke depan untuk karantina mandiri. Seperti yang terjadi di sini, di salah satu blok Perumahan Wilis 2, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan perangkat desa segera memasang terpal di ujung gang agar hanya ada satu akses jalan. Sementara di depan gang terpasang barikade yang dijaga selama 24 jam. Pemerintah Kota Kediri segera merespon cepat kebutuhan masyarakat yang tinggal di area tersebut dengan memberikan bantuan paket sembako kepada warga.

Paket sembako tersebut terdiri dari 10 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kaleng sarden ukuran sedang, 1 botol kecap ukuran sedang, dan 20 butir telur. Harapannya, bantuan ini bisa mencukupi kebutuhan sembako warga selama masa isolasi mandiri. Satu blok terdampak ini terdiri dari 15 kepala keluarga dari total 86 kepala keluarga warga RT 05/RW 07. “Petugas keliling memberikan sembako dengan cara meletakkannya di pintu gerbang rumah warga. Setelah kami menjauh, baru mereka ambil. Pokoknya seminimal mungkin mengadakan kontak,” kata Sodik. Siap Te !

Ujung gang terdampak Corona ditutup dengan terpal untuk membatasi akses masuk hanya satu arah.
Sodik (Baju oranye), Ketua RT dari lingkungan yang salah satu warganya positif Covid-19.
Bantuan paket sembako dari Pemkot Kediri selama warga melakukan karantina mandiri.
Petugas dari Pemkot Kediri dibantu perangkat desa mendistribusikan bantuan ke rumah-rumah penduduk.
Satu paket sembako terdiri dari telor, sarden, minyak, kecap, dan beras.
Petugas memberikan sembako dengan cara meletakkannya di pintu gerbang rumah untuk menghindari kontak langsung.

Teks dan Foto oleh Adhi Kusumo (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.