Besok Kawah Ijen Tutup, Ini Alasannya

BANYUWANGI – Besok, 14 Juni 2019 Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen kembali ditutup. Penutupan wisata alam di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ini rutin dilakukan setiap bulan, di hari Jumat pada minggu pertama. Namun khusus bulan Juni, penutupan kawasan TWA mundur pada minggu kedua dikarenakan berdekatan dengan perayaan Hari Raya Idulfitri.

Penutupan gunung yang terkenal dengan api birunya ini bertujuan untuk recovery atau pengistirahatan kawasan agar alam dapat kembali “bernafas”. Selain itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pemeliharaan serta bersih kawasan. Yakni dengan melakukan aksi Ijen Rijik atau Bersih Ijen untuk tujuan Kawah Ijen Bebas Sampah 2019.

Pengumuman Penutupan TWA Kawah Ijen dari BKSDA (dok: @twakawahijen_official)

Kebijakan tersebut disahkan pada 13 Desember 2018 oleh Setyo Utomo, Kepala BKSDA Wilayah III di Kabupaten Jember. Sebelumnya, pada 21 Oktober 2018 telah dilakukan Deklarasi Ijen Rijik yang dihadiri berbagai kalangan. Seperti stakeholder dari dua kabupaten, Banyuwangi dan Bondowoso, para penyedia jasa TWA Kawah Ijen, komunitas pecinta alam, hingga para pelajar.

Penutupan kawasan serta aksi Ijen Rijik pertama kali dilaksanakan pada 01 Maret 2019. Resort TWA Kawah Ijen sekaligus mengajak masyarakat melakukan aksi Ijen Rijik dengan membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Setiap bulannya, para relawan datang silih berganti untuk turut menyukseskan aksi cinta lingkungan tersebut. Namun untuk bulan ini, aksi Ijen Rijik ditangani oleh pegawai Resort TWA Kawah Ijen serta para penyedia jasa di sana.

“Untuk sementara bulan ini maaf kami nggak buka pendaftaran. Karena fokus di Paltuding aja setelah pasca libur lebaran. Karena untuk di atas sampah udah kami cicil dibawa turun,” terang Kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Sigit Haribowo kepada Jatimplus.id.

Menurut Sigit, penyisiran sampah di kawasan TWA Kawah Ijen telah dicicil oleh petugas dan para penyedia jasa sejak H+3 lebaran. Hingga hari Selasa (11/06/2019) lalu, puluhan kuintal sampah pengunjung terkumpul dalam karung-karung yang siap dibawa ke tempat penampungan sampah di Desa Licin, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Pengelolaan sampah tersebut sejalan dengan tujuan BBKSDA Jatim agar para penyedia jasa atau masyarakat di kawasan TWA Kawah Ijen dapat turut memanfaatkan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).

Puluhan karung berisi sampah plastik yang dikumpulkan di TWA Kawah Ijen dalam aksi Ijen Rijik. (Dok. @twakawahijen_official)

“Kalau kami petugas setiap harinya di pintu masuk naik pendakian menyampaikan sampah untuk dibawa turun kembali. Di Paltuding sudah banyak disediakan tempat sampah, tapi cuma buat hiasan aja sama pengunjung,” papar Sigit.

Penutupan kawasan serta adanya aksi Ijen Rijik ini penting dilakukan untuk menuju Kawah Ijen Bebas Sampah 2019. Sigit berharap pengunjung lebih sadar dalam mengelola sampah masing-masing, atau setidaknya membuang sampah pada tempatnya di sepanjang jalur pendakian. Himbauan ini penting untuk diperhatikan sebab gunung dengan ketinggian 2386 mdpl itu dikunjungi ratusan hingga ribuan wisatawan setiap harinya. Leave nothing but footprints alias jangan meninggalkan apapun kecuali jejak kaki, ya! (Suci Rachmaningtyas)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.